Bortezomib adalah obat yang digunakan untuk mengobati multiple myeloma dan limfoma sel mantel. Multiple myeloma adalah salah satu jenis kanker darah, sedangkan limfoma sel mantel adalah jenis dari kanker getah bening.

Bortezomib merupakan salah satu jenis obat kanker yang disebut penghambat proteasome (proteasome inhibitor). Proteasome adalah enzim yang terdapat di dalam sel kanker dan berperan sebagai pengatur fungsi dan pertumbuhan sel. Bortezomib akan menghambat aktivitas proteasome, sehingga sel kanker tidak mendapatkan asupan protein, kemudian mati.

Merek dagang: Bortezomib, Fonkozomib, Velcade

Tentang Bortezomib

Golongan Antikanker (penghambat proteasome)
Kategori Obat resep
Manfaat Mengobati multiple myeloma dan limfoma sel mantel (mantle cell lymphoma)
Dikonsumsi oleh Dewasa
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori D: ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.Bortezomib dapat diserap oleh ASI, tidak boleh digunakan selama menyusui.
Bentuk obat Suntik

Peringatan:

  • Hati-hati menggunakan obat ini apabila menderita gangguan jantung, gangguan fungsi hati, dan gangguan pernapasan.
  • Hati-hati menggunakan obat ini apabila menderita gangguan ginjal, terutama bila menjalani cuci darah.
  • Bortezomib membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Hindari kontak langsung dengan penderita flu, campak, atau cacar air.
  • Hindari melakukan imunisasi selama menjalani pengobatan dengan bortezomib setidaknya 6 bulan setelah pengobatan terakhir.
  • Hati-hati menggunakan obat ini apabila menderita diabetes, hipertensi, hipotensi, herpes zoster, hiperkolesterolemia, dan neuropati perifer.
  • Beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi bortezomib sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Bortezomib

Penentuan dosis bortezomib tergantung kepada kondisi yang diderita pasien. Berikut ini adalah takaran umum penggunaan bortezomib:

  • Multiple myeloma
    Dosis awal: 1,3 mg/m2 LPT, diberikan selama 3-5 detik melalui suntik ke pembuluh darah atau ke lemak. Pengobatan berlangsung selama 6 minggu yang terbagi menjadi 9 siklus.
    Siklus 1-4: Pemberian dosis dilakukan 2 kali dalam seminggu, yaitu pada hari ke-1, 4, 8, 11, 22, 25, 29, dan 32.
    Siklus 5-9: Pemberian dosis dilakukan 1 kali dalam seminggu, yaitu pada hari ke-1, 8, 22, dan 29.
  • Jika multiple myeloma kambuh
    Dosis awal: 1,3 mg/m2 LPT, 2 kali seminggu, selama 2 minggu (hari ke-1, 4, 8, 11) melalui suntik ke pembuluh darah atau ke lemak, diikuti dengan periode istirahat selama 10 hari (hari ke-12 hingga 21). Pengobatan dapat diperpanjang hingga lebih dari 8 siklus yang diberikan 1 kali seminggu selama 4 minggu (hari ke-1, 8, 15, 22), diikuti dengan periode istirahat selama 13 hari (hari ke-23 hingga 35).
  • Limfoma sel mantel
    Dosis awal: 1,3 mg/m2 LPT, 2 kali seminggu, selama 2 minggu (hari ke-1, 4, 8, 11), dengan periode istirahat selama 10 hari (hari ke-12 hingga 21). Pengobatan dikombinasikan dengan rituximab, cyclophosphamide, doxorubicin, dan prednison.
  • Jika limfoma sel mantel kambuh
    Dosis awal: 1,3 mg/m2 LPT, 2 kali seminggu, selama 2 minggu (hari ke-1, 4, 8, 11) melalui suntik ke pembuluh darah atau ke lemak, diikuti dengan periode istirahat selama 10 hari (hari ke-12 hingga 21). Pengobatan dapat diperpanjang hingga lebih dari 8 siklus yang diberikan 1 kali seminggu selama 4 minggu (hari ke-1, 8, 15, 22), diikuti dengan periode istirahat selama 13 hari (hari ke-23 hingga 35).

Menggunakan Bortezomib dengan Benar

Bortezomib hanya tersedia dalam bentuk obat suntik yang dapat diberikan melalui suntikan ke lemak atau pembuluh darah. Pemberian obat harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis atas instruksi dokter. Dokter juga akan memantau pernapasan, tekanan darah, serta fungsi ginjal dan saraf selama bortezomib diberikan.

Pastikan bortezomib tidak diberikan di area suntik yang sama untuk mengurangi risiko cedera di bawah kulit.

Perbanyaklah konsumsi cairan selama menjalani pengobatan dengan bortezomib untuk mengurangi risiko gangguan fungsi ginjal.

Bortezomib dapat menyebabkan pusing dan pingsan jika Anda terlalu cepat berdiri dari posisi berbaring. Untuk mencegah risiko ini, bangunlah secara perlahan, kemudian dalam posisi duduk letakkan kaki ke lantai selama beberapa menit sebelum berdiri.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila bortezomib digunakan dengan obat lain:

  • Meningkatkan risiko neuropati perifer, jika digunakan dengan amiodarone, isoniazid, dan obat kolesterol golongan statin.
  • Meningkatkan risiko hipotensi, jika digunakan dengan obat antihipertensi.
  • Menurunkan kadar dan efektivitas bortezomib, jika digunakan dengan phenobarbital, carbamazepine, dan enzalutamide.
  • Meningkatkan risiko infeksi serius, jika digunakan dengan golimumab.
  • Menurunkan fungsi sumsum tulang dan sel darah putih, jika digunakan dengan deferiprone.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Bortezomib

Efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi bortezomib adalah:

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Sakit maag dan hilangnya nafsu makan
  • Diare
  • Konstipasi
  • Nyeri punggung dan sendi
  • Kram otot
  • Gangguan tidur

Segera hubungi dokter jika efek samping makin memburuk atau timbul kondisi sebagai berikut:

  • Gejala alergi, seperi gatal, muncul ruam, serta pembengkakan di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, hingga sesak napas.
  • Gejala dehidrasi, seperti selalu merasa haus, sulit buang air kecil, keringat berlebih, dan kulit kering.
  • Gejala gangguan fungsi hati, seperti nyeri di sisi kanan perut dan penyakit kuning.
  • Gejala gagal jantung, seperti napas pendek, pembengkakan di tungkai bagian bawah, batuk disertai lendir, dan detak jantung cepat.

Bortezomib juga dapat menyebabkan infeksi virus pada otak yang memicu kelumpuhan dan bahkan kematian. Segera ke rumah sakit terdekat jika muncul gejala berupa sakit kepala hebat, telinga berdengung, penglihatan kabur, disorientasi, atau kejang.