Bicrolid adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri di berbagai bagian tubuh, seperti saluran pernapasan, kulit, dan jaringan lunak. Obat ini juga digunakan sebagai bagian dari terapi untuk mengatasi infeksi Helicobacter pylori yang menyebabkan tukak lambung. Bicrolid hanya boleh digunakan berdasarkan resep dokter.
Bicrolid mengandung clarithromycin, yaitu antibiotik golongan makrolid. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi sehingga infeksi dapat teratasi. Perlu diketahui bahwa Bicrolid tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti flu atau pilek.

Pada pasien yang mengalami infeksi Helicobacter pylori, Bicrolid umumnya digunakan bersama antibiotik lain dan obat penurun asam lambung, seperti omeprazole, lansoprazole, atau esomeprazole.
Produk Bicrolid
Bicrolid tersedia dalam beberapa varian, yaitu:
- Bicrolid 250, mengandung 250 mg clarithromycin per kaplet salut selaput
- Bicrolid 500, mengandung 500 mg clarithromycin per kaplet salut selaput
Apa Itu Bicrolid
| Bahan aktif | Clarithromycin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antibiotik makrolid |
| Manfaat | Mengobati infeksi bakteri dan sebagai bagian dari terapi eradikasi Helicobacter pylori |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa sesuai anjuran dokter |
| Bicrolid untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada penelitian terkontrol pada ibu hamil. Obat ini hanya digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya terhadap janin. |
| Bicrolid untuk ibu menyusui | Clarithromycin dapat terserap ke dalam ASI. Penggunaan selama menyusui harus berdasarkan pertimbangan dokter. |
| Bentuk obat | Kaplet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Bicrolid
Bicrolid merupakan obat resep yang harus digunakan sesuai anjuran dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Jangan menggunakan Bicrolid jika Anda alergi terhadap clarithromycin atau antibiotik makrolid lain, seperti azithromycin atau erythromycin.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, riwayat serangan jantung, gangguan irama jantung (aritmia), atau memiliki hasil EKG yang tidak normal.
- Beri tahu dokter jika Anda atau anggota keluarga pernah mengalami henti jantung mendadak atau gangguan irama jantung.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati, penyakit ginjal, myasthenia gravis, diabetes, penyakit kuning, gangguan elektrolit, seperti hipokalemia atau hipomagnesemia, maupun diare.
- Beri tahu dokter apabila Anda sedang menggunakan Bicrolid sebelum menjalani vaksinasi dengan vaksin bakteri hidup, seperti vaksin BCG atau vaksin tifoid.
- Informasikan kepada dokter apabila Anda akan menjalani tindakan medis atau operasi, termasuk operasi gigi.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Bicrolid pada lansia karena kelompok usia ini lebih berisiko mengalami efek samping, terutama gangguan irama jantung dan gangguan pendengaran.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter mengenai obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang digunakan untuk menghindari interaksi obat.
- Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda merasa pusing setelah mengonsumsi Bicrolid.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Bicrolid.
Dosis dan Aturan Pakai Bicrolid
Dokter akan menentukan dosis Bicrolid sesuai usia, kondisi pasien, jenis infeksi, dan tingkat keparahan penyakit.
Berikut adalah dosis umum Bicrolid berdasarkan kondisi:
Tujuan: Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan jaringan lunak
- Dewasa: 250 mg, 2 kali sehari. Pada infeksi yang berat, dosis dapat ditingkatkan menjadi 500 mg, 2 kali sehari. Lama pengobatan umumnya 5–14 hari, tergantung jenis dan tingkat keparahan infeksi.
Tujuan: Sinusitis bakterialis
- Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari selama 14 hari.
Tujuan: Faringitis atau tonsilitis
- Dewasa: 250 mg, 2 kali sehari selama 10 hari.
Tujuan: Eradikasi Helicobacter pylori
- Dewasa: 500 mg, 2 kali sehari selama 7–14 hari sebagai bagian dari terapi kombinasi dengan antibiotik lain dan obat penurun asam lambung. Pada regimen tertentu, dokter dapat meresepkan 500 mg, 3 kali sehari selama 14 hari.
Cara Menggunakan Bicrolid dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang tertera pada kemasan sebelum menggunakan Bicrolid. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar hasil pengobatan optimal, perhatikan cara menggunakan Bicrolid berikut:
- Bicrolid dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Bila timbul rasa mual, konsumsi obat setelah makan.
- Telan kaplet salut selaput Bicrolid secara utuh dengan bantuan air putih. Jangan membelah, mengunyah, atau menghancurkan kaplet.
- Minumlah Bicrolid pada jam yang sama setiap hari agar kadar obat di dalam tubuh tetap stabil.
- Bila Anda lupa mengonsumsi Bicrolid, segera minum begitu teringat. Namun, jika jadwal dosis berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis berikutnya.
- Gunakan Bicrolid hingga pengobatan selesai sesuai anjuran dokter meskipun gejala sudah membaik. Menghentikan antibiotik terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kambuh atau bakteri menjadi kebal terhadap pengobatan.
- Jika keluhan tidak membaik atau justru bertambah berat setelah beberapa hari penggunaan, konsultasikan kembali kepada dokter.
- Simpan Bicrolid di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Bicrolid dengan Obat Lain
Clarithromycin dalam Bicrolid dapat menimbulkan interaksi obat bila digunakan bersama obat tertentu. Beberapa interaksi yang dapat terjadi, meliputi:
- Peningkatan risiko terjadinya aritmia atau henti jantung mendadak jika digunakan bersama cisapride, domperidone, pimozide, quinidine, atau terfenadine.
- Peningkatan risiko terjadinya miopati dan rhabdomiolisis bila digunakan bersama obat penurun kolesterol golongan statin, seperti lovastatin atau simvastatin.
- Peningkatan risiko terjadinya gejala ergotisme jika digunakan bersama ergotamine atau dihydroergotamine.
- Peningkatan kadar dan risiko efek samping obat, seperti digoxin, ciclosporin, tacrolimus, alprazolam, midazolam, sildenafil, methylprednisolone, quetiapine, omeprazole, atau colchicine.
- Peningkatan risiko hipoglikemia bila digunakan bersama insulin atau obat antidiabetes golongan sulfonilurea maupun meglitinide.
- Peningkatan risiko perdarahan jika digunakan bersama warfarin.
- Penurunan efektivitas Bicrolid bila digunakan bersama rifampicin, rifapentine, phenytoin, carbamazepiane, efavirenz, atau nevirapine.
- Penurunan efektivitas vaksin bakteri hidup, seperti vaksin BCG atau vaksin tifoid.
- Peningkatan risiko hipotensi bila digunakan bersama antagonis kalsium, seperti amlodipine, verapamil, atau diltiazem.
Efek Samping dan Bahaya Bicrolid
Efek samping yang dapat muncul setelah menggunakan Bicrolid, antara lain:
- Mual
- Muntah
- Diare
- Sakit perut
- Gangguan pada indra pengecap atau perubahan rasa di mulut
- Sakit kepala
- Sulit tidur
Efek samping tersebut umumnya bersifat ringan dan akan membaik setelah pengobatan selesai. Namun, segera berkonsultasi dengan dokter melalui chat atau langsung buat janji temu dengan dokter jika efek samping tidak kunjung membaik atau justru semakin berat.
Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut:
- Nyeri dada atau detak jantung cepat maupun tidak teratur
- Sesak napas
- Pusing berat hingga terasa akan pingsan
- Diare berat atau tinja berdarah
- Kulit atau mata menguning
- Urine berwarna gelap
- Nyeri perut hebat
- Halusinasi atau perubahan perilaku
- Gangguan pendengaran
- Kelemahan otot yang menyulitkan mengunyah, berbicara, atau melakukan aktivitas sehari-hari