Kabar baiknya, anemia defisiensi besi bisa dicegah. Pencegahan ini dilakukan agar kadar zat besi dalam tubuh tetap tercukupi, produksi sel darah merah berjalan optimal, serta risiko munculnya gejala anemia defisiensi besi dapat diminimalkan. 

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah anemia defisiensi besi:

  • Mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati ayam, ikan, sayuran hijau, buah-buahan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan
  • Mengombinasikan makanan dengan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, stroberi, pepaya, kiwi, untuk meningkatkan penyerapan zat besi
  • Menghindari konsumsi teh atau kopi saat makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi
  • Mengatur pola makan khusus bagi vegetarian atau vegan agar tetap mencukupi kebutuhan zat besi
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter, terutama bagi kelompok berisiko
  • Memberikan ASI eksklusif atau susu formula yang diperkaya zat besi untuk bayi, terutama yang terlahir prematur
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi ibu hamil dan orang dengan risiko tinggi

Sementara itu, anemia defisiensi besi yang disebabkan oleh perdarahan sulit untuk dicegah. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri jika muncul tanda-tanda perdarahan agar tidak berlanjut menjadi kekurangan zat besi, terutama bagi yang mengalami menstruasi berat atau menderita penyakit maag sejak lama.

Langkah-langkah pencegahan ini sangat penting untuk dilakukan secara konsisten, terutama pada orang yang berisiko tinggi, seperti wanita usia subur, ibu hamil, anak-anak, remaja, serta individu dengan pola makan terbatas atau kondisi medis tertentu.

Konsultasi dengan dokter dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang tepat. Gunakan fitur Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi medis sesuai kondisi Anda.