Tidak semua anak yang sulit konsentrasi dan hiperaktif pasti menderita ADHD. Anak-anak yang sehat umumnya sangat aktif dan sering membuat orang tuanya kewalahan. Remaja juga demikian. Walau terlihat seperti tidak mendengarkan pembicaraan, berperilaku impulsif, serta perhatian mereka cenderung mudah teralihkan, mereka belum tentu mengidap ADHD.

Oleh sebab itu, proses diagnosis ADHD membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Ada serangkaian pemeriksaan fisik serta psikologis dari dokter anak dan ahli psikiatri yang akan dijalani pasien. Selain keluarga, pihak sekolah (khususnya guru) juga sebaiknya terlibat dalam proses ini.

Di lain pihak, proses diagnosis ADHD pada penderita dewasa tergolong sulit. Diagnosis ini biasanya hanya bisa dipastikan jika penderita sudah mengalami gejala ADHD sejak masa kanak-kanak.

Dokter dan ahli psikiatri juga akan melibatkan keluarga (khususnya orang tua), guru, serta kenalan pasien untuk menanyakan perilakunya saat masih anak-anak. Menurut para ahli, pasien tidak dianggap menderita ADHD jika gejala-gejala tersebut tidak dialaminya sejak masa kanak-kanak.