Ada beragam pilihan obat ambeien di apotek yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala yang muncul. Namun, tidak semua obat ambeien bisa dibeli secara bebas. Beberapa di antaranya perlu menggunakan resep dokter untuk memperoleh obat tersebut.

Ambeien atau wasir terjadi saat adanya pembengkakan pembuluh darah di ujung usus besar (rektum) atau anus. Gejala ambeien umumnya dapat mereda dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

6 Obat Ambeien di Apotek yang Efektif Atasi Keluhan Ambeien - Alodokter

Meski begitu, wasir bisa menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga penderitanya perlu menggunakan obat ambeien. Konsumsi obat ambeien di apotek biasanya disesuaikan dengan gejala ambeien yang muncul.

Gejala ambeien sendiri ada beragam, seperti nyeri, bengkak, gatal di sekitar anus, atau perdarahan dari anus saat buang air besar.

Pilihan Obat Ambeien di Apotek

Ada beberapa pilihan obat ambeien di apotek yang bisa mengatasi gejala ambeien, yaitu:

1. Obat pereda nyeri

Untuk meredakan rasa nyeri di sekitar anus akibat ambeien, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin. Obat pereda nyeri atau antinyeri ini bisa dibeli di apotek, baik tanpa resep atau menggunakan resep dokter.

Pastikan Anda mengonsumsi obatnya sesuai petunjuk yang ada di dalam kemasan atau berdasarkan dosis yang ditentukan dokter, terutama bagi Anda yang menderita penyakit tertentu seperti penyakit hati atau gangguan ginjal.

2. Obat pencahar

Bila ambeien muncul akibat sembelit, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat yang mengandung bahan pencahar, seperti bisocodyl dan laktutosa. Dengan mengonsumsi obat ini, tinja bisa menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan sehingga gejala ambeien yang muncul bisa menjadi lebih ringan.

Konsumsilah obat ini sesuai anjuran dosis yang tertera di kemasan obat. Selain itu, jangan minum obat ini terus-menerus karena bisa memicu terjadinya diare yang justru bisa memperburuk kondisi ambeien yang Anda derita.

Sebelum mengonsumsi obat pencahar, Anda juga bisa mencoba untuk mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih terlebih dahulu. Konsumsi keduanya juga bisa melunakkan tinja dan memudahkan pengeluarannya, sehingga tidak memperburuk kondisi ambeien.

3. Supositoria

Obat ambeien di apotek yang berbentuk supositoria terbagi menjadi dua jenis, ada yang mengandung obat pencahar dan ada pula yang mengandung benzocaine, bismuth suggallate, atau zinc oksida untuk meringankan pembengkakan, rasa sakit, serta gatal di daerah anus.

Supositoria umumnya berbentuk kerucut atau seperti peluru yang dapat dimasukkan ke dalam anus. sebaiknya dimasukkan ke dalam anus setelah Anda buang air besar agar efek dari obat bisa bertahan lebih lama.

Penggunaan obat ambeien ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan sebaiknya berdasarkan saran dokter. Selain itu, jangan gunakan supositoria yang mengandung pencahar terlalu sering karena bisa mengurangi fungsi pergerakan usus.

4. Ekstrak daun ungu

Beberapa tanaman herbal, seperti daun ungu (Graptophyllum pictum L) diketahui dapat dijadikan sebagai obat untuk meringankan gejala ambeien.

Meski perlu diteliti lebih lanjut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam daun ungu memiliki sifat antiradang sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat ambeien.

Kandungan alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid dalam daun ungu juga diketahui dapat mengurangi nyeri dan melunakkan tinja tanpa memicu diare sehingga dapat mengatasi ambeien.

5. Lidocaine

Guna meringankan rasa sakit dan gatal kerena ambeien, Anda dapat mengoleskan krim licodaine ke sekitar anus. Obat ini dapat memberikan efek mati rasa dan dapat bekerja dengan cepat. Setelah 1 jam dioleskan ke sekitar anus, rasa sakit dan gatal yang muncul umumnya akan teredakan.

Meski lidocaine tersedia di apotek, obat ini perlu digunakan berdasarkan saran atau resep dari dokter. Dokter akan menentukan seberapa banyak dan sering obat ini dioleskan sesuai dengan kondisi medis yang Anda derita.

6. Hydrocortisone

Untuk mengurangi rasa gatal, pembengkakan, dan nyeri akibat ambeien, krim atau salep hydrocortisone juga bisa dioles ke sekitar anus. Obat salep wasir ini dapat dioles ke kulit anus bagian luar secara tipis setelah Anda buang air besar.

Hydrocortisone merupakan obat resep dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang atau lebih dari seminggu, kecuali atas saran dari dokter. Pasalnya, obat ini mungkin dapat menyebabkan berbagai efek samping, mulai dari sensasi terbakar pada kulit, infeksi, serta penipisan kulit.

Anda dapat menggunakan obat ambeien di apotek untuk mengatasi ambeien yang diderita. Namun, penggunaan obat saja tidak cukup. Anda juga dianjurkan untuk mengubah pola hidup , yaitu dengan mengonsumsi makananan tinggi serat dan minum air putih yang cukup, minimal 2 liter atau 8 gelas perhari.

Ini dilakukan agar Anda tidak mengalami sembelit, sehingga gejala ambien tidak makin parah atau muncul kembali. Selain itu, Anda juga disarankan untuk tidak menunda keinginan buang air besar karena bisa memperburuk wasir.

Jika sudah menggunakan obat ambeien di apotek yang dapat dibeli secara bebas tetapi keluhannya tidak membaik atau disertai tanda-tanda, seperti benjolan keluar dari anus dan tidak bisa dimasukkan, nyeri hebat di anus atau perut bagian bawah, dan keluar darah terus-menerus dari anus, segeralah periksakan diri ke dokter.

Nantinya, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan tindak pembedahan untuk mengangkat ambeien.