Gangguan panik adalah kondisi yang ditandai dengan serangan panik atau kecemasan berlebihan secara tiba-tiba. Gangguan ini dapat terjadi berulang kali tanpa alasan yang jelas.

Gangguan panik merupakan salah satu jenis gangguan kecemasan. Seseorang lebih berisiko terkena kondisi ini jika mengalami peristiwa traumatis pada masa lalu, menderita jenis gangguan mental lain, atau memiliki keluarga dengan gangguan panik.

Gangguan Panik

Gangguan panik dapat ditangani dengan psikoterapi atau pemberian obat-obatan. Penanganan tersebut bertujuan untuk mengurangi frekuensi kemunculan gejala gangguan panik dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

Penyebab Gangguan Panik

Penyebab gangguan panik belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat adanya kelainan di bagian otak bernama amigdala. Pada penderita gangguan panik, amigdala mengeluarkan respons berlebihan terhadap rasa takut pada benda, orang, atau situasi tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya.

Selain itu, ketidakseimbangan asam gamma-aminobutirat (GABA), hormon kortisol, atau hormon serotonin, juga diyakini menjadi penyebab gangguan panik.

Meski penyebab gangguan panik belum diketahui, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kondisi ini, yaitu:

  • Memiliki keluarga yang menderita gangguan panik
  • Menderita penyakit mental lain, seperti depresi dan gangguan kecemasan
  • Mengalami kejadian traumatis, seperti kecelakaan, kekerasan fisik, atau kekerasan seksual
  • Mengalami perubahan drastis dalam hidup, seperti perceraian, kematian orang tercinta, atau kehilangan pekerjaan

Gejala Gangguan Panik

Gangguan panik ditandai dengan terjadinya serangan panik yang mendadak dan berulang. Jumlah kemunculan dari keluhan ini dapat bervariasi pada tiap penderita. Umumnya, serangan panik bisa timbul setidaknya 4 kali dalam sehari, atau dalam kurun waktu 1 tahun.

Ketika serangan panik muncul, ada beberapa gejala yang mungkin menyertainya, yaitu:

  • Nyeri dada
  • Sensasi tersedak atau tercekik
  • Menggigil
  • Mual
  • Mulut kering
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar
  • Berkeringat
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
  • Gemetar

Gejala-gejala di atas dapat terjadi setiap saat dan biasanya timbul selama 5–20 menit. Pada kasus yang berat, keluhan akibat gangguan panik bisa berlangsung lebih dari 1 jam.

Kapan harus ke dokter

Jika Anda mengalami gejala gangguan panik, terutama bila sering muncul, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan medis yang tepat. Hal ini karena gangguan panik tidak dapat ditangani secara mandiri dan bisa makin parah tanpa pengobatan yang sesuai.

Perlu diketahui bahwa beberapa gejala gangguan panik mirip dengan masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung atau gangguan tiroid. Oleh sebab itu, penting untuk mendeteksi lebih awal penyebab munculnya keluhan tersebut.

Diagnosis Gangguan Panik

Diagnosis gangguan panik dimulai dengan tanya jawab mengenai kondisi pasien. Hal-hal yang ditanyakan dokter meliputi:

  • Gejala yang muncul dan durasinya
  • Penyakit yang sedang diderita
  • Penyakit di dalam keluarga
  • Hal-hal yang membuat takut, khawatir, atau stres

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, yaitu tes darah untuk memeriksa fungsi tiroid, serta rekam jantung (elektrokardiografi).

Setelah itu, dokter akan menggunakan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM–5) guna mendiagnosis gangguan panik. Beberapa kriteria yang menunjukkan pasien mengalami kondisi ini adalah:

  • Serangan panik terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan pasti dalam kurun waktu 1 bulan, hingga membuat penderita mengalami perubahan perilaku, termasuk menghindari situasi pemicu kepanikan.
  • Serangan panik sering terjadi tanpa sebab yang jelas.
  • Serangan panik tidak muncul akibat penggunaan NAPZA atau pengobatan kondisi medis tertentu.
  • Serangan panik bukan merupakan gejala dari gangguan mental lain, seperti post-traumatic stress disorder atau gangguan obsesif kompulsif.

Pengobatan Gangguan Panik

Pengobatan gangguan panik bertujuan untuk mengurangi intensitas dan frekuensi serangan panik, serta membantu meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Ada dua metode untuk mengatasi gangguan panik, yaitu:

Psikoterapi

Salah satu jenis psikoterapi yang direkomendasikan untuk menangani gangguan panik adalah terapi perilaku kognitif.

Seorang terapis akan mengajarkan pasien untuk berpikir, berperilaku, dan bereaksi terhadap perasaan yang muncul akibat serangan panik. Dengan demikian, pasien bisa mengatasi ketakutan terhadap situasi yang terjadi selama serangan panik.

Obat-obatan

Dokter juga bisa meresepkan obat-obatan untuk mengatasi gangguan panik. Jenis obat yang dapat diresepkan oleh dokter antara lain:

  • Obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti fluoxetine dan sertraline, atau golongan serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI), seperti venlafaxine
  • Benzodiazepine, seperti alprazolam dan clonazepam, untuk mengatasi gangguan panik dalam jangka pendek

Komplikasi Gangguan Panik

Gangguan panik yang tidak ditangani dengan tepat dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya dan menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Depresi
  • Enggan bersosialisasi
  • Masalah di sekolah atau tempat kerja
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Kecanduan alkohol
  • Percobaan bunuh diri
  • Fobia, misalnya agorafobia, yaitu takut berlebihan pada tempat atau situasi yang menyebabkan panik

Pencegahan Gangguan Panik

Belum ada cara pasti yang dapat mencegah gangguan panik. Akan tetapi, bila Anda sedang menjalani terapi untuk kondisi ini, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mendukung proses perawatan, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Menghindari minuman berkafein dan beralkohol
  • Membatasi asupan makanan dan minuman manis
  • Melakukan latihan relaksasi, seperti yoga dan mindfulness
  • Berhenti merokok
  • Bergabung dengan kelompok penderita gangguan panik untuk saling berbagi informasi
  • Berolahraga rutin
  • Beristirahat atau tidur yang cukup, yaitu selama 8 jam per hari
  • Berkonsultasi dengan dokter jika perlu menggunakan obat bebas atau obat herbal karena beberapa kandungan di dalamnya dapat meningkatkan kecemasan