Diethylpropion adalah obat yang digunakan untuk menurunkan berat badan pada individu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Penggunaan obat ini bisa didukung dengan berolahraga rutin dan membatasi asupan kalori agar hasilnya optimal.

Diethylpropion atau amfepramone merupakan obat penekan nafsu makan yang digunakan sebagai terapi jangka pendek pada penderita obesitas. Obat ini umumnya diresepkan dokter ketika upaya menurunkan berat badan melalui perbaikan pola makan dan olahraga belum memberikan hasil yang maksimal.

Diethylpropion

Diethylpropion bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat untuk mengurangi sinyal lapar. Dengan begitu, penderita obesitas akan merasa kenyang lebih lama dan lebih mudah mengendalikan keinginan untuk makan. Penggunaan obat ini harus dibatasi hanya beberapa minggu untuk meminimalkan risiko terjadinya efek samping.

Merek dagang diethylpropion: Apisate

Apa Itu Diethylpropion

Golongan  Obat resep
Kategori  Amina simpatomimetik (sympathomimetic amine)
Manfaat  Menekan nafsu makan dan menurunkan berat badan
Digunakan oleh Dewasa
Diethylpropion untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Jika Anda sedang hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini.
Diethylpropion untuk ibu menyusui Hindari penggunaan diethylpropion selama menyusui karena belum terbukti keamanannya untuk ibu maupun bayi yang disusui. Konsultasikan dengan dokter perihal pilihan obat lain yang lebih aman selama menyusui. 
Bentuk obat Tablet lepas lambat

Peringatan sebelum Menggunakan Diethylpropion

Diethylpropion hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda memiliki. Diethylpropion tidak boleh digunakan oleh pasien yang alergi terhadap obat ini. 
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita hipertensi pulmonal, penyakit jantung, agitasi, pengerasan arteri (arteriosklerosis), hipertiroidisme, hipertensi berat, glaukoma, atau ketergantungan obat maupun penyalahgunaan NAPZA. Diethylpropion tidak boleh digunakan oleh individu dengan kondisi tersebut.
  • Informasikan kepada dokter perihal penggunaan diethylpropion jika Anda pernah atau sedang mengalami penyakit ginjal, gangguan irama jantung, gangguan katup jantung, kejang, atau epilepsi. 
  • Jangan mengonsumsi diethylpropion jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dalam 14 hari terakhir.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen, produk herbal, atau obat lain untuk penurun berat badan. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi diethylpropion bila direncanakan untuk menjalani tindakan medis tertentu, termasuk operasi. 
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan diethylpropion.

Dosis dan Aturan Pakai Diethylpropion

Dosis dan aturan pakai diethylpropion akan ditentukan oleh dokter dan disesuaikan dengan indeks massa tubuh, sehingga perlu dilakukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) terlebih dahulu. Diethylpropion hanya direkomendasikan bagi penderita obesitas yang memiliki nilai IMT ≥30 kg/m² atau lebih.

Dosis umum diethylpropion untuk membantu menurunkan berat badan pada dewasa adalah:

  • 75 mg, 1 kali sehari pada pagi hari.

Cara Menggunakan Diethylpropion dengan Benar

Selalu ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan penggunaan yang terdapat pada kemasan obat sebelum mengonsumsi diethylpropion. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Guna mendapat manfaat yang optimal dari diethylpropion, ikutilah cara menggunakan obat ini dengan benar:

  • Diethylpropion sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, setidaknya 1 jam sebelum sarapan. Telan tablet secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Jika lupa mengonsumsi diethylpropion, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Ikutilah perbaikan pola makan rendah kalori yang ditentukan oleh dokter dan lakukan olahraga rutin untuk mengoptimalkan penurunan berat badan.
  • Simpan diethylpropion di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menggunakan diethylpropion yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. 

Interaksi Diethylpropion dengan Obat Lain

Efek interaksi yang dapat terjadi jika diethylpropion digunakan bersama obat tertentu antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah sangat tinggi bila digunakan dengan monoamine oxidase inhibitor (MAOI)
  • Peningkatan risiko terjadinya masalah jantung serius, seperti aritmia, jika dipakai bersama penekan nafsu makan lainnya atau obat bius
  • Penurunan efektivitas obat antidiabetes, misalnya insulin, dalam menurunkan kadar gula darah
  • Penurunan efektivitas diethylpropion bila digunakan dengan obat golongan phenothiazine
  • Penurunan efektivitas obat antihipertensi, seperti metildopa
  • Peningkatan risiko terjadinya rasa kantuk atau pusing jika dikonsumsi bersamaan dengan obat penenang atau sedatif, misalnya benzodiazepine, dan obat tidur

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan diethylpropion bersama obat, produk herbal, atau suplemen apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Diethylpropion

Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi diethylpropion antara lain:

  • Mulut kering atau rasa tidak enak di mulut
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mual, muntah, diare, perut kembung, atau sembelit
  • Pandangan kabur
  • Kantuk atau tubuh mudah lelah
  • Sering merasa sedih
  • Penurunan gairah seksual
  • Kulit kemerahan, memar, atau ruam ringan

Efek samping tersebut bisa berbeda pada tiap orang. Konsultasikan melalui layanan Chat Bersama Dokter jika timbul keluhan tersebut dan sangat mengganggu. Dokter akan memberikan saran atau pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.

Jangan tunda untuk segera ke dokter atau rumah sakit terdekat bila timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Nyeri dada atau sesak napas, terutama saat beraktivitas
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki atau kaki
  • Kecemasan berlebih, gelisah, atau tegang
  • Otot kedutan
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem, misalnya sangat senang atau malah sangat sedih
  • Detak jantung cepat atau berdebar
  • Pusing berat sampai terasa akan pingsan