Kanker hati adalah kanker yang berasal dari sel-sel dalam organ hati. Kanker ini bisa berasal dari sel hati atau dari penyebaran sel kanker dari organ lain, seperti usus, kulit, atau payudara.
Hati memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, di antaranya membantu proses pencernaan makanan, mengontrol pembekuan darah, serta membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, seperti alkohol.

Jika hati terserang kanker, fungsi-fungsi di atas akan terganggu sehingga racun menumpuk di dalam tubuh. Kanker hati juga akan membuat penderitanya rentan mengalami perdarahan.
Kanker hati adalah satu dari lima jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2022, kanker hati merupakan penyebab 760.000 kematian akibat kanker di seluruh dunia.
Jenis Kanker Hati
Kanker hati terbagi menjadi kanker hati primer dan kanker hati sekunder. Berikut ini adalah penjelasannya:
Kanker hati primer
Kanker hati primer adalah kanker yang memang bermula di hati. Ada beberapa jenis kanker hati primer, yaitu:
- Hepatocellular carcinoma
Hepatocellular carcinoma adalah kanker hati yang bermula di sel utama yang membangun jaringan hati (sel hepatosit). Hepatocellular carcinoma merupakan jenis kanker hati primer yang paling sering terjadi, yaitu 85–90% dari seluruh kasus kanker hati.
- Liver angiosarcoma
Liver angiosarcoma adalah kanker hati yang bermula di sel-sel pembuluh darah di dalam hati. Angiosarcoma cenderung berkembang dengan cepat dan sering kali baru terdeteksi pada stadium lanjut.
- Cholangiocarcinoma
Cholangiocarcinoma adalah kanker hati yang tumbuh di sel-sel saluran empedu. Cholangiocarcinoma bisa bermula di saluran empedu yang berada di dalam hati (intrahepatic) atau di saluran empedu yang berada di luar hati (extrahepatic).
- Hepatoblastoma
Hepatoblastoma adalah kanker hati yang bermula dari sel hati yang belum matang. Kanker ini sangat jarang dan biasanya terjadi pada anak usia di bawah 3 tahun.
Kanker hati sekunder
Kanker hati sekunder adalah kanker yang tumbuh di organ lain, kemudian menyebar ke hati. Kanker dari organ lain yang paling sering menyebar ke hati adalah kanker lambung, kanker usus besar, kanker paru-paru, kanker kulit, dan kanker payudara.
Penyebab Kanker Hati
Kanker hati terjadi ketika sel-sel di hati mengalami perubahan (mutasi) sehingga sel tersebut tumbuh tidak abnormal dan tidak terkendali. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya mutasi sel tersebut.
Faktor Risiko Kanker Hati
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hati, yaitu:
- Menderita hepatitis B atau hepatitis C dalam jangka panjang (kronis)
- Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
- Menderita perlemakan hati dan sirosis hati
- Menderita penyakit hati bawaan, seperti penyakit Wilson
Gejala Kanker Hati
Gejala yang paling sering dialami oleh penderita kanker hati adalah:
- Penurunan nafsu makan
- Sering kembung, mual, atau muntah
- Berat badan turun drastis
- Cepat lelah
- Mudah memar
- Kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
- Perut membengkak
Gejala kanker hati sering kali muncul secara bertahap dan dapat menyerupai keluhan gangguan pencernaan biasa, sehingga kerap tidak disadari sejak awal. Untuk memastikan kondisi Anda, lakukan konsultasi melalui fitur Chat bersama Dokter di aplikasi Alodokter guna mendapatkan saran pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Kapan Harus ke Dokter
Periksakan diri ke dokter jika Anda menyadari adanya gejala-gejala di atas, terutama bila keluhan berlangsung lebih dari 2 minggu dan sudah terasa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jangan menunda pemeriksaan jika keluhan makin parah atau sering kambuh. Untuk memudahkan, Anda juga dapat melakukan booking dokter secara online agar mendapatkan jadwal konsultasi yang sesuai tanpa harus menunggu lama. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Diagnosis Kanker Hati
Untuk mendiagnosis kanker hati, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan yang dimulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang.
Pada wawancara medis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan, serta kebiasaan tertentu, seperti merokok atau mengonsumsi alkohol. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik dengan menekan area perut kanan untuk mendeteksi kemungkinan pembesaran hati.
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan tes tambahan, antara lain:
- Tes darah, untuk menilai fungsi hati dan kadar penanda tumor
- Pemindaian (USG, CT scan, atau MRI), untuk melihat kondisi hati dan penyebaran kanker
- Biopsi hati, untuk memastikan jenis kanker melalui sampel jaringan
- Laparoskopi, bila diperlukan untuk melihat kondisi organ dalam secara langsung
Pengobatan Kanker Hati
Pengobatan kanker hati disesuaikan dengan stadium kanker, usia, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Berikut beberapa metode yang umum digunakan:
1. Operasi
Operasi dilakukan jika kanker masih terbatas di hati dan fungsi hati pasien masih baik. Tindakan ini dapat berupa pengangkatan sebagian hati yang terkena kanker atau transplantasi hati dengan donor.
2. Ablasi
Ablasi bertujuan menghancurkan sel kanker tanpa melalui operasi besar. Metode ini umumnya digunakan untuk tumor berukuran kecil atau pada pasien yang tidak memungkinkan menjalani operasi.
Ada beberapa jenis ablasi, yaitu:
- Ablasi radiofrekuensi (RFA), dengan menggunakan gelombang suara berkekuatan tinggi
- Ablasi gelombang mikro (MWA), dengan menggunakan gelombang elektromagnetik
- Cryoablation atau cryotherapy, dengan menggunakan nitrogen cair
- Ablasi etanol atau percutaneous ethanol injection (PEI), dengan menyuntikkan etanol langsung ke tumor untuk merusak sel-sel kanker
3. Embolisasi
Embolisasi dilakukan dengan cara menghambat aliran darah ke tumor di hati. Dengan berkurangnya suplai darah, pertumbuhan sel kanker dapat diperlambat atau dihentikan.
4. Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. Terapi ini biasanya diberikan pada kanker hati yang tidak dapat ditangani dengan operasi atau metode lain.
5. Kemoembolisasi (TACE)
Kemoembolisasi adalah kombinasi antara embolisasi dan kemoterapi yang diberikan langsung ke area tumor. Metode ini bertujuan mengecilkan ukuran kanker dan sering digunakan pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi.
6. Terapi target
Terapi target menggunakan obat yang bekerja secara spesifik pada molekul tertentu di dalam sel kanker. Metode ini umumnya digunakan pada kanker hati stadium lanjut, meskipun tidak semua pasien memberikan respons yang sama.
7. Imunoterapi
Imunoterapi bertujuan merangsang sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif melawan sel kanker. Terapi ini biasanya digunakan pada kanker hati stadium lanjut atau bila metode lain kurang efektif.
8. Radioterapi dan Radioembolisasi
Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel kanker di hati. Sementara itu, radioembolisasi dilakukan dengan memasukkan partikel kecil yang mengandung radiasi ke pembuluh darah hati untuk menargetkan tumor secara langsung.
Komplikasi Kanker Hati
Kanker hati dapat menyebabkan berbagai komplikasi akibat penyebaran kanker dan kerusakan fungsi hati, antara lain:
- Penyebaran kanker ke organ lain, seperti paru-paru atau tulang
- Mudah mengalami perdarahan, misalnya mimisan atau gusi berdarah
- Penyumbatan saluran empedu
- Penumpukan cairan di perut (asites) yang bisa memicu infeksi
- Tekanan tinggi pada pembuluh darah hati (hipertensi portal)
- Pembuluh darah di kerongkongan pecah (varises esofagus)
- Gangguan ginjal akibat kerusakan hati
- Gangguan fungsi otak akibat penumpukan racun dalam tubuh
Pencegahan Kanker Hati
Meski tidak selalu bisa dicegah, ada cara-cara untuk menurunkan risiko terjadinya kanker hati, yaitu:
- Lakukan vaksinasi hepatitis B.
- Jaga berat badan agar tetap ideal.
- Terapkan perilaku seks yang sehat, yakni dengan menggunakan kondom dan tidak berganti pasangan seksual
- Batasi konsumsi minuman beralkohol.
- Tidak merokok dan menjauhi asap rokok.