Anemia defisiensi besi bukan sekadar menyebabkan tubuh mudah lelah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti:

1. Gangguan fungsi jantung 

Kadar hemoglobin yang rendah membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan aritmia, pembesaran jantung, dan gagal jantung

2. Penurunan daya tahan tubuh 

Perlu diketahui, zat besi tidak hanya berperan dalam pembentukan hemoglobin, tetapi juga sangat penting untuk fungsi sistem imun. Kekurangan zat besi dapat mengganggu kinerja sel-sel imun dalam melawan kuman, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan proses penyembuhan berlangsung lebih lama.

3. Gangguan sistem saraf dan kognitif

Salah satu komplikasi anemia defisiensi besi adalah gangguan sistem saraf dan kognitif. Ketika tubuh kekurangan zat besi, suplai oksigen ke otak menurun dan fungsi-fungsi tersebut ikut terganggu. Selain itu, kondisi ini juga berkaitan dengan peran penting zat besi dalam fungsi neurotransmitter dan aktivitas sel saraf.

Akibatnya, penderita dapat mengalami penurunan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan belajar. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi suasana hati, seperti mudah marah, cemas, atau kurang motivasi.

4. Penurunan kualitas hidup 

Jika berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik, anemia defisiensi besi dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan, penurunan produktivitas, serta gangguan aktivitas sehari-hari yang berdampak pada aspek fisik, mental, dan sosial.

5. Gangguan perkembangan anak 

Anemia defisiensi besi pada anak dapat mengganggu proses tumbuh kembang. Hal ini karena zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, perkembangan otak, serta fungsi sistem saraf. 

Otak anak, terutama pada masa bayi dan balita, sedang berkembang pesat sehingga sangat membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup. Ketika kadar zat besi rendah, pasokan oksigen ke otak ikut menurun dan proses perkembangan pun dapat terganggu.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar dan perkembangan perilaku anak.

6. Komplikasi pada kehamilan 

Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, kemampuan darah dalam membawa oksigen akan menurun, sehingga berdampak pada ibu maupun janin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, serta gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan. 

Selain itu, ibu hamil dengan anemia juga lebih rentan mengalami kelelahan berat, infeksi, hingga perdarahan pascamelahirkan. Pada kondisi yang berat dan tidak ditangani, anemia defisiensi besi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk kematian ibu dan bayi.

Komplikasi anemia defisiensi besi dapat dicegah dengan pemeriksaan dan pengobatan sejak dini. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi medis yang tepat, evaluasi gejala, serta saran penanganan sesuai kondisi Anda.