Agonis GLP-1 adalah golongan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Obat ini biasanya diresepkan jika pengobatan dengan obat antidiabetes oral belum mampu mengontrol kadar gula darah secara optimal. Selain itu, agonis GLP-1 juga dapat membantu menurunkan berat badan.
Agonis GLP-1 bekerja dengan meniru hormon alami tubuh yang disebut glucagon-like peptide-1 (GLP-1). Hormon ini berperan dalam meningkatkan pelepasan insulin saat kadar gula darah tinggi, menghambat pelepasan glukagon, serta memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Kombinasi efek tersebut membantu mengontrol diabetes sekaligus mendukung penurunan berat badan. Untuk meningkatkan efektivitas pengobatan, penggunaan obat ini juga perlu disertai dengan pola makan bergizi seimbang dan olahraga teratur.
Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Agonis GLP-1
Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk dalam golongan agonis GLP-1, beserta merek dagangnya:
1. Semaglutide
Bentuk obat: Suntik, tablet
Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan kunjungi laman obat semaglutide.
2. Dulaglutide
Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Trulicity
Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan kunjungi laman obat dulaglutide.
3. Liraglutide
Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Saxenda, Victoza, Xultophy
Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan kunjungi laman obat liraglutide.
4. Exenatide
Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: -
Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan kunjungi laman obat exenatide.
5. Lixisenatide
Bentuk obat: Suntik
Merek dagang: Soliqua
Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan kunjungi laman obat lixisenatide.
Peringatan sebelum Menggunakan Agonis GLP-1
Sebelum menggunakan obat agonis GLP-1, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Agonis GLP-1 tidak boleh digunakan oleh pasien yang alergi terhadap obat ini.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita pankreatitis, penyakit ginjal, batu empedu, penyakit liver, retinopati diabetik, penyakit jantung, hipertiroidisme, atau gastroparesis.
- Beri tahu dokter jika sedang menderita diare, muntah-muntah, tidak bisa mendapat asupan cairan dari mulut, atau memiliki kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, atau sedang menyusui. Gunakan alat kontrasepsi selama menjalani pengobatan dengan agonis GLP-1.
- Sampaikan kepada mengenai semua obat lain yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi antarobat.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan agonis GLP-1. Minuman beralkohol bisa menambah berat efek hipoglikemia dari obat diabetes ini.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan jika timbul tanda hipoglikemia setelah menggunakan obat ini. Penggunaan agonis GLP-1, terutama yang dikombinasikan dengan sulfonilurea atau insulin suntik bisa menimbulkan hipoglikemia.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan agonis GLP-1.
Efek Samping dan Bahaya Agonis GLP-1
Efek samping yang muncul akibat penggunaan agonis GLP-1 berbeda-beda, tergantung pada jenis obat yang digunakan dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin timbul:
- Mual
- Muntah
- Diare
- Sembelit
- Penurunan nafsu makan
- Nyeri perut
Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas terjadi dan tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Meski jarang terjadi, penderita diabetes yang menggunakan agonis GLP-1 bisa mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut ini:
- Pusing berat seperti akan pingsan
- Gangguan penglihatan
- Perubahan suasana hati, perilaku, atau muncul pikiran untuk bunuh diri
- Gejala gangguan pankreas atau kandung empedu, antara lain mual dan muntah terus menerus, demam, mata atau kulit menguning (penyakit kuning), serta nyeri berat di perut bagian atas yang muncul mendadak dan menyebar ke punggung
- Tumor pada kelenjar tiroid, seperti bengkak atau benjolan di leher, sulit menelan, suara serak, atau napas pendek