Kasus biduran kebanyakan ringan dan bisa sembuh dalam dua hari. Penanganan atau pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat gejala yang dialami dan faktor penyebabnya.

Urtikaria Akut

Pengobatan yang diberikan untuk mengatasi biduran akut  adalah:

  • .Antihistamin. Obat ini menghentikan gatal-gatal dan mengurangi bilur yang muncul dengan cara menghambat histamin. Obat ini tidak disarankan untuk diberikan kepada wanita hamil karena keamanannya tidak diketahui. Contoh obat antihistamin adalah loratadine, cetirizine, dan fexofenadine.
  • Kortikosteroid. Obat ini diberikan untuk mengurangi gejala biduran yang parah. Kortikosteroid bekerja dengan cara menghambat kinerja sistem kekebalan tubuh. Contoh obatnya adalah prednisolone. Obat ini tidak untuk dikonsumsi secara jangka panjang. Pemakaian jangka panjang bisa menyebabkan efek samping seperti hipertensi, katarak, glaukoma, dan diabetes.

Urtikaria Kronis

Obat-obatan yang digunakan untuk menangani urtikaria kronis atau yang bertahan lebih dari enam minggu adalah:

  • Antihistamin H1 dan H2. Selama gejala biduran muncul, dianjurkan untuk mengonsumsi antihistamin Dosis yang diminum disesuaikan dengan gejala yang dihadapi.

Ketika kemunculan ruam makin parah, obat antihistamin H2 bisa dikonsumsi untuk mengatasi kondisi ruam dengan cara menyempitkan pembuluh darah. Antihistamin H2 memiliki efek samping seperti sakit kepala, diare dan pusing. Jangan mengoperasikan alat atau kendaraan berat jika mengonsumsi obat ini. Antihistamin H2 yang biasa diberikan antara lain: cimetidine, famotidine dan ranitidine.

  • Kortikosteroid. Urtikaria kronis yang kambuh dengan parah juga bisa ditangani dengan kortikosteroid. Efek samping obat ini adalah meningkatnya selera makan, berat badan bertambah, perubahan suasana hati dan kesulitan tidur. Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka panjang.
  • Leukotriene receptor antagonists. Obat ini membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada kulit. Efek sampingnya cukup ringan seperti mual dan sakit kepala sehingga bisa digunakan untuk jangka waktu panjang.
  • Omaluzimab. Obat ini bisa mengurangi jenis antibodi dalam tubuh yang berperan menyebabkan biduran. Obat ini diberikan melalui suntikan.
  • Siklosporin. Sama seperti kortikosteroid, obat ini juga menghambat sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel tubuh yang sehat. Efek samping yang ditimbulkan obat ini termasuk hipertensi, masalah ginjal, sakit kepala, kolesterol darah naik, tremor atau gemetar, dan meningkatkan risiko terkena infeksi.

Terdapat beberapa cara untuk membantu meredakan gejala yang dialami akibat urtikaria:

  • Hindari menggaruk bagian yang muncul bilur atau ruam.
  • Jangan memakai sabun yang mengandung bahan kimia yang keras.
  • Usahakan area kulit yang terkena biduran tetap dingin, tidak tertutup pakaian ketat, dan diolesi losion penyejuk, atau diberi kompres dingin guna membantu menenangkan kulit dan menghindari menggaruk kulit..
  • Gunakan pakaian yang longgar dan ringan.
  • Hindari faktor pemicu seperti zat aditif di dalam makanan, minuman beralkohol, obat pereda rasa sakit, kondisi panas atau dingin dan stres.

PENCEGAHAN URTIKARIA

Anda dapat menurunkan risiko untuk terkena biduran dengan:

  • Minghindari faktor pencetus. Menghindari beberapa hal seperti obat-obatan, makanan, stres, dan suhu dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan. Faktor pemicu ini berbeda dari satu orang ke yang lainnya, sehingga penting bagi setiap orang untuk mengidentifikasi hal apa saja dapat mencetuskan kondisi ini.
  • Makanan. Pada beberapa kondisi, biduran dapat disebabkan oleh makanan. Oleh karena itu, Anda dapat mencegah terjadinya biduran di kemudian hari dengan melakukan pencatatan akan jenis makanan apa saja yang dapat memperparah atau menyebabkan biduran. Anda dapat mengonsultasikan hal ini dengan ahli gizi guna memastikan Anda tetap mendapatkan asupan nutrisi yang terbaik.