Penanganan anemia defisiensi besi dilakukan untuk mengembalikan kadar zat besi yang diperlukan tubuh, serta mengatasi penyebab anemia tersebut. Di bawah ini adalah pilihan penanganan yang dapat dilakukan.

Meningkatkan Asupan Zat Besi 

Penderita anemia defisiensi zat besi memerlukan tambahan asupan zat besi dari makanan. Oleh karena itu, para penderita disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi:

  • Daging merah, ayam, serta ati ayam.
  • Kacang-kacangan seperti kacang hitam, kacang hijau, kacang merah.
  • Makanan laut atau boga bahari seperti tiram, kerang dan ikan.
  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan brokoli.
  • Sereal yang diperkaya zat besi.
  • Buah kering, seperti kismis dan aprikot.

Di samping mengonsumsi makanan sarat zat besi, penderita juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin C untuk membantu tubuh dalam menyerap zat besi, serta membatasi makanan atau minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti kopi, susu, teh, makanan yang sarat asam fitat.

Mengonsumsi Suplemen Penambah Zat Besi

Suplemen penambah zat besi merupakan penanganan utama yang dilakukan dokter untuk memperbaiki defisiensi zat besi yang dialami pasien. Umumnya, pasien diminta mengonsumsi 150-200 mg setiap hari. Namun, dosis tersebut akan disesuaikan dokter berdasarkan kadar zat besi dalam tubuh pasien. Pemberian suplemen penambah zat besi ini biasanya dilakukan selama beberapa bulan untuk dapat memperbaiki defisiensi zat besi. Jika usus tidak bisa menyerap zat besi dengan baik, penambah zat besi dapat diberikan melalui infus.

Konsumsi suplemen sebaiknya dilakukan dalam keadaan perut kosong. Namun jika konsumsi suplemen ini mengganggu lambung, suplemen dapat dikonsumsi saat makan. Guna membantu penyerapan zat besi dalam tubuh, maka konsumsi suplemen sebaiknya diikuti dengan konsumsi minuman atau makanan yang sarat vitamin C.

Keluhan penderita anemia defisiensi zat besi biasanya akan berkurang dalam waktu satu minggu setelah terapi. Dokter juga akan memantaunya dengan tes darah.

Mengatasi penyebab anemia defisiensi zat besi

Jika anemia defisiensi zat besi disebabkan oleh perdarahan atau gangguan penyerapan zat besi, maka penanganan dapat dilakukan melalui pemberian obat. Contohnya adalah kontrasepsi oral untuk wanita yang mengalami menstruasi dengan perdarahan berlebihan, atau antibiotik untuk mengatasi infeksi dalam usus. Sedangkan untuk perdarahan karena polip, tumor, atau miom, dokter dapat mengatasinya dengan melakukan prosedur operasi.

Transfusi sel darah merah

Saat penanganan dengan suplemen tidak dapat mengatasi gejala yang dialami penderita dengan cepat, biasanya pada anemia yang berat dengan Hb rendah, maka dokter dapat melakukan transfusi sel darah merah.