Hipnosis kini dapat dijadikan pilihan untuk mengobati berbagai penyakit atau kebiasaan buruk, termasuk yang umum dialami pria. Melalui terapi ini, seseorang akan merasa lebih santai, tenang, dan terbuka saat diberikan sugesti.

Terapi hipnosis dapat membantu mengendalikan perilaku yang tidak diinginkan. Selain itu, terapi hipnosis juga berguna untuk meringankan nyeri atau kecemasan yang menyerang pasien. Beberapa masalah terkait kondisi medis dan psikologis yang dapat dirasakan kaum pria, kemungkinan bisa ditangani dengan cara melakukan terapi hipnosis.

3 Masalah Pria yang Bisa Diatasi Berkat Hipnosis - Alodokter

Hipnosis untuk Mengatasi Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh masalah fisik, masalah psikis, maupun gabungan dari keduanya. Dalam banyak hal, gangguan fisik dapat berakibat buruk pada kondisi psikologis seseorang, dan berakhir pada ketidakmampuan mencapai ereksi. Sebagian masalah kejiwaan yang sering menghalangi seorang pria mencapai dan mempertahankan ereksi, antara lain:

  • Mengalami stres yang sama sekali tidak terkait dengan seks.
  • Adanya pengalaman buruk terkait masalah seksual di masa lalu.
  • Memiliki perasaan malu terkait dengan aktivitas seks.
  • Hubungan yang kurang harmonis dengan pasangan.

Melihat aneka penyebab di atas, ada anggapan bahwa pikiran memainkan peran penting. Hipnosis dianggap sebagai salah satu jalan keluar yang patut dicoba untuk mengatasi gangguan yang dialami banyak pria ini. Hipnosis diyakini bisa membuat seseorang kembali mampu untuk mendapatkan sekaligus mempertahankan ereksi.

Meski terapi ini menjanjikan, namun sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi disfungsi ereksi. Sebab, sebagian disfungsi ereksi mungkin merupakan gejala dari kondisi atau penyakit lain yang memerlukan penanganan medis. Misalnya, penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) atau diabetes.

Melawan Kebiasaan Merokok dengan Hipnosis

Bagi mereka yang kesulitan untuk berhenti merokok, hipnosis bisa dijadikan pilihan. Pada kondisi hipnosis, sebagian orang merasa lebih rileks dan fokus. Hal tersebut akan membuatnya lebih mudah menerima saran untuk berhenti merokok, melalui sugesti tertentu. Misalnya, sugesti bahwa asap yang mereka hirup sama busuknya dengan aroma sampah atau membuat mulut terasa sangat kering dan panas.

Selain mengandalkan hipnoterapis, perokok juga akan diajarkan caranya melakukan hipnosis secara mandiri. Hal ini dilakukan agar perokok mampu melawan keinginan mereka untuk mengisap rokok kapan pun dan di mana pun.

Sayangnya, penerapan hipnosis untuk menghentikan kebiasaan merokok belum tentu berhasil pada semua orang. Hal ini terjadi karena ada sekitar 25 persen orang tidak mampu dihipnosis. Selain itu, kekuatan hipnosis juga bervariasi pada tiap orang. Dengan demikian, keberhasilan hipnosis untuk menghentikan kebiasaan merokok tergantung kepada kemampuan ahli hipnoterapi dan respons orang yang dihipnosis.

Hipnosis Dapat Mengobati Depresi

Masalah lain yang mungkin bisa dibantu dengan metode hipnosis adalah depresi. Dengan melakukan terapi ini, seseorang yang terkena depresi mampu berbagi masalah mereka dengan orang lain tanpa beban. Mereka akan merasa santai dan jauh lebih tenang, namun tetap dalam keadaan sadar, sehingga kecemasan dan emosi dapat berkurang saat bercerita.

Melalui terapi ini, mereka yang menderita depresi akan mengetahui akar masalah yang mereka alami. Hipnosis akan membimbing pasien untuk menciptakan jalur psikologis baru yang terhubung pada keterbukaan terhadap pengalaman baru, sehingga mampu menjalani aktivitas dengan sikap yang lebih positif.

Melakukan hipnosis pada pasien depresi dianggap efektif. Terapi ini akan membimbing pasien untuk lebih fokus dan menyiapkan masa depan yang lebih baik. Hanya saja untuk mendukung keberhasilan terapi ini, pasien perlu memiliki sikap yang lebih terbuka (open minded) saat menjalaninya.

Jika Anda termasuk kaum pria yang tertarik melakukan hipnosis untuk mengatasi tiga masalah di atas, pastikan hipnosis dilakukan oleh hipnoterapis yang berpengalaman dan kompeten. Jika perlu, Anda bisa meminta referensi dari dokter atau rumah sakit. Sebagian psikiater atau psikolog juga dapat memiliki kompetensi dalam melakukan hipnosis.