Gejala awal pada anemia defisiensi besi terkadang tidak terdeteksi karena sangat ringan. Saat zat besi dalam darah semakin berkurang dan anemia bertambah parah, maka gejala lebih jelas terlihat. Gejala yang muncul pada anemia defisiensi besi meliputi:

  • Mudah lelah dan lemah.
  • Nafsu makan menurun, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Nyeri dada, detak jantung menjadi cepat, dan sesak napas.
  • Pucat.
  • Pusing atau pening,
  • Kaki dan tangan dingin.
  • Kesemutan pada kaki.
  • Lidah bengkak atau terasa sakit.
  • Makanan terasa aneh.
  • Telinga berdengung.
  • Kuku menjadi rapuh atau gampang patah.
  • Rambut mudah patah atau rontok.
  • Mengalami kesulitan dalam menelan (disfagia).
  • Luka terbuka di ujung mulut.
  • Restless leg syndrome (tungkai yang bergerak tidak terkontrol saat berbaring atau tidur).

Seseorang dinyatakan mengalami anemia defisiensi zat besi saat kadar hematokrit dan hemoglobin dalam darah sangat rendah, yang dapat dilihat melalui pemeriksaan hitung darah lengkap. Kadar hematokrit normal pada pria adalah 38 hingga 50 persen, dan pada wanita berkisar antara 34 hingga 44 persen. Sementara hemoglobin normal pada wanita dewasa adalah 12 hingga 15,5 g/dL, dan pada pria dewasa adalah 13,5 hingga 17,5 g/dL. Sedangkan wanita hamil dapat digolongkan menderita anemia saat kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL.