Urtikaria dapat sangat berdampak pada hidup penderitanya terutama yang mengalaminya dalam jangka panjang. Jika tidak ditangani sama sekali, ruam urtikaria yang sering menyebar ke seluruh tubuh dan terasa sangat gatal akan mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya dan bahkan berujung pada berbagai komplikasi, antara lain:

Angioedema

Penderita urtikaria kronis atau akut bisa mengalami angioedema, yaitu  lapisan dalam kulit yang bengkak karena  penumpukan cairan. Bagian yang biasanya terpengaruh oleh angioedema adalah kelopak mata, bibir, tangan, kaki, dan sekitar alat kelamin.

Gangguan ini dapat bertahan lebih lama dibanding biduran, meski gejala bengkak pada kulit biasanya berkurang dalam waktu 24 jam. Salah satu penyebab kondisi ini adalah penggunaan obat-obat, seperti obat antihipertensi (penghambat ACE), obat antihistamin non-steroid dan pereda nyeri (codeine).

Untuk mengatasi angioedema, antihistamin dan steroid untuk jangka waktu pendek bisa digunakan.

Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi langka yang parah dan terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berakibat fatal karena gejalanya yang ekstrem. Anafilaksis menyebabkan penurunan tekanan darah sehingga orang yang mengalami bisa langsung pingsan atau hingga meninggal.

Selain itu, pembengkakan akan langsung terjadi khususnya pada bagian wajah dan tenggorokan atau leher sehingga penderita akan sulit bernapas. Gejala-gejala anafilaksis yang lain adalah:

  • Bengkak pada kelopak mata, bibir, tangan, kaki
  • Sakit atau mual pada bagian perut
  • Detak jantung yang cepat atau sulit bernapas karena aliran udara menyempit
  • Pusing
  • Muntah-muntah
  • Pingsan atau hilang kesadaran

Satu-satunya pengobatan yang digunakan untuk anafilaksis adalah dengan memakai suntikan epinephrine. Obat ini berfungsi untuk meredam  reaksi gejala yang terjadi pada anafilaksis. Perlu diingat bahwa ini adalah kondisi darurat, jika Anda mencurigai adanya gejala anafilaksis, segera  temui dokter di rumah sakit terdekat.