Spiranter adalah antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan dan infeksi kulit. Obat ini juga efektif melawan beberapa infeksi parasit, seperti kriptosporidiosis dan toksoplasmosis, terutama pada ibu hamil.

Spiranter mengandung spiramycin yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut selaput dan penggunaan obat ini harus berada di bawah pengawasan dokter untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
Apa Itu Spiranter
| Bahan aktif | Spiramycin 1,5 miu |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik makrolida |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri |
| Mengatasi infeksi parasit, termasuk toksoplasmosis saat kehamilan dan kriptosporidiosis | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Spiranter untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Spiranter khusus digunakan untuk ibu hamil yang didiagnosis mengalami toksoplasmosis. | |
| Spiranter untuk ibu menyusui | Kandungan spiramycin dalam Spiranter dapat terserap ke dalam ASI dan aman digunakan bagi ibu menyusui, kecuali jika bayi lahir prematur atau usia bayi belum genap 1 bulan. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Spiranter
Sebelum Anda mengonsumsi Spiranter, pastikan Anda memahami beberapa hal penting terlebih dahulu agar manfaat obat bisa diperoleh dengan aman dan optimal:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Spiranter tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap spiramycin atau obat lain yang tergolong sebagai antibiotik makrolida.
- Sampaikan ke dokter bila Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver atau kolesistitis .
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, kelainan hasil EKG, atau aritmia. Informasikan juga bila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung.
- Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Beri tahu dokter semua obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda digunakan.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Spiranter jika direncanakan untuk menjalani pemeriksaan medis atau operasi apa pun, termasuk operasi gigi.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan konsentrasi setelah mengonsumsi Spiranter, karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
- Segera cari bantuan medis jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Spiranter.
Dosis dan Aturan Pakai Spiranter
Dokter akan menentukan dosis dan durasi pengobatan Spiranter, tergantung jenis infeksi, tingkat keparahan, kondisi kesehatan, dan usia pasien. Berikut panduan dosis untuk beberapa kondisi:
Tujuan: Mengatasi infeksi bakteri atau infeksi parasit
- Dewasa: 2–3 gram per hari (6–9 juta IU) per hari, dibagi dalam 2–3 kali pemberian. Dosis dapat ditingkatkan sampai 5 gram (15 juta IU) per hari pada infeksi yang parah.
- Bayi dan anak-anak: 50–100 mg/kgBB per hari, dibagi dalam 2 kali pemberian, selama 6 minggu.
Tujuan: Menangani toksoplasmosis pada ibu hamil
- Dosis 1 gram (3 juta IU), 3 kali sehari.
Tujuan: Mencegah toksoplasmosis kongenital pada ibu yang terinfeksi di trimester pertama kehamilan
- Dosis 3–4 gram (9–12 juta IU) per hari.
Cara Menggunakan Spiranter dengan Benar
Gunakan Spiranter sesuai anjuran dokter dan selalu baca informasi pada kemasan obat. Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter. Mengikuti petunjuk penggunaan dengan tepat membantu obat bekerja optimal dan mengurangi risiko efek samping. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menggunakan Spiranter antara lain:
- Minumlah Spiranter saat perut kosong, sebaiknya 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Kalau perut terasa nyeri atau sensitif, Anda bisa mengonsumsinya bersamaan dengan makanan.
- Telan tablet Spiranter secara utuh, jangan dibelah, dikunyah, atau digerus, kecuali dokter menyarankan sebaliknya.
- Konsumsilah Spiranter pada waktu yang sama setiap harinya agar hasil pengobatan maksimal. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, abaikan dan jangan menggandakan dosis yang terlewat.
- Jangan menghentikan pengobatan dengan Spiranter lebih cepat dari yang dianjurkan dokter meskipun keluhan sudah hilang. Penggunaan Spiranter yang tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat membuat infeksi kambuh dan sulit diobati.
- Patuhi jadwal kontrol yang ditentukan dokter selama menggunakan Spiranter. Anda perlu menjalani tes fungsi hati secara berkala untuk memastikan bahwa pengobatan berjalan dengan baik.
- Simpan Spiranter di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari sinar matahari langsung serta jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Spiranter dengan Obat Lain
Spiranter dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain. Memahami interaksi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi selama pengobatan. Adapun interaksi obat yang mungkin muncul antara lain:
- Penurunan efektivitas penyerapan dan kadar obat carbidopa atau levodopa dalam darah
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika dikonsumsi dengan astemizole, cisapride, atau terfenadine
- Peningkatan risiko terjadinya dystonia jika dikonsumsi dengan fluphenazine
- Peningkatan risiko efek samping jika digunakan bersama obat yang memengaruhi kerja hati, seperti rifampisin atau fenitoin.
- Peningkatan risiko reaksi alergi jika Spiranter dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik lain dari golongan makrolida.
Untuk menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan Spiranter bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Spiranter
Penggunaan Spiranter, berisiko menimbulkan efek samping terutama bila penggunaannya menyalahi dosis. Efek samping yang muncul bisa berupa:
- Mual, muntah, atau diare
- Nyeri perut
- Hilang nafsu makan
- Sakit kepala atau pusing
Segera konsultasikan ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter.
Hentikan penggunaan Spiranter dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi parah, seperti pembengkakan di wajah atau tenggorokan, dan sesak napas.
- Gangguan irama jantung
- Gangguan saraf, seperti lemah otot
- Gejala kolitis pseudomembran, seperti diare cair, kram perut, demam, atau nanah pada feses