Penyebab penyakit liver pada wanita umumnya berkaitan dengan perubahan hormon sampai pola hidup tidak sehat. Selain itu, masih ada beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan kondisi ini. Umumnya, kondisi ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas.
Liver atau hati adalah organ penting yang berfungsi menyaring racun dari darah, memproses nutrisi, dan memproduksi protein yang dibutuhkan tubuh. Seperti organ lainnya, hati juga bisa mengalami berbagai masalah, seperti peradangan, penumpukan lemak, atau kerusakan akibat infeksi.

Pada wanita, penyakit liver sering kali dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perubahan hormon, baik saat hamil maupun saat memasuki masa menopause. Jika dibiarkan, penyakit hati dapat berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab penyakit liver pada wanita agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Berbagai Penyebab Penyakit Liver pada Wanita
Berikut ini adalah beberapa penyebab penyakit liver pada wanita yang perlu diketahui:
1. Infeksi virus hepatitis
Infeksi virus hepatitis, terutama hepatitis B dan C, merupakan salah satu penyebab utama penyakit liver pada wanita. Virus ini dapat menular melalui kontak darah dengan orang yang terinfeksi, misalnya akibat penggunaan jarum suntik tidak steril, transfusi darah yang tidak aman, atau penularan dari ibu ke bayi saat persalinan.
Penularan juga bisa terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan penderita hepatitis. Infeksi hepatitis B dan C sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.
2. Obesitas
Obesitas atau sindrom metabolik dapat memicu terjadinya penumpukan lemak di hati (fatty liver) sehingga mengganggu fungsi organ tersebut. Jika tidak ditangani, fatty liver dapat berkembang menjadi peradangan hati (steatohepatitis), jaringan parut (fibrosis), hingga sirosis hati.
Selain itu, wanita yang memiliki riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi juga lebih rentan mengalami masalah ini. Meski begitu, kondisi ini umumnya bisa dicegah dengan menerapkan beberapa pola hidup sehat, mulai dari menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan sehat, dan berolahraga secara rutin.
3. Penggunaan obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat, seperti obat penghilang nyeri, pil KB, obat kolesterol, maupun suplemen herbal, dapat memberi beban ekstra pada hati jika dikonsumsi tanpa pengawasan dokter. Soalnya, hati berperan dalam memproses dan membuang zat-zat kimia dari obat yang masuk ke tubuh.
Jika obat-obatan tersebut digunakan secara berlebihan atau tidak sesuai dengan aturan pakai bisa menyebabkan reaksi toksik, sehingga sel-sel hati mengalami kerusakan. Akibatnya, hati akan mengalami peradangan ringan sampai gangguan hati berat, termasuk gagal hati.
4. Konsumsi alkohol berlebihan
Penyebab penyakit liver pada wanita lainnya adalah konsumsi alkohol berlebihan. Sebab, wanita diketahui lebih sensitif terhadap kerusakan hati akibat alkohol karena proses pemecahan alkohol di tubuh wanita berlangsung lebih lambat.
Alhasil, racun dari alkohol lebih lama bertahan dan memberi beban berat pada hati. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu peradangan, kerusakan sel hati, hingga berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.
5. Perubahan hormon dalam tubuh
Perubahan hormon dalam tubuh, terutama saat hamil atau menjelang menopause, dapat menimbulkan sejumlah efek samping pada organ hati. Salah satunya adalah cholestasis kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika aliran empedu dari hati terganggu akibat lonjakan hormon kehamilan.
Umumnya, penderita kondisi ini akan mengalami gejala awal, berupa gatal parah tanpa ruam, kulit dan mata menguning, serta gangguan pencernaan. Jika terus dibiarkan, gangguan kesehatan ini dapat menimbulkan komplikasi.
6. Gangguan autoimun
Penyebab penyakit liver pada wanita selanjutnya adalah gangguan autoimun. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh justru keliru menyerang sel-sel hati, bukan melindungi tubuh dari infeksi. Akibatnya, timbul peradangan kronis yang dapat berlanjut menjadi kerusakan hati serius, seperti pada hepatitis autoimun dan primary biliary cholangitis.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala, mulai dari tubuh terasa lelah, nyeri perut, dan kulit mulai menguning.
7. Paparan zat kimia berbahaya
Paparan zat kimia berbahaya, seperti pestisida, pelarut industri, atau logam berat, dapat membebani hati secara berlebihan dan menyebabkan kerusakan sel hati secara bertahap. Racun yang masuk ke tubuh, baik melalui kulit, saluran napas, maupun makanan, akan diproses oleh hati untuk dinetralkan.
Jika paparan terjadi terus-menerus tanpa perlindungan, hati dapat mengalami peradangan, fibrosis, hingga gangguan fungsi jangka panjang. Oleh karena itu, wanita yang bekerja di lingkungan dengan paparan bahan kimia tinggi atau sering menggunakan produk rumah tangga berbahan keras sebaiknya menggunakan alat pelindung diri untuk meminimalkan risiko.
Penyebab Penyakit Liver pada Wanita dan Tips Pencegahannya
Setelah memahami beberapa penyebab penyakit liver pada wanita, Anda bisa lebih waspada dan berhati-hati. Selain sebagai bentuk pencegahan dari berbagai penyakit tersebut, beberapa tips ini juga dapat membantu menjaga kesehatan hati, khususnya pada wanita.
Berikut ini adalah beberapa tips pencegahan yang bisa diterapkan:
- Hindari konsumsi alkohol atau batasi alkohol sesuai anjuran medis.
- Lakukan vaksinasi hepatitis B dan pemeriksaan hepatitis jika Anda termasuk kelompok berisiko tinggi.
- Terapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga minimal 30 menit per hari guna mencegah obesitas.
- Ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau saran dari dokter sebelum mengonsumsi obat, suplemen, atau jamu apa pun.
- Gunakan alat pelindung diri bila sering terpapar bahan kimia di tempat kerja.
- Hindari bergonta-ganti pasangan seks dan selalu gunakan kondom saat berhubungan seks aman untuk mencegah penularan infeksi virus hepatitis..
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, terutama jika ada riwayat penyakit liver di keluarga.
Itulah beberapa informasi terkait penyebab penyakit liver pada wanita dan tips pencegahannya. Meski penyakit liver pada wanita sering kali tanpa gejala di tahap awal, jangan abaikan bila terjadi keluhan yang mengarah pada gangguan fungsi hati, seperti kelelahan berkepanjangan, berat badan turun tanpa sebab, atau kulit dan mata menguning.
Segera berkonsultasi ke dokter di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memastikan penyebabnya dan memberikan penanganan sesuai kondisi Anda, termasuk menyarankan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit terdekat.