Pilek

Pengertian Pilek

Pilek adalah infeksi ringan pada hidung, saluran sinus, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas akibat serangan virus. Pilek bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Seseorang yang sakit pilek akan mengalami gejala berupa:

  • Hidung terus-menerus mengeluarkan ingus
  • Sering bersin
  • Sering batuk
  • Pernapasan tidak lancar (hidung terasa tersumbat)
  • Tidak enak badan
  • Suara serak

pilek-alodokter

Masa inkubasi virus penyebab pilek biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh virus untuk menimbulkan gejala setelah menginfeksi tubuh. Kebanyakan penderita akan merasakan gejala-gejala pilek yang parah dan sangat mengganggu setelah 2-3 hari kemunculannya (selepas masa inkubasi). Agar lebih jelas, lihat skema di bawah ini.

Virus masuk→Inkubasi (2-3 hari)→Gejala muncul→Puncak tingkat keparahan gejala (2-3 hari)→Gejala berangsur pulih sampai sembuh total (waktu bervariasi)

Balita cenderung mengalami gejala pilek lebih lama dibandingkan anak-anak yang berusia di atasnya atau orang dewasa. Pilek pada balita bisa berlangsung sepuluh hari hingga dua minggu, sedangkan pada anak-anak usia di atas lima tahun atau orang dewasa biasanya berlangsung seminggu sampai sepuluh hari (terkecuali untuk gejala batuk yang bisa berlangsung 2-3 minggu).

Anak-anak lebih rentan dan lebih sering terkena pilek dibandingkan orang dewasa. Diperkirakan anak-anak bisa mengalami sebanyak 8-12 kali dalam setahun, sedangkan orang dewasa hanya 2-4 kali.

Gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas merupakan gejala utama pilek. Selain itu, ada juga gejala-gejala lainnya yang jarang menyertai, di antaranya:

  • Sakit kepala
  • Demam
  • Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan
  • Tenggorokan gatal
  • Nyeri tenggorokan
  • Seperti ada tekanan pada wajah dan telinga
  • Mata berair
  • Nyeri telinga
  • Nyeri otot
  • Badan terasa lelah
  • Hilang nafsu makan

Penyebab Pilek

Human rhinovirus (HRV) adalah kelompok virus yang paling banyak menyebabkan pilek. Selain virus tersebut, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh coronavirus, adenovirus, human parainfluenza virus (HPIV), dan respiratory syncytial virus (RSV).

Virus masuk ke tubuh manusia melalui hidung, mulut, atau bahkan mata sebelum berinkubasi dan menimbulkan gejala. Masuknya virus bisa terjadi ketika tanpa disengaja menghirup percikan liur penderita pilek di udara yang dikeluarkan melalui bersin atau batuk. Selain itu, virus juga bisa masuk ketika seseorang memegang badan penderita pilek atau permukaan benda yang telah terkontaminasi percikan liur yang mengandung virus pilek, kemudian tangan memegang hidung, mulut, atau mata sendiri.

Berikut ini sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena pilek, di antaranya:

  • Berada di tengah keramaian orang-orang (di pasar, sekolah, kantor, atau kendaraan umum)
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah
  • Memiliki riwayat penyakit kronis
  • Usia anak-anak
  • Merokok
  • Udara dingin

Pengobatan Pilek

Pilek merupakan infeksi virus yang tergolong ringan. Saat mengalami pilek, seseorang atau anak-anak dianjurkan untuk beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dan rendah lemak, serta minum banyak air putih untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh akibat hidung yang terus-menerus mengeluarkan ingus atau badan yang sering berkeringat.

Sedangkan untuk meredakan gejala pilek, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Mengoleskan balsem. Cara ini dapat meringankan gejala pilek, terutama pada bayi dan balita. Usapkan balsem pada punggung atau dada, dan jangan sampai masuk ke lubang hidung karena selain terasa pedih, juga bisa mengganggu jalur napas.
  • Mengonsumsi permen yang mengandung menthol dan berkumur dengan air garam. Kedua cara ini dipercaya dapat membantu meredakan gejala hidung tersumbat dan nyeri tenggorokan.
  • Meneteskan larutan garam ke dalam hidung. Cara ini dapat meredakan gejala hidung tersumbat serta melancarkan pernapasan, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Mengonsumsi suplemen zinc dan vitamin C. Kedua cara ini dipercaya dapat menurunkan tingkat keparahan gejala dan mempercepat penyembuhan pilek apabila langsung diterapkan ketika gejala pilek baru muncul.
  • Mengonsumsi obat yang bisa dibeli bebas di apotek. Untuk meredakan gejala hidung tersumbat, cobalah untuk mengonsumsi obat yang mengandung dekongestan. Sedangkan untuk meredakan demam dan nyeri, gunakan obat pereda rasa sakit ibuprofen atau paracetamol. Meskipun dijual bebas di apotek, Anda harus tetap mematuhi aturan pakai. Penting untuk membaca petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan (atau bila perlu bertanya kepada apoteker atau dokter) karena sebagian produk obat tersebut tidak cocok diberikan kepada bayi, anak-anak, wanita hamil atau menyusui, serta pada orang-orang yang sedang menderita kondisi tertentu.

Tips Tambahan untuk Membantu Meredakan Gejala Pilek pada Anak-anak

Jagalah suhu kamar agar tetap nyaman untuk anak-anak. Suhu hangat dan lembap dapat membantu melegakan pernapasan. Bawa anak ke kamar mandi dan hidupkan pancuran air panas sehingga kamar mandi dipenuhi uap panas. Hal ini ditujukan untuk melegakan pernapasan.

Jika anak mengalami hidung tersumbat, ganjal kepala dengan bantal atau benda apa pun yang dapat membuat posisi kepala sedikit lebih tinggi dari badannya. Namun cara ini tidak boleh diterapkan pada anak yang usianya masih di bawah satu tahun.

Saat yang Disarankan untuk Menemui Dokter

Sebagian besar gejala pilek memang dapat sembuh dalam jangka waktu 1-2 minggu. Namun Anda dianjurkan untuk menemui dokter apabila gejala pilek tetap tidak sembuh lebih dari tiga minggu, mengalami kesulitan bernapas, atau tiba-tiba gejala memburuk. Selain itu, konsultasi kepada dokter sangat disarankan apabila pilek disertai gejala nyeri dada atau batuk yang mengandung darah.

Sedangkan pada kasus pilek anak-anak, penanganan oleh dokter sangat dianjurkan apabila:

  • Gejala pilek sudah berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Tingkat keparahan gejala meningkat
  • Anak merasakan nyeri parah pada tenggorokan (gejala tonsilitis)
  • Anak merasakan nyeri parah pada telinga
  • Anak terlihat kesulitan dalam bernapas
  • Anak merasakan nyeri pada dada atau adanya darah yang menyertai lendir yang mereka keluarkan ketika batuk (gejala infeksi bakteri)
  • Muncul gejala-gejala lain yang tampak mengkhawatirkan

Selain tanda-tanda di atas, pengobatan oleh dokter juga sangat disarankan apabilaAnda memiliki anak yang masih berusia di bawah enam bulan dengan gejala demam tinggi.

Komplikasi Pilek

Meski tergolong jarang, ada beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat pilek, di antaranya:

  • Infeksi dada. Gejala utama dari kondisi ini meliputi sesak napas dan batuk-batuk yang disertai dahak kental. Infeksi dada dapat terjadi setelah seseorang mengalami pilek karena pada saat itulah sistem kekebalan tubuh menurun. Anda disarankan untuk menemui dokter jika merasakan gejala lebih dari tiga minggu berupa batuk parah, rasa nyeri seperti tertusuk-tusuk pada dada, demam tinggi, disorientasi atau kebingungan, serta keluarnya dahak bercampur darah ketika batuk. Dua jenis kondisi yang termasuk infeksi dada adalah pneumonia dan bronkitis.
  • Infeksi telinga bagian tengah. Kebanyakan penderita kondisi ini adalah anak-anak. Sebanyak 20 persen balita penderita pilek berlanjut mengalami infeksi telinga tengah dan umumnya akan pulih dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu beberapa hari. Gejala infeksi telinga bagian tengah meliputi demam, daya pendengaran yang menurun, lesu, muntah, dan nyeri pada telinga.
  • Sinusitis atau infeksi pada rongga udara di dalam tulang pipi dan dahi. Gejala kondisi ini meliputi hidung tersumbat dan beringus, serta nyeri di sekitar hidung, dahi, dan mata. Sinusitis kemungkinan dialami oleh dua persen penderita pilek. Sebagian besar dari mereka bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diobati.

Pencegahan Pilek

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari pilek, di antaranya menjaga jarak dengan penderita hingga dia sembuh, rutin mencuci tangan sampai bersih sebelum makan, membersihkan permukaan benda-benda yang dapat ditempeli virus, dan tidak berbagi barang pribadi dan perlengkapan makan atau minum dengan orang lain.

Jika Anda menderita pilek, sebaiknya bersin dengan ditutupi tisu agar virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar. Setelah itu bersihkan tangan Anda dengan air dan keringkan dengan tisu.

Ditinjau oleh : dr. Marianti

Referensi