Obat penyubur kandungan umumnya bekerja dengan melepaskan hormon yang mengatur atau memicu ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang merupakan penanda masa subur wanita. Obat untuk menangani gangguan ovulasi tersebut biasanya dapat berupa suntikan ataupun dapat dikonsumsi langsung.

Sebagian obat penyubur kandungan mendatangkan efek samping yang kemungkinan parah bagi sebagian orang, sementara yang lain mendatangkan hasil positif. Dokter dapat menganjurkan obat penyubur kandungan yang berbeda-beda berdasarkan kondisi medis, respons terhadap pengobatan, dan efek samping dari obat tersebut pada pasien.

Agar Berhasil, Obat Penyubur Kandungan Perlu Dipilih yang Paling Sesuai - Alodokter

Ada banyak obat penyubur kandungan yang tersedia, namun yang umum diresepkan oleh dokter di antaranya adalah:

Clomiphene Citrate

Clomiphene citrate telah digunakan lebih dari 40 tahun dan sering dipilih sebagai pilihan utama obat penyubur kandungan. Obat penyubur kandungan ini menyebabkan kelenjar pituitari dan hipotalamus pada otak melepaskan hormon yang merangsang ovarium untuk memproduksi sel telur.

Pada dasarnya, clomiphene dikonsumsi dengan dosis awal 50 miligram tiap hari selama lima hari. Hari pertama konsumsi obat ditentukan dari kapan dimulainya menstruasi. Disarankan untuk mengonsumsi pil clomiphene pertama kali pada hari ketiga, keempat, atau kelima menstruasi.

Tujuh hari setelah hari terakhir mengonsumsi obat, diharapkan akan terjadi ovulasi. Setelah ovulasi terjadi, umumnya dokter akan menyarankan untuk berhenti mengonsumsi clomiphene setelah enam bulan. Jika belum terjadi ovulasi, dosis dapat ditingkatkan sebanyak 50 mg per hari pada bulan berikutnya hingga dosis maksimal 150 gram per hari.

Keberhasilan obat penyubur kandungan jenis ini sekitar 60-80 persen. Obat-obatan lain mungkin akan diresepkan dokter jika pasien belum juga hamil setelah enam bulan pasca pengobatan.

Efek samping yang umum ditimbulkan oleh obat ini, yaitu:

  • Sakit kepala, mual, perut kembung, penglihatan buram, dan kepanasan (hot flashes).
  • Munculnya perubahan lendir serviks, yang dapat menyebabkan masa subur lebih sulit diprediksi. Perubahan ini juga dapat menyebabkan sperma lebih sulit masuk ke rahim.
  • Meningkatkan peluang bayi kembar.
  • Peningkatan berat badan.
  • Nyeri payudara.
  • Perdarahan pada vagina.

Metformin hydrochloride

Obat penyubur kandungan yang dikonsumsi harian ini membuat ovulasi berjalan normal dengan cara menurunkan kadar insulin dalam darah yang kemudian juga menurunkan kadar testosteron. Metformin sebenarnya diperuntukkan bagi penderita diabetes tipe 2 yang membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon insulin. Tetapi obat ini ternyata juga efektif untuk menangani gangguan ovulasi, terutama pada wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Obat yang dapat diberi tunggal atau dikombinasikan dengan clomiphene ini bermanfaat bagi wanita yang mengalami obesitas. Selain itu obat ini juga dapat digunakan oleh seseorang yang resisten terhadap efek penggunaan clomiphene sendiri.

Bromocriptine

Bromocriptine adalah obat penyubur kandungan yang berfungsi menyeimbangkan hormon yang mencegah pelepasan sel telur dari ovarium tiap bulan. Obat ini tepat digunakan oleh wanita yang terlalu banyak memiliki hormon prolaktin dalam tubuhnya sehingga menurunkan kadar hormon estrogen. Tingginya kadar prolaktin menjadikan wanita lebih sulit untuk hamil.

Obat penyubur kandungan ini dapat diberikan juga untuk pria yang mengalami masalah kesuburan karena kadar prolaktin yang berlebihan di dalam tubuhnya. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul yang dikonsumsi dengan cara diminum.

Gonadotropin

Gonadotropin terdiri dari luteinising hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) yang merangsang ovarium secara langsung untuk memproduksi dan mematangkan sel-sel telur. Obat hormon yang disuntikkan selama kurang lebih 12 hari ini, dapat digunakan pada wanita yang menjalani program bayi tabung atau pada penderita PCOS yang tidak merespons obat-obatan lain. Suntikan ini kemudian dapat diikuti suntikan human chorionic gonadotropin (hCG).

Terapi hormonal ini biasanya tidak menyebabkan efek samping secara langsung. Meski demikian, obat penyubur kandungan gonadotropin dapat menyebabkan pembesaran ovarium yang berakibat pada nyeri perut atau panggul. Efek samping lain dari obat ini yaitu mual, sakit kepala, perut kembung, peningkatan berat badan, pembengkakan di kaki dan menimbulkan jerawat.

Setelah mencermati berbagai pilihan obat penyubur kandungan di atas, langkah paling tepat adalah memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk menemukan terapi yang paling sesuai untuk kondisi kesehatan Anda.