Alena adalah obat untuk mengatasi insomnia, yang mengandung estazolam. Obat ini bisa meringankan keluhan sulit tidur, sering terbangun saat tidur, tidak bisa tidur nyenyak, atau bangun terlalu cepat dan tidak bisa tidur kembali. Alena hanya boleh digunakan atas resep dokter dan dalam waktu singkat.

Estazolam dalam Alena termasuk jenis obat penenang benzodiazepine. Bahan aktif ini bekerja dengan cara menekan aktivitas saraf di otak sehingga menghasilkan efek tenang dan kantuk. Cara kerja tersebut dapat membantu penderita insomnia tidur lebih cepat dan tidak sering terbangun sehingga tidur lebih nyenyak dan lebih lama.

Alena

Alena biasanya diberikan kepada pasien dewasa yang mengalami kesulitan tidur berat atau sementara, terutama jika keluhan tersebut tidak membaik dengan perawatan mandiri.

Produk Alena

Alena merupakan obat resep yang tersedia dalam 2 variasi, yaitu:

  • Alena 1 mg 30 Tablet, yang mengandung 1 mg estazolam tiap tabletnya
  • Alena 2 mg 30 Tablet, dengan bahan aktif 2 mg estazolam per tablet

Apa Itu Alena

Bahan aktif Estazolam
Golongan Obat resep
Kategori Obat penenang golongan benzodiazepine
Manfaat Mengatasi insomnia 
Digunakan oleh Dewasa 
Alena untuk ibu hamil Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin.
Obat dalam kategori ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil atau wanita yang mungkin sedang hamil.
Alena untuk ibu menyusui Jangan menggunakan Alena selama menyusui tanpa arahan dokter.
Hindari tidur di tempat tidur yang sama dengan bayi karena bisa meningkatkan risiko bayi mengalami gangguan pernapasan yang bisa berakibat fatal akibat tertindih.
Bentuk Tablet 

Peringatan sebelum Menggunakan Alena

Alena merupakan obat yang tidak boleh digunakan secara bebas. Penggunaan Alena yang tidak sesuai resep dokter dapat menimbulkan kecanduan hingga overdosis yang berakhir dengan kematian.

Terdapat beberapa hal penting lain yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi obat tidur ini:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Alena tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap Alena atau obat lain dari golongan benzodiazepin, seperti diazepam atau lorazepam.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami penyalahgunaan NAPZA, kecanduan alkohol, atau gangguan mental seperti depresi. Sampaikan juga ke dokter jika Anda pernah melakukan percobaan bunuh diri.
  • Bicarakan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami gangguan tidur selain insomnia, seperti sleep apnea atau penyakit tidur berjalan.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Alena jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, epilepsi atau kejang, penyakit ginjal, myasthenia gravis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal apa pun. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang membahayakan.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Alena jika direncanakan untuk menjalani operasi atau tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Alena. Obat ini dapat menyebabkan kantuk. Pastikan Anda benar-benar prima sebelum kembali beraktivitas.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol atau jus grapefruit selama menggunakan Alena.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter bila Anda sedang hamil, mungkin hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama menggunakan Alena. Obat ini bisa menyebabkan bayi lahir cacat jika terjadi kehamilan.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan Alena.

Dosis dan Aturan Pakai Alena

Alena hanya boleh digunakan dalam jangka pendek, sekitar 1–2 minggu. Berikut ini adalah dosis umum Alena untuk mengatasi insomnia:

  • Dewasa: 1–2 mg, yang dikonsumsi menjelang tidur.
  • Lansia: 0,5–1 mg, yang diminum sebelum tidur

Cara Menggunakan Alena dengan Benar

Gunakan Alena sesuai anjuran dokter dan bacalah informasi penggunaan yang tertera pada kemasan obat. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Ikutilah cara menggunakan Alena ini agar pengobatan menjadi lebih efektif:

  • Alena bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Konsumsi obat ini ketika Anda hendak tidur. Telan tablet obat dengan bantuan air putih.
  • Hubungi dokter jika insomnia tidak membaik dalam 7–10 hari pengobatan dengan Alena. Penambahan atau pengurangan dosis Alena harus dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk menghindari ketergantungan obat.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan dengan Alena. Berhenti menggunakan obat ini secara tiba-tiba bisa memperparah insomnia dan menimbulkan gejala putus obat, seperti kram otot, tremor, halusinasi, atau kejang.
  • Apabila insomnia yang Anda alami sudah membaik, dokter akan mengurangi dosis Alena secara bertahap sebelum menghentikan pengobatan.
  • Penggunaan Alena bisa diimbangi dengan menerapkan sleep hygiene. Hindari konsumsi minuman berkafein menjelang waktu tidur. Selain itu, biasakan tidur dengan jadwal yang teratur dan tidak tidur siang terlalu lama.
  • Simpan Alena di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menggunakan Alena yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Alena dengan Obat Lain

Ada beberapa efek interaksi yang dapat terjadi jika Alena digunakan bersama obat lain, yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang berakibat fatal dari Alena jika digunakan bersama dengan ketoconazole atau itraconazole
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Alena jika digunakan dengan erythromycin atau fluvoxamine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek kantuk dan gangguan pernapasan berat jika digunakan dengan alprazolam, diazepam, clonazepam, atau codeine
  • Penurunan efektivitas Alena jika digunakan dengan barbiturat, carbamazepine, phenytoin, atau rifampicin

Konsultasikan penggunaan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun kepada dokter sebelum minum Alena.

Efek Samping dan Bahaya Alena

Efek samping yang bisa terjadi setelah minum Alena meliputi:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Kantuk pada pagi dan siang hari
  • Mulut kering
  • Sakit perut
  • Konstipasi
  • Lemas atau kelelahan terutama pada pagi hari
  • Gangguan koordinasi gerak tubuh
  • Otot terasa kaku
  • Kaki terasa sakit

Hubungi dokter lewat chat jika efek samping di atas tidak membaik dalam beberapa hari. Segera ke IGD jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut setelah minum Alena:

  • Muncul pikiran atau upaya menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
  • Halusinasi
  • Sulit mengingat, mudah lupa, tidak bisa mengingat sama sekali, atau melakukan sesuatu tanpa sadar
  • Delusi
  • Linglung
  • Depresi
  • Gangguan perilaku

Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala overdosis, seperti napas lambat atau berat, kulit dan kuku pucat atau kebiruan, bicara cadel atau tidak beraturan, penurunan kesadaran, atau kantuk berat atau sulit bangun dari tidur.