Anemia yang tidak tertangani dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Salah satunya adalah masalah pada jantung, seperti detak jantung yang cepat dan tidak beraturan. Kondisi ini dapat memicu kardiomegali atau gagal jantung. Untuk wanita hamil, komplikasi yang timbul dari anemia defisiensi besi adalah kelahiran prematur atau berat badan lahir yang rendah pada bayi.

Pada bayi dan anak-anak, komplikasi yang dapat muncul adalah gangguan pertumbuhan. Selain itu, anak-anak penderita anemia ini juga rentan terkena infeksi. Kondisi ini dapat dicegah dengan memberi asi pada bayi selama 1 tahun, dan memberi sereal yang diperkaya zat besi (setelah bayi berusia 6 bulan) sampai bayi bisa mengonsumsi makanan padat lainnya.