Apisate adalah obat yang mengandung diethylpropion hydrochloride. Obat ini berfungsi untuk menekan nafsu makan pada program penurunan berat badan, khususnya pada pasien obesitas. Apisate hanya boleh digunakan sesuai resep dan pengawasan dokter.
Tiap tablet Apisate mengandung diethylpropion hydrochloride sebanyak 75 mg. Bahan aktif ini bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat untuk mengurangi sinyal lapar. Dengan cara kerja ini, penderita obesitas akan merasa kenyang lebih lama sehingga lebih mudah mengendalikan keinginan untuk makan.

Apisate biasanya diresepkan sebagai bagian dari program penurunan berat badan yang juga mencakup perbaikan pola makan rendah kalori dan olahraga rutin. Penggunaan Apisate harus diawasi oleh dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping sampai berisiko pada penyalahgunaan obat.
Apa Itu Apisate
| Bahan aktif | Diethylpropion hydrochloride |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Amina simpatomimetik (sympathomimetic amine) |
| Manfaat | Menekan nafsu makan dan menurunkan berat badan |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Apisate untuk ibu hamil | Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini. | |
| Apisate untuk ibu menyusui | Jangan menggunakan Apisate selama menyusui tanpa arahan dari dokter. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat lain yang lebih aman dikonsumsi selama menyusui. |
| Bentuk obat | Tablet lepas lambat |
Peringatan sebelum Menggunakan Apisate
Apisate hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan beberapa hal berikut ini:
- Informasikan kepada dokter seputar riwayat alergi yang dimiliki. Apisate tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap diethylpropion.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita hipertensi berat, glaukoma, hipertensi pulmonal, penyakit jantung, agitasi, pengerasan arteri (arteriosklerosis), hipertiroidisme, ketergantungan obat, atau penyalahgunaan NAPZA. Apisate tidak boleh digunakan oleh individu dengan kondisi tersebut.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Apisate jika Anda pernah atau sedang mengalami gangguan irama jantung, penyakit ginjal, gangguan katup jantung, kejang, atau epilepsi.
- Hindari penggunaan Apisate jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dalam 14 hari terakhir.
- Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen, produk herbal, atau obat lain untuk penurun berat badan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Apisate bila direncanakan untuk menjalani tindakan medis tertentu, termasuk operasi.
- Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Apisate.
Dosis dan Aturan Pakai Apisate
Dosis dan aturan pakai Apisate akan ditentukan oleh dokter dan disesuaikan dengan indeks massa tubuh, sehingga perlu dilakukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) terlebih dahulu. Apisate hanya direkomendasikan bagi penderita obesitas yang memiliki nilai IMT ≥30 kg/m² atau lebih.
Dosis umum Apisate untuk membantu menurunkan berat badan pada dewasa adalah:
- 75 mg, 1 kali sehari pada pagi hari.
Cara Menggunakan Apisate dengan Benar
Selalu ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan penggunaan yang terdapat pada kemasan sebelum mengonsumsi Apisate. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat tanpa persetujuan dokter.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari Apisate, ikutilah cara menggunakan obat ini dengan benar:
- Apisate sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, setidaknya 1 jam sebelum sarapan. Telan tablet obat secara utuh dengan bantuan air putih.
- Apabila Anda lupa mengonsumsi Apisate, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Ikutilah perbaikan pola makan rendah kalori yang ditentukan oleh dokter dan lakukan olahraga rutin untuk mengoptimalkan penurunan berat badan.
- Simpan Apisate di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Apisate yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Apisate dengan Obat Lain
Efek interaksi yang dapat terjadi jika Apisate digunakan bersama obat tertentu antara lain:
- Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah sangat tinggi bila digunakan dengan monoamine oxidase inhibitor (MAOI)
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan jantung serius, seperti aritmia, jika dipakai bersama obat penekan nafsu makan lainnya atau obat bius
- Penurunan efektivitas obat antidiabetes, misalnya insulin, dalam menurunkan kadar gula darah
- Penurunan efektivitas Apisate bila digunakan dengan obat golongan phenothiazine
- Penurunan efektivitas obat antihipertensi, seperti metildopa
- Peningkatan risiko terjadinya rasa kantuk atau pusing jika dikonsumsi bersamaan dengan obat penenang atau sedatif, misalnya benzodiazepine, dan obat tidur
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Apisate bersama obat, produk herbal, atau suplemen apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Apisate
Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Apisate antara lain:
- Mulut kering atau rasa tidak enak di mulut
- Pandangan kabur
- Sering merasa sedih
- Gangguan tidur (insomnia)
- Pusing atau sakit kepala
- Kulit kemerahan, memar, atau ruam ringan
- Mual, muntah, diare, perut kembung, atau sembelit
- Kantuk atau tubuh mudah lelah
- Penurunan gairah seksual
Efek samping tersebut bisa berbeda pada tiap orang. Konsultasikan melalui layanan Chat Bersama Dokter jika timbul keluhan tersebut dan sangat mengganggu. Dokter akan memberikan saran atau pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Segera ke dokter atau rumah sakit terdekat bila timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Nyeri dada atau sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Pembengkakan pada pergelangan kaki atau kaki
- Sangat cemas, gelisah, atau tegang
- Otot kedutan
- Perubahan suasana hati yang ekstrem, misalnya sangat senang atau malah sangat sedih
- Detak jantung cepat atau berdebar
- Pusing berat sampai terasa akan pingsan