Cara meningkatkan sel darah putih penting diketahui agar tubuh mampu melawan infeksi dan berbagai penyakit. Pasalnya, sel darah putih berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melindungi dari bakteri, virus, dan zat asing. Jika jumlahnya rendah, daya tahan tubuh bisa menurun dan risiko infeksi meningkat.

Tubuh secara alami memproduksi sel darah putih di sumsum tulang. Namun, jumlahnya bisa menurun akibat infeksi, stres berat, penggunaan obat-obatan tertentu, kekurangan nutrisi, atau kondisi medis kronis, seperti kanker dan penyakit autoimun. Penurunan sel darah putih tidak selalu menimbulkan gejala, tetapi jika dibiarkan, tubuh bisa lebih mudah terserang infeksi.

12 Cara Meningkatkan Sel Darah Putih agar Daya Tahan Tubuh Tetap Optimal - Alodokter

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara meningkatkan sel darah putih melalui pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang tepat.

Berbagai Cara Meningkatkan Sel Darah Putih

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu meningkatkan produksi dan fungsi sel darah putih di dalam tubuh:

1. Konsumsi makanan tinggi protein dan vitamin

Salah satu cara meningkatkan sel darah putih adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya protein dan vitamin. Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk dan memperbaiki sel, termasuk sel darah putih yang diproduksi di sumsum tulang. Selain itu, vitamin seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin E juga berperan penting dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi adalah telur, ikan, daging tanpa lemak, tahu, tempe, serta sayur dan buah seperti brokoli, jeruk, bayam, dan wortel.

2. Perbanyak asupan zat besi, zinc, dan folat

Mencukupi kebutuhan zat besi, zinc, dan folat juga termasuk cara meningkatkan sel darah putih yang penting dilakukan. Ketiga nutrisi ini berperan dalam proses pembentukan sel darah di sumsum tulang serta membantu menjaga fungsi sistem imun.

Sebaliknya, kekurangan nutrisi tersebut dapat membuat produksi sel darah putih tidak optimal. Anda bisa memperoleh asupan zat besi, zinc, dan folat dari makanan seperti daging merah, hati ayam, kacang merah, biji labu, dan sayuran hijau.

3. Berolahraga secara rutin

Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung kerja sistem kekebalan tubuh. Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam ringan selama sekitar 30 menit setiap hari, diketahui dapat membantu meningkatkan aktivitas sel imun, termasuk sel darah putih.

4. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga merupakan cara meningkatkan sel darah putih yang sering kali diabaikan. Cairan membantu menjaga keseimbangan fungsi organ tubuh, termasuk sistem peredaran darah dan sistem imun. 

Dengan asupan cairan yang cukup, sel darah putih dapat bekerja lebih optimal dalam melawan kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu, usahakan untuk minum air putih yang cukup sebanyak 8 gelas setiap hari.

5. Hentikan kebiasaan merokok

Merokok dapat merusak berbagai jaringan tubuh dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Zat berbahaya dalam rokok dapat mengganggu fungsi sel imun serta memengaruhi proses pembentukan sel darah di sumsum tulang. Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menjaga jumlah dan fungsi sel darah putih sehingga daya tahan tubuh tetap optimal.

6. Batasi konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Alkohol dapat mengganggu kerja sel imun dan dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi produksi sel darah di sumsum tulang. Oleh karena itu, membatasi konsumsi alkohol merupakan salah satu langkah penting untuk membantu menjaga keseimbangan jumlah sel darah putih.

7. Istirahat yang cukup dan kelola stres

Tidur yang cukup dan pengelolaan stres yang baik juga menjadi salah satu cara meningkatkan sel darah putih. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormon serta menurunkan respons tubuh terhadap infeksi.

Usahakan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam dan lakukan aktivitas yang dapat membantu meredakan stres, seperti relaksasi, meditasi, atau melakukan hobi yang disukai.

8. Konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter

Pada kondisi tertentu, seperti setelah menjalani kemoterapi, mengalami infeksi berat, atau gangguan pada sumsum tulang, penggunaan suplemen atau obat dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah putih. 

Namun, penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena jenis dan dosisnya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, sehingga sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter.

9. Transfusi granulosit

Transfusi granulosit dapat dipertimbangkan dokter untuk meningkatkan sel darah putih pada pasien dengan neutropenia berat yang mengalami infeksi serius, misalnya akibat kemoterapi atau gangguan sumsum tulang. 

Meski dapat membantu sementara, prosedur ini memiliki risiko seperti reaksi transfusi, gangguan paru, atau penularan infeksi sehingga hanya dilakukan pada kondisi tertentu di bawah pengawasan dokter.

10. Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang dapat menjadi salah satu cara meningkatkan sel darah putih jika penurunannya disebabkan gangguan pada sumsum tulang, seperti pada leukemia atau anemia aplastik

Prosedur ini mengganti sumsum tulang yang rusak dengan sel punca sehat, tetapi memiliki risiko seperti infeksi, penolakan donor, dan efek samping terapi sebelum transplantasi.

11. Mendapatkan imunisasi

Mendapatkan imunisasi sesuai jadwal juga dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap optimal. Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem imun untuk mengenali dan melawan kuman penyebab penyakit tertentu. Dengan mendapatkan imunisasi, tubuh dapat lebih siap menghadapi infeksi sehingga risiko penurunan fungsi sistem imun dapat berkurang. 

Pada beberapa kondisi dengan sel darah putih rendah, dokter mungkin akan menyesuaikan jenis atau waktu pemberian vaksin agar tetap aman dan efektif.

12. Menjalani pengobatan

Pada beberapa kasus, cara meningkatkan sel darah putih juga perlu dilakukan dengan mengobati penyebab yang mendasarinya. Misalnya, pada penurunan sel darah putih akibat infeksi HIV, pasien perlu menjalani terapi antiretroviral (ARV) untuk mengendalikan virus dan membantu memperbaiki fungsi sistem imun. 

Sementara itu, jika sel darah putih rendah terjadi akibat infeksi berat atau sepsis, dokter biasanya akan memberikan antibiotik atau pengobatan lain yang sesuai untuk mengatasi infeksinya.

Menerapkan berbagai cara meningkatkan sel darah putih secara konsisten dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dalam melawan infeksi. Dengan demikian, tubuh akan lebih siap menghadapi berbagai kuman penyebab penyakit dan proses pemulihan juga dapat berlangsung lebih optimal.

Jika berbagai cara meningkatkan sel darah putih di atas belum memberikan hasil yang optimal, terlebih jika Anda masih sering mengalami infeksi, mudah sakit, atau merasa tubuh cepat lelah, sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.