Ciri-ciri paru-paru basah kerap muncul secara bertahap, mulai dari batuk berdahak hingga sesak napas yang tidak boleh diabaikan. Mengenali ciri-ciri paru-paru basah sejak awal sangat penting agar Anda bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dan mencegah terjadinya komplikasi berbahaya.

Paru-paru basah atau dalam istilah medis dikenal sebagai pneumonia terjadi akibat peradangan pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur, atau masuknya benda asing ke paru-paru. Infeksi ini bisa menyebabkan penumpukan cairan radang di jaringan paru-paru, sehingga fungsi pernapasan terganggu dan tubuh pun kekurangan asupan oksigen.

6 Ciri-Ciri Paru-paru Basah yang Perlu Dikenali - Alodokter

Jika tidak ditangani dengan baik, paru-paru basah berpotensi menjadi makin parah dan merusak paru-paru. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri paru-paru basah agar bisa tetap waspada sekaligus melakukan pencegahan yang sesuai untuk keluhan ini.

Ciri-Ciri Paru-paru Basah

Beberapa kelompok tertentu, seperti lansia, bayi, penderita penyakit kardiovaskular, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lebih rentan mengalami paru-paru basah. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang bersifat ringan hingga berat, tergantung dari penyebab dan kondisi kesehatan seseorang.

Berikut ini adalah ciri-ciri paru-paru basah yang perlu dikenali:

1. Batuk berdahak

Batuk berdahak menjadi salah satu ciri-ciri paru-paru basah. Dahak yang keluar biasanya berwarna kuning, hijau, atau bahkan kecokelatan. Kondisi ini terjadi akibat peradangan di jaringan paru-paru memicu produksi lendir berlebih sebagai cara tubuh untuk mengeluarkan kuman penyebab infeksi dari saluran pernapasan.

2. Demam

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas ≥38°C. Kenaikan suhu tubuh ini merupakan respons tubuh untuk melawan infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menjadi penyebab paru-paru basah.

3. Nyeri dada

Salah satu ciri-ciri paru-paru basah lainnya adalah nyeri dada. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi di jaringan paru-paru sehingga menimbulkan rasa nyeri di dada yang terasa menusuk atau tajam, terutama saat bernapas atau batuk. 

Selain itu, nyeri dada juga bisa disebabkan oleh ketegangan otot dada akibat batuk yang terus-menerus untuk mengeluarkan dahak di saluran napas.

4. Sesak napas

Sesak napas akibat paru-paru basah dapat muncul karena adanya penumpukan dahak di sepanjang saluran napas dan penumpukan cairan infeksi pada balon udara di paru-paru (alveolus). Hal ini menyebabkan pertukaran udara dan fungsi paru-paru dalam memenuhi kebutuhan oksigen terganggu, sehingga sesak napas terjadi. 

5. Kelelahan

Penderita paru-paru basah juga gampang mengalami kelelahan. Ciri-ciri paru-paru basah yang satu ini disebabkan oleh berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh terasa kelelahan saat beraktivitas.

6. Mual dan muntah

Ciri-ciri paru-paru basah lainnya adalah mual dan muntah. Batuk yang kuat dan sering untuk mengeluarkan dahak dapat membuat makanan di saluran pencernaan naik ke atas dan memicu rasa mual hingga muntah.

Meski jarang terjadi, infeksi di paru-paru juga bisa menyerang saluran pencernaan sehingga menimbulkan gejala ini. Mual dan muntah pada paru-paru basah biasanya sering kali dialami oleh anak-anak.

Mengenali ciri-ciri paru-paru basah penting dilakukan supaya penanganan bisa cepat dilakukan. Jika tidak segera ditangani, paru-paru basah bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), abses paru-paru, penurunan kesadaran, dan sepsis.

Agar penyakit paru-paru basah tidak terjadi, Anda dianjurkan untuk mendapat vaksin influenza dan pneumonia, menghindari rokok, menutup mulut dan hidung saat bersin, dan menggunakan masker saat berada di luar ruangan atau lingkungan dengan polusi udara tinggi. Selain itu, jagalah sistem kekebalan tubuh baik dengan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat yang cukup.

Jika Anda atau kerabat Anda mengalami ciri-ciri paru-paru basah seperti disebutkan di atas, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai supaya komplikasinya bisa dihindari.