Mengenal tentang Operasi Kelopak Mata

Operasi kelopak mata atau blefaroplasti (blepharoplasty) adalah operasi untuk memperbaiki bentuk dan struktur kelopak mata. Seiring bertambahnya usia, otot di sekitar kelopak mata akan melemah, sehingga menyebabkan penumpukan lemak. Penumpukan lemak bisa membuat kelopak mata atas menjadi kendur dan membentuk kantong mata di kelopak mata bawah. Talking to patient

Kondisi kelopak mata yang kendur selain membuat seseorang tampak lebih tua, juga bisa mempersempit lapang pandang, terutama di tepi. Operasi kelopak mata atau eyelid surgery bisa mengatasi kondisi tersebut, dengan menghilangkan kulit dan lemak berlebih di kelopak mata. Selain untuk memperbaiki kelopak mata, di Indonesia dan beberapa negara di Asia, operasi kelopak mata juga dilakukan untuk membuat lipatan mata. Tindakan membuat lipatan mata ini dikenal juga dengan nama Asian blepharoplasty atau double eyelid surgery.

Indikasi Operasi Kelopak Mata

Operasi kelopak mata umumnya dilakukan pada pasien usia 35 tahun ke atas, yang telah mengalami efek penuaan pada kulit. Selain itu, operasi kelopak mata juga bisa dilakukan pada individu dengan kondisi berikut:

  • Kelopak mata atas menggantung sehingga membuat mata tidak terbuka dengan sempurna.
  • Kelebihan kulit pada kelopak mata atas yang menyebabkan menyempitnya lapang pandang penglihatan.
  • Kelebihan kulit pada kelopak mata bawah.
  • Terbentuknya kantung mata.

Peringatan Operasi Kelopak Mata

Pasien yang berencana menjalani operasi kelopak mata harus memberitahu dokter jika memiliki kondisi berikut:

  • Gangguan pada mata, seperti glaukoma, mata kering, atau ablasi retina.
  • Gangguan hormon tiroid, baik hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
  • Penyakit jantung dan gangguan sistem peredaran darah.
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.

Sebelum Operasi Kelopak Mata

Sebelum membuat jadwal operasi, pasien disarankan berkonsultasi tidak hanya dengan dokter bedah plastik, tetapi juga dengan dokter mata. Dokter akan mengajukan pertanyaan kepada pasien terkait riwayat kesehatan sebelumnya, konsumsi obat-obatan, serta kebiasaan merokok, penggunaan alkohol atau NAPZA. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien pernah menjalani operasi sebelumnya.

Setelah mengetahui riwayat kesehatan, pasien akan menjalani sejumlah pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik. Terutama dilakukan pada mata, seperti pemeriksaan kelopak mata atau melakukan tes untuk mengetahui produksi air mata, serta pemeriksaan visus mata dan lapang pandang.
  • Foto kelopak mata. Mata pasien akan difoto dari berbagai sudut untuk membantu dokter merencanakan prosedur tindakan.

Selain menjalani pemeriksaan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pasien sebelum menjalani operasi:

  • Menghentikan konsumsi obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin, serta OAINS seperti ibuprofen atau naproxen, karena berisiko menimbulkan perdarahan. Konsultasikan pada dokter kapan sebaiknya konsumsi obat dihentikan sebelum menjalani operasi.
  • Berhenti merokok beberapa minggu sebelum operasi. Rokok bisa memperlambat penyembuhan jaringan.
  • Mengajak keluarga atau teman untuk menemani, setidaknya sampai satu hari setelah operasi, dan untuk mengantar pulang dari rumah sakit.

Prosedur Operasi Kelopak Mata

Operasi kelopak mata terbagi menjadi operasi kelopak mata atas dan operasi kelopak mata bawah. Dalam tindakannya, kedua operasi tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Operasi kelopak mata bisa dilakukan dengan bius lokal, yaitu dengan suntikan di area kelopak mata, atau dengan bius total melalui suntikan di pembuluh darah.

  • Operasi kelopak mata atas:
    • Dokter akan membuat sayatan sepanjang kelopak mata atas, tepatnya pada lipatan kulit kelopak mata.
    • Setelah sayatan dibuat, dokter bedah plastik akan membuang kulit, lemak, atau jaringan berlebih di area kelopak mata bagian atas.
    • Setelah proses di atas selesai dilakukan, dokter akan menutup bekas sayatan dengan jahitan yang sangat kecil.
    • Jika kelopak mata atas terlalu turun hingga menutupi pupil mata, dokter bedah plastik juga akan menjalankan tindakan koreksi ptosis untuk memperkuat otot kelopak mata atas, sehingga kelopak mata dapat membuka lebih lebar.
  • Operasi kelopak mata bawah:
    • Membuat sayatan di bawah bulu mata atau kelopak mata bagian dalam.
    • Membuang lemak pada kantung mata. Jika diperlukan, dokter akan membuang sedikit jaringan kulit.
    • Menutup bekas sayatan dengan jahitan, yang umumnya dilepas satu minggu

Setelah prosedur operasi selesai, dokter dapat menyarankan pasien untuk menjalani laser resurfacing untuk menyamarkan garis sayatan.

Operasi kelopak mata atas umumnya hanya berlangsung satu jam, sedangkan operasi kelopak mata bawah biasanya membutuhkan waktu hingga dua jam.

Setelah Operasi Kelopak Mata

Setelah operasi berhasil dilakukan, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Dokter akan mengizinkan pasien pulang pada hari yang sama setelah kondisi pasien stabil. Dokter akan memantau kondisi pasien jika muncul komplikasi pasca operasi.

Sebelum pasien diperbolehkan pulang, dokter akan menutup mata pasien dengan salep dan perban. Kelopak mata akan terasa nyeri setelah efek obat bius hilang, namun bisa dikurangi dengan mengonsumsi obat penahan rasa sakit. Gejala lain yang timbul setelah operasi adalah mata berair dan sensitif pada cahaya, serta bengkak dan memar pada kelopak mata, namun hal ini hanya berlangsung sementara

Umumnya untuk bekas operasi perlu beberapa minggu untuk hilang. Pasien disarankan beristirahat total selama seminggu dan kontrol seminggu kemudian untuk mencabut jahitan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindari pasien selama proses pemulihan, antara lain:

  • Jangan mengemudikan kendaraan hingga beberapa hari setelah operasi.
  • Gunakan bantal untuk menopang kepala saat berbaring untuk mengurangi pembengkakan.
  • Bersihkan kelopak mata dengan lembut, menggunakan salep atau obat tetes mata yang diresepkan dokter.
  • Kompres kelopak mata dengan kantong es selama 10 menit dan lakukan secara rutin setiap 1 jam sekali. Pada hari berikutnya, lakukan 4 -5 kali dalam sehari. Disarankan membungkus kantong es dengan handuk sebelum ditempelkan untuk mencegah iritasi pada kulit sekitar mata.
  • Kenakan kacamata untuk melindungi mata dari matahari dan debu.
  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, jika perlu.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari olahraga, terutama renang, serta joging atau aerobik selama beberapa hari.
  • Hindari menggaruk bagian mata.
  • Jangan mengenakan lensa kontak hingga 2 minggu setelah operasi.

Komplikasi Operasi Kelopak Mata

Komplikasi operasi kelopak mata jarang terjadi, namun terkadang bisa terjadi, seperti:

  • Infeksi
  • Mata kering.
  • Penglihatan ganda atau kabur.
  • Hematoma atau perdarahan di bawah kulit.
  • Mata terlihat tidak simetris.
  • Timbul jaringan parut.
  • Cedera otot mata.
  • Ektropion atau kondisi kelopak mata bawah melipat ke arah luar.
  • Entropion atau kondisi kelopak mata melipat ke arah dalam.
  • Kebutaan.
  • Reaksi alergi obat bius.
Ditinjau oleh : dr. Tjin Willy

Referensi