Atarax adalah obat untuk mengatasi gangguan kecemasan dan gangguan panik. Atarax mengandung alprazolam yang termasuk obat golongan benzodiazepine. Obat ini hanya boleh dikonsumsi sesuai resep dokter.

Alprazolam di dalam Atarax merupakan obat penenang golongan benzodiazepine. Alprazolam mampu meningkatkan efek senyawa alami di otak yang bekerja sebagai penghambat aktivitas saraf sehingga bisa timbul efek tenang. Hasilnya, gangguan panik dan gangguan kecemasan, bisa berkurang.

Atarax

Produk Atarax

Atarax tersedia dalam 3 varian dengan kadar alprazolam yang berbeda dalam setiap tabletnya, yaitu:

  • Atarax 0,5 mg tablet, yang mengandung 0,5 mg alprazolam tiap tablet
  • Atarax 1 mg tablet, dengan kandungan 1 mg alprazolam tiap tabletnya
  • Atarax 0,25 mg tablet, dengan bahan aktif 0,25 mg alprazolam per tablet

Apa Itu Atarax

Bahan aktif  Alprazolam 
Golongan Obat resep
Kategori Benzodiazepine
Manfaat Meredakan gejala gangguan kecemasan dan gangguan panik
Digunakan oleh Dewasa
Atarax untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Atarax untuk ibu menyusui Alganax umumnya aman bila dikonsumsi sesekali ketika menyusui dan tidak direkomendasikan untuk pemakaian rutin. 
Jika ibu menyusui perlu minum obat ini dalam jangka panjang, pantau tanda-tanda pada bayi, seperti sering mengantuk, tidak mau menyusu, atau berat badan tidak naik.
Bentuk obat Tablet 

Peringatan sebelum Menggunakan Atarax

Sebelum menjalani pengobatan dengan Atarax, pastikan Anda memahami beberapa hal penting berikut terkait penggunaannya:

  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Individu yang alergi terhadap alprazolam tidak dianjurkan untuk menggunakan Atarax.
  • Bicarakan dengan dokter perihal penggunaan Atarax jika Anda pernah atau sedang menderita glaukoma, PPOK, penyakit ginjal, sleep apnea, penyakit liver, atau myasthenia gravis.
  • Sampaikan ke dokter mengenai penggunaan Atarax apabila Anda pernah atau sedang mengalami penyalahgunaan NAPZA, depresi, timbul pikiran untuk bunuh diri, dan kecanduan alkohol.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, mungkin hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Segera hentikan penggunaan Atarax jika Anda hamil, lalu konsultasikan dengan dokter.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Atarax. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping.
  • Hindari langsung berkendara atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan bila timbul pusing atau kantuk setelah minum Atarax. Pastikan Anda benar-benar prima sebelum beraktivitas kembali.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Atarax.

Dosis dan Aturan Pakai Atarax

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Atarax berdasarkan kondisi yang diobati:

Kondisi: Gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

  • 0,5–1 mg diminum sebelum tidur atau 0,5 mg, 3 kali sehari.

Kondisi: Gangguan kecemasan

  • 0,75–1,5 mg per hari dalam dosis terpisah.

Cara Menggunakan Atarax dengan Benar

Gunakan Atarax sesuai anjuran dokter dan pastikan untuk membaca informasi yang terdapat pada kemasan obat sebelum menggunakannya. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, gunakan Atarax sesuai petunjuk berikut:

  • Konsumsilah Atarax sebelum atau sesudah makan. Efek samping berupa kantuk akibat penggunaan Atarax bisa berkurang bila obat ini diminum segera setelah makan.
  • Telan tablet Atarax secara utuh dengan bantuan air putih.
  • Apabila Anda lupa menggunakan Atarax, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Lakukan kontrol sesuai dengan jadwal yang diberikan dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Atarax, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani pemeriksaan tertentu untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan.
  • Jangan berhenti menggunakan Atarax secara tiba-tiba karena berisiko memperburuk kondisi dan menimbulkan gejala putus obat, seperti kejang, susah tidur, dan tremor. Dokter akan menurunkan dosis secara bertahap jika pengobatan memang perlu dihentikan.
  • Simpan Atarax di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menggunakan Atarax yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. 

Interaksi Atarax dengan Obat Lain

Alprazolam yang terkandung dalam Atarax dapat menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama obat tertentu. Efek interaksi tersebut bisa berupa:

  • Penurunan efektivitas Atarax bila digunakan bersama carbamazepine atau phenytoin
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping Atarax jika dipakai dengan itraconazole, fluvoxamine, cimetidine, ketoconazole, erythromycin, fluoxetine, diltiazem, pil KB, obat antipsikotik, antidepresan, obat bius, antihistamin, atau obat antiansietas lain
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping berupa gangguan pernapasan berat hingga koma bila digunakan dengan obat golongan opioid, seperti tramadol
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari digoxin

Agar aman, sampaikan kepada dokter jika Anda berencana untuk menggunakan Atarax bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Atarax

Mengingat Atarax mengandung alprazolam, ada efek samping yang mungkin terjadi setelah minum obat ini, antara lain:

  • Mulut kering atau justru air liur berlebih
  • Kantuk berat
  • Pusing
  • Sembelit atau malah diare 
  • Hilang nafsu makan
  • Gairah seksual meningkat atau malah menurun
  • Linglung

Konsultasikan dengan dokter lewat chat jika timbul keluhan di atas dan tidak segera mereda atau makin berat. Dokter akan memberikan saran atau pengobatan awal.

Segera cari pertolongan medis bila mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Mudah lupa
  • Napas pendek
  • Gangguan keseimbangan
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem atau muncul pikiran bunuh diri
  • Depresi
  • Halusinasi
  • Kesulitan berbicara
  • Penyakit kuning
  • Kejang