Jamur merupakan salah satu bahan makanan yang lezat. Tak hanya sebagai makanan, ada pula beberapa jenis jamur yang dimanfaatkan sebagai obat herbal karena diyakini dapat membantu mengatasi kondisi kesehatan tertentu. Salah satunya yaitu jamur ganoderma.

Ganoderma merupakan jamur yang tumbuh pada kayu. Jamur ini banyak ditemui di daerah panas dan lembap di kawasan Asia. Badan jamur tampak seperti kipas berwarna kuning atau cokelat pada lapisan dalam. Jamur ini banyak digunakan sebagai obat-obatan tradisional Asia. Di Tiongkok, ganoderma disebut lingzhi. Sementara itu, di Jepang disebut reishi.

Berhati-hati Mengambil Manfaat Jamur Ganoderma - Alodokter

Komposisi jamur ganoderma terutama terdiri dari air, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, dan beberapa jenis vitamin dan mineral, seperti kalsium, kalium, fosfor, magnesium, selenium, zinc, dan tembaga. Beberapa jenis jamur ganoderma mengandung bahan bioaktif seperti triterpenoid, lektin, peptidoglikan dan polisakarida. Zat lain seperti zat besi, cadmium dan merkuri juga terdapat pada ganoderma, namun kadarnya sangat rendah.

Manfaat Jamur Ganoderma

Secara tradisional, ganoderma banyak digunakan untuk menyehatkan badan. Namun, kini tengah dilakukan berbagai penelitian untuk mencari kemungkinan manfaat ganoderma untuk pengobatan, antara lain:

  • Memperkuat sistem imunitas

Salah satu manfaat terbaik jamur ganoderma adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh. Uji laboratorium menunjukkan bahwa jamur ganoderma dapat memberi pengaruh baik terhadap sel darah putih yang menjadi bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk memerangi infeksi.

Sebuah studi terbatas meneliti penggunaan ganoderma pada pasien yang mengalami nyeri saraf setelah terinfeksi virus varicella zoster. Hasil perawatan menunjukkan terjadi penurunan rasa nyeri dan penyembuhan luka, tanpa dilaporkan adanya gejala keracunan. Studi lain menemukan, penggunaan ganoderma dengan herbal lain dapat mempercepat pemulihan pada herpes genitalis dan herpes labialis. Meski demikian, manfaat ganoderma sebagai obat masih perlu dikaji lebih dalam.

  • Melawan lelah, meredakan kecemasan dan depresi

Selain memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, jamur ganoderma juga dipercaya dapat meningkatkan kualitas hidup, membuat tubuh tidak mudah lelah, dan meredakan gangguan kecemasan bahkan depresi. Akan tetapi efek samping dan keamanan penggunaan ganoderma sebagai pengobatan gangguan ini masih belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

  • Mencegah penyakit jantung

Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, hasil awal studi menemukan kemungkinan manfaat ganoderma jenis tertentu. Diketahui beberapa jenis jamur ini dapat mengurangi gejala sakit dada dan sulit bernapas akibat tersumbatnya pembuluh darah bersih atau arteri.

  • Melindungi sel dari kerusakan

Beberapa kandungan ganoderma, termasuk polisakarida dan triterpenoid, menunjukkan aktivitas antioksidan di dalam penelitian. Antioksidan akan melindungi sel dari kerusakan sekaligus melindungi imunitas sel, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya kanker ataupun penyakit kronis lain.

  • Menekan sel kanker

Ganoderma merupakan salah satu jenis tumbuhan yang diteliti sebagai antikanker. Ekstrak ganoderma yang kaya kandungan polisakarida dan triterpenoid diduga dapat mencegah sel normal menjadi sel kanker dan menekan efek tumbuhnya tumor. Meski demikian, penelitian ini lebih banyak dilakukan pada hewan percobaan dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Kondisi yang Berisiko

Untuk beberapa kondisi kesehatan tertentu, konsumsi jamur ganoderma perlu lebih berhati-hati. Penggunaan jamur ganoderma pada dosis tinggi kemungkinan meningkatkan risiko perdarahan. Waspadai konsumsi jamur ini bagi yang mengalami kelainan perdarahan tertentu, termasuk penderita trombositopenia atau orang yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Kemungkinan risiko perdarahan akibat ganoderma juga akan sangat berbahaya pada pasien sebelum dan setelah operasi. Hentikan konsumsi ganoderma minimal 14 hari sebelum operasi.

Untuk penderita tekanan darah rendah, dikhawatirkan jamur ini dapat memperparah kondisi dan memengaruhi pengobatan yang dilakukan. Ibu hamil dan menyusui juga dianjurkan untuk berhati-hati. Agar lebih aman, sebaiknya hindari konsumsi jamur ganoderma, karena belum diketahui efeknya pada janin dan bayi.

Penggunaan jamur ganoderma selama lebih dari 3 bulan dapat menyebabkan reaksi berupa mulut, tenggorokan, dan hidung yang menjadi kering. Efek samping lain yang juga dapat muncul ketika mengonsumsi ganoderma dalam jangka panjang yakni pusing, sakit kepala, ruam dan rasa gatal, sakit perut, dan mimisan.

Hingga saat ini, penelitian mengenai manfaat ganoderma langsung pada manusia masih sangat minim, sehingga sulit memastikan berapa banyak konsumsi ganoderma yang tepat untuk proses pengobatan.

Meski jamur ganoderma diduga memiliki beberapa manfaat, namun selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda mengonsumsinya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari efek samping atau hal-hal yang tidak diinginkan.