Prosedur Operasi Kantung Mata dan Penyebab yang Mendasari

Kantung mata secara medis tidak berakibat buruk pada kesehatan, tetapi dapat memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri Anda. Operasi kantung mata adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya.

Kantung mata terjadi ketika membran tebal yang menahan lemak di bawah rongga mata mulai melemah dan lemak mulai membengkak ke depan. Seiring dengan bertambahnya usia, kantung mata akan semakin terlihat.

Adanya kantong di bawah mata dapat mencakup pembengkakan ringan, kulit longgar, dan lingkaran hitam. Walaupun tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan medis, tapi kebanyakan orang menganggap adanya kantung mata sangat mengganggu.

Paparan sinar matahari dan merokok dapat berperan dalam terbentuknya kantung mata karena menyebabkan kehilangan elastisitas di daerah mata bagian bawah. Faktor lain yang menyebabkan munculnya kantung mata adalah penimbunan cairan akibat perubahan cuaca, kadar hormon, makanan asin, kurang tidur, alergi, dan riwayat keluarga.

Perawatan di rumah menggunakan krim mata dapat membantu mengurangi atau menghilangkan kantung mata. Namun jika Anda khawatir tentang penampilan dan siap mengeluarkan biaya lebih,Anda dapat melakukan perawatan medis dan operasi kantung mata.

Prosedur Operasi untuk Tangani Kantung Mata

Operasi kelopak mata atau yang disebut dengan blepharoplasty atau eyelid surgery adalah prosedur pembedahan untuk menghilangkan kantung mata. Ahli bedah akan memotong tepat di bawah bulu mata atau di kelopak mata bawah untuk menghilangkan atau mengatur kelebihan lemak, otot, dan kulit kendur. Selanjutnya, dokter akan menggabungkan kulit dengan jahitan kecil di sepanjang bawah bulu mata atau kelopak mata.

Selain memperbaiki kantung di bawah mata, blepharoplasty juga dapat memperbaiki kelopak mata atas yang membengkak, kulit berlebih dari kelopak mata yang mengganggu penglihatan Anda, dan kulit berlebih pada kelopak mata bawah. Bicarakan dengan dokter mengenai risiko operasi kelopak mata ini yang meliputi infeksi, mata kering, dan masalah penglihatan lainnya seperti gangguan saluran air mata dan posisi kelopak mata.

Sebelum melakukan operasi kantung mata, dokter akan berdiskusi terlebih dahulu untuk menjelaskan berbagai masalah medis, misalnya kesehatan fisik untuk memutuskan pengobatan yang tepat. Lalu, riwayat medis pasien juga diperlukan untuk membuat keputusan tentang operasi termasuk jenis anestesi yang digunakan, pemeriksaan mata, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan alergi obat-obatan.

Setelah melakukan operasi, Anda harus beristirahat dan melakukan hal-hal berikut ini untuk membantu pemulihan pascaoperasi:

  • Menopang kepala dengan bantal saat tidur selama beberapa hari untuk mengurangi pembengkakan
  • Membersihkan kelopak mata dengan lembut menggunakan salep yang sudah diresepkan atau obat tetes mata.
  • Mengompres dingin mata.
  • Memakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari dan angin.
  • Dapat mengonsumsi paracetamol atau obat penghilang rasa sakit lainnya yang diresepkan oleh dokter untuk meringankan rasa sakit.
  • Tidak melakukan aktivitas berat dan berenang untuk beberapa hari.
  • Tidak merokok.
  • Tidak menggunakan lensa kontak dan menggosok mata.
Setelah melakukan operasi, mungkin Anda akan mengalami nyeri ringan, mati rasa, pembengkakan di sekitar mata, sensasi basah atau kering, iritasi mata, dan sensitivitas ekstrim terhadap cahaya.

Saat Anda akan memutuskan untuk melakukan operasi kantung mata, disarankan mencari ahli bedah blepharoplasty terlatih dan sudah berpengalaman dalam melaksanakan jenis operasi ini.