Bengkak di bawah telinga berupa benjolan yang ukurannya bervariasi dan bisa menjalar hingga leher. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, sehingga penanganannya pun tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Bengkak di bawah telinga bisa mengganggu penampilan, terutama jika ukurannya besar dan tidak dapat ditutupi dengan rambut. Kondisi ini merupakan gejala dari suatu penyakit yang umumnya tidak berbahaya. Namun, Anda perlu waspada ketika bengkak tidak kunjung hilang atau terasa nyeri saat disentuh.

Bengkak di Bawah Telinga, Kenali Penyebab dan Penanganannya - Alodokter

Penyebab dan Penanganan Bengkak di Bawah Telinga

Bengkak di bawah telinga umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Namun, bengkak juga bisa terjadi akibat kondisi lain. Berikut ini adalah hal yang bisa menyebabkan bengkak di bawah telinga:

1. Gondongan

Gondongan bisa menyebabkan bengkak di bawah telinga yang cukup besar hingga menjalar ke leher bahkan pipi. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar parotis mengalami peradangan akibat infeksi virus dari golongan paramyxovirus.

Kelenjar parotis terletak di bawah telinga dan berfungsi untuk memproduksi air liur. Oleh karena itu, penderitanya akan mengalami nyeri saat mengunyah atau menelan makanan yang memicu produksi air liur.

Jika sistem daya tubuh penderita baik, gondongan dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu. Namun, untuk mengurangi nyeri, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

2. Impaksi

Bengkak di bawah telinga juga dapat disebabkan oleh impaksi gigi atau ketika gigi bungsu tidak dapat tumbuh dengan sempurna, baik sebagian maupun sepenuhnya, sehingga tertanam di dalam gusi.

Impaksi biasanya terjadi pada gigi geraham di belakang mulut yang tumbuh terakhir saat dewasa (gigi bungsu), sehingga membuat gusi di sekitarnya membengkak. Saking bengkaknya gusi tersebut, area pipi sampai bawah telinga akan ikut membesar.

Untuk mengatasinya, dokter biasanya menyarankan untuk mencabut gigi bungsu yang mengalami impaksi. Sementara untuk meredakan nyeri, Anda bisa mengompres dingin area yang nyeri dan minum obat pereda nyeri, seperti asam mefenamat, ibuprofen, atau paracetamol.

3. Otitis eksterna

Otitis eksterna adalah infeksi yang terjadi di saluran telinga luar. Infeksi telinga ini biasa terjadi karena masuknya air ke dalam telinga saat mandi atau berenang. Air yang terperangkap bisa membuat lubang telinga menjadi lembap dan menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

Selain di liang telinga, bengkak juga bisa menjalar ke leher bagian atas maupun di bawah telinga. Keluhan ini juga bisa disertai dengan gatal, kemerahan, dan nyeri di telinga.

Jika Anda merasakan gejala tersebut, jangan segan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan meresepkan obat tetes telinga antibiotik untuk membasmi bakteri penyebab infeksi.

Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat tetes kortikosteroid untuk mengurangi bengkak akibat peradangan dan obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit telinga.

4. Pembengkakan kelenjar getah bening

Bengkak di bawah telinga juga dapat disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini umum terjadi sebagai reaksi banyaknya sel kekebalan tubuh yang diproduksi untuk melawan penyebab penyakit atau infeksi.

Bengkak di bawah telinga akibat pembengkakan kelenjar getah bening umunya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, hal ini juga dapat menjadi gejala dari tuberkulosis, lupus, hingga kanker.

Jika terasa nyeri, Anda dapat melakukan kompres hangat pada bengkak di bawah telinga dan minum obat pereda nyeri. Namun, jika nyeri tidak kunjung hilang atau bengkak membesar, Anda sebaiknya memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter.

5. Lipoma

Bengkak di bawah telinga yang terasa lunak, mudah untuk digoyangkan, tetapi tidak nyeri saat ditekan, bisa menjadi ciri-ciri dari lipoma. Kondisi ini terbentuk dari lemak yang tumbuh di antara kulit dan lapisan otot.

Lipoma umumnya tidak memerlukan penanganan khusus karena tidak berbahaya dan tidak bersifat ganas. Namun, jika lipoma makin membesar, terasa nyeri, atau mengganggu pergerakan, prosedur operasi dapat dilakukan untuk menghilangkannya.

Penanganan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyuntikkan kortikosteroid untuk mengecilkan benjolan. Akan tetapi, metode ini tidak dapat menghilangkan lipoma sepenuhnya.

6. Infeksi kelenjar ludah

Bengkak di bawah telinga dapat menjadi gejala dari infeksi kelenjar ludah (sialadenitis). Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Selain bengkak, sialadenitis juga bisa menimbulkan gejala berupa nyeri, demam, mulut kering, dan berkurangnya produksi air liur.

Infeksi kelenjar ludah lebih mudah terjadi jika mengalami penyumbatan di saluran kelenjar ludah atau batu kelenjar ludah. Kondisi ini juga lebih rentan terjadi pada orang yang dehidrasi maupun sedang mengonsumsi obat diuretik atau antihistamin.

Pemberian terapi cairan maupun antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi menyebar ke kepala, leher, bahkan ke seluruh tubuh. Jika setelah menjalani pengobatan selama 2 hari tetapi keluhan tidak membaik atau bengkak di bawah telinga disertai nanah, dokter akan melakukan operasi untuk mengatasinya.

7. Radang tenggorokan

Bengkak di bawah telinga juga bisa terjadi saat Anda mengalami radang tenggorokan. Kebanyakan penyebab radang merupakan infeksi virus atau bakteri.

Jika disebabkan oleh radang tenggorokan, gejala lain yang bisa dialami adalah sakit saat menelan, suara serak, demam, sakit kepala, amandel membengkak, dan pegal-pegal.

Untuk mempercepat penyembuhan bengkak di bawah telinga akibat radang tenggorokan, istirahatlah yang cukup dan minumlah banyak air putih. Anda juga disarankan untuk berkumur menggunakan air garam dengan cara melarutkan ½ sendok teh garam ke dalam 1 gelas (240 mililiter) air hangat.

Bengkak di bawah telinga biasanya tidak perlu dikhawatirkan karena bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika dalam 2 minggu tidak kempis atau makin membesar, disertai demam lebih dari 3 hari, maupun gejala lain yang mengganggu aktivitas, periksakanlah diri ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai.