Berapa lama operasi caesar mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang muncul saat mempersiapkan persalinan. Mengetahui perkiraan durasi operasi dapat membantu Bunda lebih siap secara fisik dan mental, sekaligus memahami apa yang mungkin terjadi selama proses persalinan hingga setelah tindakan selesai.

Mungkin Bunda bertanya-tanya, berapa lama operasi caesar akan berlangsung, terutama jika akan menjalani operasi untuk pertama kalinya. Secara umum, operasi caesar termasuk tindakan yang relatif singkat. Meski begitu, durasi operasinya bisa berbeda pada setiap ibu.

Berapa Lama Operasi Caesar? Ini Tahapan dan Faktor yang Memengaruhinya - Alodokter

Berapa Lama Operasi Caesar dan Bagaimana Tahapannya?

Secara umum, operasi caesar berlangsung sekitar 45–90 menit. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan dapat membutuhkan waktu lebih lama, bahkan sekitar 1,5–2 jam. Durasi tersebut bukan patokan pasti karena dapat dipengaruhi oleh kondisi ibu dan bayi, riwayat operasi sebelumnya, serta ada tidaknya komplikasi selama tindakan.

Perlu diingat, lama operasi caesar tidak sama dengan total waktu yang Bunda habiskan di ruang operasi. Sebelum tindakan dimulai, Bunda perlu menjalani beberapa persiapan, seperti pemeriksaan kondisi tubuh dan pembiusan. Setelah operasi selesai, Bunda juga akan dipantau terlebih dahulu di ruang pemulihan.

Jadi, waktu dari mulai persiapan hingga selesai pemantauan bisa lebih lama daripada durasi operasinya. Agar lebih mudah dibayangkan, berikut ini adalah tahapan operasi caesar dan perkiraan waktu yang dibutuhkan:

1. Persiapan sebelum operasi (sekitar 15–30 menit)

Sebelum operasi dimulai, Bunda akan menjalani beberapa persiapan untuk memastikan kondisi tubuh siap menjalani tindakan. Petugas medis biasanya akan memeriksa tekanan darah, denyut nadi, dan kondisi kesehatan lainnya, kemudian memasang infus dan memberikan obat bius.

Pada operasi caesar, jenis pembiusan yang paling sering digunakan adalah anestesi regional, seperti spinal atau epidural. Dengan pembiusan ini, Bunda tetap sadar selama operasi, tetapi bagian tubuh dari pinggang ke bawah dibuat mati rasa sehingga tidak merasakan nyeri saat dokter melakukan tindakan.

2. Tindakan operasi, dari sayatan hingga penutupan jahitan (30–60 menit)

Setelah pembiusan bekerja dengan baik, dokter akan membuat sayatan pada perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi. Bayi biasanya lahir dalam beberapa menit setelah operasi dimulai.

Selanjutnya, dokter akan mengeluarkan plasenta dan memeriksa kondisi rahim serta memastikan perdarahan terkendali. Setelah itu, sayatan pada rahim dan perut akan ditutup secara bertahap menggunakan jahitan.

Jika kondisi Bunda dan bayi stabil, kontak kulit ke kulit dapat dilakukan lebih awal sesuai kondisi medis dan kebijakan rumah sakit. Setelah seluruh tindakan selesai, Bunda kemudian biasanya dipindahkan ke ruang pemulihan untuk mendapatkan pemantauan lebih lanjut hingga kondisi dinilai cukup stabil.

3. Pemantauan di ruang pemulihan (30–60 menit)

Setelah operasi selesai, Bunda biasanya dipindahkan ke ruang pemulihan atau PACU (post-anesthesia care unit) untuk dipantau setelah mendapatkan pembiusan.

Pada tahap ini, tim medis akan memeriksa tekanan darah, denyut jantung, pernapasan, kadar oksigen, serta kondisi luka dan perdarahan. Efek pembiusan dan tingkat kesadaran Bunda juga akan dipantau hingga kondisinya cukup stabil.

Setelah kondisi Bunda mulai stabil, tim medis dapat memberikan obat untuk membantu mengontrol nyeri. Jika kondisi Bunda dan bayi memungkinkan, Bunda juga dapat mulai menyusui. Selanjutnya, setelah efek pembiusan mulai berkurang dan kondisi Bunda cukup stabil, Bunda akan dipindahkan ke ruang perawatan untuk proses pemulihan.

Apa Saja yang Dapat Memengaruhi Durasi Operasi Caesar?

Tidak semua operasi caesar berlangsung dengan durasi yang sama. Pada sebagian ibu, tindakan dapat selesai dalam waktu relatif singkat, sedangkan pada kondisi tertentu dokter membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan proses berjalan aman. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi berapa lama operasi caesar antara lain:

1. Riwayat operasi caesar sebelumnya

Operasi caesar pertama tidak selalu lebih cepat daripada operasi berikutnya. Pada operasi berulang, jaringan parut atau perlengketan akibat operasi sebelumnya dapat membuat dokter perlu bekerja lebih hati-hati saat mengakses rahim sehingga tindakan bisa berlangsung lebih lama.

2. Kondisi kesehatan ibu

Kondisi kesehatan Bunda sebelum atau selama operasi juga dapat memengaruhi durasi tindakan. Misalnya, tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau perdarahan dapat membuat tim medis perlu melakukan pemantauan lebih ketat dan penanganan tambahan.

Akibatnya, operasi bisa berlangsung lebih lama, terutama jika kondisi tersebut meningkatkan risiko komplikasi selama tindakan.

3. Posisi dan kondisi bayi

Posisi dan ukuran bayi juga dapat memengaruhi kelancaran proses operasi. Misalnya, bayi dalam posisi sungsang atau berukuran besar dapat membuat proses mengeluarkan bayi dari rahim menjadi lebih menantang.

Dalam kondisi seperti ini, dokter mungkin membutuhkan waktu lebih lama dan melakukan langkah tambahan untuk memastikan bayi dapat dilahirkan dengan aman.

4. Kondisi plasenta

Posisi plasenta juga dapat memengaruhi berapa lama operasi caesar. Misalnya, pada plasenta previa, plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, sehingga risiko perdarahan saat persalinan dapat meningkat.

Kondisi ini membuat dokter perlu lebih berhati-hati saat melakukan operasi dan mengendalikan perdarahan, sehingga tindakan mungkin membutuhkan waktu lebih lama.

5. Perlengketan atau perdarahan selama operasi

Pada beberapa kasus, jaringan di sekitar rahim atau organ lain dapat mengalami perlengketan akibat operasi sebelumnya. Jika terjadi perdarahan atau ditemukan kondisi lain selama tindakan, dokter mungkin membutuhkan waktu tambahan untuk mengatasinya.

6. Operasi dalam kondisi darurat

Operasi caesar yang dilakukan dalam keadaan darurat dapat memiliki durasi dan alur yang berbeda dari operasi yang sudah direncanakan. Tindakan ini biasanya dilakukan ketika kondisi Bunda atau bayi membutuhkan persalinan segera, misalnya perdarahan, gawat janin, atau persalinan yang tidak berkembang.

Dalam situasi tersebut, tim medis akan bergerak lebih cepat sambil tetap memastikan kondisi Bunda dan bayi terpantau dengan baik. Berapa lama operasi caesar juga dapat berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan tindakan yang diperlukan selama proses persalinan.

Mengetahui berapa lama operasi caesar dan apa saja yang dapat memengaruhi durasinya dapat membantu Bunda mempersiapkan diri dengan lebih baik. Jika masih memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang operasi yang akan dijalani, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter.

Perlu diingat, operasi caesar yang berlangsung lebih lama tidak selalu berarti ada masalah serius. Setiap ibu memiliki kondisi dan riwayat kesehatan yang berbeda, sehingga durasi operasi pun dapat berbeda.

Jika Bunda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai persiapan, proses, atau pemulihan setelah operasi caesar, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, Bunda bisa mendapatkan informasi yang akurat dan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.