Penyakit hati terkait alkohol adalah kerusakan fungsi hati akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan dalam jangka panjang. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan pembentukan jaringan parut di hati.

Hati atau liver berfungsi untuk menyimpan cadangan energi dan nutrisi, serta membersihkan darah dari racun, obat, atau alkohol. Hati juga mampu meregenerasi atau memperbaiki kondisinya sendiri. Namun, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat memperlambat proses regenerasi sel-sel hati.

Penyakit Hati terkait Alkohol

Konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit hati terkait alkohol, seperti perlemakan hati, hepatitis, dan sirosis.

Penyebab Penyakit Hati terkait Alkohol

Batas asupan minuman beralkohol bagi orang dewasa adalah 14 unit alkohol per minggu. Jumlah tersebut setara dengan 6 liter bir atau 10 gelas kecil wine (anggur). Orang yang mengonsumsi minuman beralkohol melebihi batas asupan tersebut berisiko menderita penyakit hati terkait alkohol.

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit hati terkait alkohol adalah:

Gejala Penyakit Hati terkait Alkohol

Gejala penyakit hati terkait alkohol tergantung pada jenis yang dialami pasien. Berikut ini adalah jenis penyakit hati terkait alkohol dan gejalanya:

Perlemakan hati

Perlemakan hati adalah kondisi hati yang menyimpan terlalu banyak lemak, karena bekerja lebih keras dalam memecah alkohol agar dapat dikeluarkan dari tubuh.

Perlemakan hati dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Sakit perut sebelah kanan
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Mual
  • Penyakit kuning
  • Perut dan kaki bengkak (edema)
  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Linglung

Hepatitis alkoholik

Hepatitis alkoholik muncul pada orang yang mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan selama bertahun-tahun. Gejala hepatitis alkoholik antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Sulit makan
  • Sakit perut
  • Demam
  • Lemas
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perut
  • Gagal hati

Sirosis

Sirosis merupakan penyakit hati terkait alkohol yang paling serius. Pada kondisi ini, banyak jaringan parut yang terbentuk di hati sehingga hati tidak berfungsi dengan baik.

Gejala yang umum terjadi pada sirosis adalah:

  • Mudah lelah
  • Muntah darah
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas
  • Kaki atau pergelangan kaki membengkak
  • Penyakit kuning
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perut
  • Kemerahan di telapak tangan
  • Linglung
  • Bicara cadel
  • Tidak menstruasi meski belum memasuki masa menopause
  • Kehilangan gairah seks dan pembesaran payudara pada pria

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala di atas atau muncul gejala penyakit hati setelah lama mengonsumsi minuman beralkohol. Pemeriksaan perlu dilakukan dengan segera untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Segera cari pertolongan medis jika Anda biasa mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan atau dalam waktu yang lama, dan mengalami gejala berikut:

  • Nyeri dada
  • Perut bengkak tanpa penyebab yang jelas
  • Demam
  • Diare
  • Penurunan kewaspadaan
  • Buang air besar berdarah dengan tinja berwarna hitam (melena)
  • Muntah darah
  • Sesak napas

Diagnosis Penyakit Hati terkait Alkohol

Dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami, riwayat kesehatan, serta kebiasaan pasien dalam mengonsumsi minuman beralkohol, dan dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, dokter akan menjalankan sejumlah pemeriksaan berikut untuk memastikan diagnosis:

  • Tes darah
    Tes darah bertujuan untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan hati melalui kadar zat tertentu yang terdapat pada hati. Tes darah juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan pembekuan darah.
  • Pemindaian
    Pemeriksaan ini bertujuan untuk menampilkan gambar organ hati secara detail. Pemindaian yang dapat direkomendasikan oleh dokter adalah USG, CT scan, atau MRI.
  • Endoskopi
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan selang lentur berkamera (endoskop) melalui tenggorokan hingga mencapai lambung.
  • Biopsi hati
    Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari hati untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan Penyakit Hati terkait Alkohol

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit hati terkait alkohol. Metode yang dapat dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit yang dialami pasien. Metode tersebut meliputi:

Menghentikan konsumsi minuman beralkohol

Metode awal untuk mengatasi penyakit hati adalah berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, untuk mencegah kerusakan hati yang lebih serius. Jika pasien kesulitan menghentikan kecanduan alkohol, dokter akan menyarankan perawatan khusus.

Memperbaiki asupan nutrisi

Malnutrisi adalah kondisi yang umum terjadi pada penderita kecanduan alkohol. Kondisi ini perlu ditangani dengan perbaikan asupan nutrisi, antara lain dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan banyak minum air putih. Bila perlu, dokter juga dapat meresepkan suplemen atau vitamin sesuai kebutuhan pasien.

Mengonsumsi obat-obatan

Untuk menangani penyakit hati terkait alkohol, ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat diresepkan oleh dokter, yaitu:

  • Kortikosteroid, seperti prednisolone untuk menangani hepatitis alkoholik
  • Antioksidan, seperti phosphatidylcholine dan metadoxine untuk menangani sirosis tahap awal

Operasi

Dokter akan menyarankan transplantasi hati jika hati pasien tidak lagi berfungsi dengan baik, atau mengalami sirosis yang berisiko pada gagal hati. Pasien dapat mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini jika kondisinya terus memburuk meski sudah berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

Komplikasi Penyakit Hati terkait Alkohol

Penyakit hati terkait alkohol dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berikut:

  • Hipertensi portal
    Hipertensi portal adalah kondisi ketika aliran normal darah yang melalui hati melambat, sehingga menyebabkan tekanan pada pembuluh darah vena.
  • Varises
    Hipertensi portal dapat menyebabkan pembengkakan vena di kerongkongan (varises esofagus) atau di perut (varises lambung).
  • Asites
    Penderita penyakit hati terkait alkohol yang terkena hipertensi portal juga bisa mengalami penumpukan cairan di rongga perut (asites). Kondisi ini juga dapat terjadi akibat melemahnya fungsi hati dalam menghasilkan protein darah tertentu.
  • Ensefalopati hepatik
    Kondisi ini terjadi akibat peningkatan kadar racun dalam darah, karena hati tidak mampu membuang racun dari tubuh. Ensefalopati hepatik ditandai dengan tremor, otot kaku, sulit berbicara, linglung, hingga koma.
  • Infeksi
    Kerusakan pada hati menyebabkan daya tahan tubuh melemah sehingga membuat penderitanya lebih rentan terkena penyakit, seperti infeksi saluran kemih dan pneumonia.
  • Kanker hati
    Penderita penyakit hati terkait alkohol yang mengalami sirosis juga berisiko terkena kanker hati.

Pencegahan Penyakit Hati terkait Alkohol

Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit hati terkait alkohol, antara lain:

  • Menghindari atau membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Menjalani konseling ke psikolog bila menderita kecanduan alkohol
  • Memeriksakan kondisi hati secara rutin ke dokter
  • Menjaga pola makan yang sehat
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga rutin setiap hari
  • Tidur dan beristirahat yang cukup