Tanda bayi kekurangan ASI sering kali luput disadari karena tampak sepele, seperti bayi lebih sering rewel, jarang pipis, atau tidak puas setelah menyusu. Padahal, kondisi ini bisa berdampak pada tumbuh kembang. Karena itu, penting mengenali tanda-tandanya sejak dini agar kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung gizi lengkap, antibodi, serta enzim yang mendukung tumbuh kembang dan daya tahan tubuh. Pemberian ASI yang cukup juga membantu menjaga berat badan ideal, perkembangan otak, serta melindungi bayi dari berbagai infeksi sejak dini.

Namun, tidak semua orang tua memahami tanda bayi kekurangan ASI karena tandanya sering tampak samar. Bayi bisa terlihat rewel, kurang puas setelah menyusu, atau berat badan sulit naik. Kurangnya pemahaman ini membuat kondisi sering terlambat disadari, sehingga perlu kewaspadaan sejak awal.
Ini Tanda Bayi Kekurangan ASI
Berikut ini beragam tanda bayi kekurangan ASI yang wajib diwaspadai oleh orang tua:
1. Berat badan sulit naik atau turun
Jika berat badan bayi tidak bertambah sesuai grafik pertumbuhan, atau justru menurun, ini bisa menjadi tanda bayi kekurangan ASI, Bunda. Idealnya, berat badan bayi naik sesuai usianya. Jika Si Kecil sering menyusu tetapi berat badannya tetap sulit naik, kondisi ini perlu diwaspadai dan dipantau secara rutin.
2. Bayi sering mengantuk atau lemas
Tanda bayi kekurangan ASI juga dapat terlihat dari kondisi bayi yang tampak lesu, kurang aktif, dan tidak bersemangat saat menyusu. Meski bayi memang sering tidur, kondisi ini perlu diwaspadai jika Si Kecil tampak terlalu lemas, tidur terus-menerus, dan sulit dibangunkan untuk menyusu.
3. Jarang buang air kecil
Bayi yang cukup ASI biasanya buang air kecil 6–8 kali sehari. Jika frekuensinya berkurang, urine berwarna kuning gelap, atau tidak pipis lebih dari 6 jam, hal ini bisa menandakan dehidrasi akibat kurang asupan cairan.
4. Mulut dan bibir kering
Salah satu tanda bayi kekurangan ASI adalah mulut dan bibir yang tampak kering, bahkan bisa pecah-pecah. Kondisi ini menandakan bayi mengalami dehidrasi karena asupan cairan tidak mencukupi, sehingga perlu segera diperhatikan agar fungsi tubuhnya tetap optimal.
5. Ubun-ubun cekung
Ubun-ubun yang terlihat lebih dalam atau cekung bisa menjadi tanda dehidrasi berat. Kondisi ini tergolong serius dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
6. Sering rewel dan menangis tanpa air mata
Tangisan bayi yang terus-menerus disertai tanpa keluarnya air mata dapat menandakan kekurangan cairan. Biasanya, bayi juga tampak tidak nyaman dan sulit ditenangkan meskipun sudah digendong atau disusui.
7. Jumlah feses sedikit atau sangat keras
Bayi yang kurang ASI dapat mengalami perubahan pola buang air besar, seperti jarang BAB atau feses menjadi lebih keras. Hal ini menandakan sistem pencernaan tidak mendapatkan cukup cairan untuk bekerja optimal.
Tips Mengatasi Bayi Kekurangan ASI
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi tanda bayi kekurangan ASI yang perlu diterapkan oleh ibu:
- Susui bayi lebih sering, minimal 2-3 jam sekali atau sesuai keinginan bayi.
- Perbaiki posisi dan pelekatan menyusui agar bayi bisa mengisap ASI secara optimal dan payudara dapat dikosongkan dengan baik.
- Pastikan Bunda cukup makan dan minum.
- Bunda perlu mengelola stres dengan baik dan cukup istirahat.
- Lakukan pijat laktasi atau kompres payudara sebelum menyusui agar ASI lancar.
- Pantau berat badan dan tumbuh kembang bayi.
- Konsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi.
Memahami berbagai tanda bayi kekurangan ASI sangat penting agar orang tua dapat segera mengambil langkah yang tepat. Dengan mengenali gejala sejak dini, kebutuhan nutrisi Si Kecil bisa terpenuhi dan risiko gangguan tumbuh kembang dapat diminimalkan.
Jika Bunda masih ragu dalam mengenali tanda bayi kekurangan ASI atau khawatir dengan kondisi Si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan penanganan yang sesuai.