Apakah Si Kecil sering mengalami diare atau kram perut tidak lama setelah minum susu? Bisa jadi Si Kecil mengalami intoleransi laktosa, Bun. Tapi, tidak perlu khawatir berlebihan ya, Bunda! Kondisi ini sebenarnya cukup umum dialami oleh anak-anak dan bisa diatasi dengan beberapa cara di bawah ini.

Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah laktosa karena kekurangan enzim laktase. Laktosa merupakan salah satu bentuk gula yang terdapat dalam susu, dan sering ditemukan pada produk makanan atau minuman manis yang digemari Si Kecil, misalnya milkshake, es krim, kue, atau roti.

Bunda, Yuk, Kenali Lebih Jauh tentang Intoleransi Laktosa pada Anak - Alodokter

Beragam Gejala Intoleransi Laktosa pada Anak

Ketika tubuh hanya memproduksi sedikit enzim laktase, maka laktosa tidak dapat diserap usus kecil dan akan masuk ke usus besar.

Di usus besar, laktosa akan difermentasi menjadi gas dan asam. Hal inilah yang kemudian memicu gejala intoleransi laktosa, seperti diare, muntah, nyeri perut, perut kembung, dan kram perut.

Gejala intoleransi laktosa biasanya akan terlihat dalam 30 menit setelah mengonsumsi produk yang mengandung laktosa. Semakin banyak laktosa yang dikonsumsi, akan semakin parah juga gejala yang dirasakan oleh penderita intoleransi laktosa.

Cara Memastikan Si Kecil Mengalami Intoleransi Laktosa

Jika melihat gejala intoleransi laktosa pada Si Kecil, Bunda disarankan untuk tidak memberikan susu atau produk olahan susu kepadanya selama kurang lebih 2 minggu, untuk melihat apakah gejalanya membaik.

Setelah dua minggu, Bunda bisa memberikan kembali produk susu kepada Si Kecil dalam jumlah sedikit. Jika gejala intoleransi laktosa kembali muncul, segeralah periksakan Si Kecil ke dokter anak.

Untuk mengetahui apakah anak benar-benar mengalami intoleransi laktosa, dokter akan melakukan tes kadar hidrogen. Dalam tes ini, dokter akan meminta anak untuk mengonsumsi minuman dengan kadar laktosa tinggi. Setelah itu, dokter akan meminta anak untuk meniup tabung guna mengambil sampel napas.

Jika kadar hidrogen dalam napas tinggi, maka bisa dipastikan bahwa anak memiliki intoleransi laktosa.

Langkah-Langkah Mengatasi Gejala Intoleransi Laktosa pada Anak

Cara mengatasi intoleransi laktosa bisa berbeda-beda pada setiap anak. Namun pada prinsipnya, dokter dan orang tua perlu bekerja sama untuk dapat mengatasi gejala intoleransi laktosa pada anak.

Sebelum menentukan penanganan yang akan diberikan, dokter biasanya akan melihat usia dan riwayat kesehatan anak. Selain itu, dokter juga akan mencari tahu secara spesifik toleransi anak pada obat atau terapi tertentu.

Anak yang mengalami intoleransi laktosa disarankan untuk menghindari produk dari olahan susu. Padahal produk olahan susu mengandung kalsium, protein, dan vitamin D yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.

Oleh karena itu, agar Si Kecil tidak kekurangan asupan nutrisi tersebut, dokter biasanya akan menyarankan Bunda untuk memberikan yoghurt dan keju yang lebih mudah dicerna dibandingkan susu.

Selain yoghurt dan keju, Bunda juga dapat memberikan Si Kecil makanan yang tidak mengandung laktosa namun kaya kalsium, seperti brokoli, sayuran kubis, jus jeruk, dan kacang kedelai.

Gejala intoleransi laktosa pada anak perlu segera diatasi karena dapat memengaruhi tumbuh kembangnya. Jika Bunda melihat gejala intoleransi laktosa pada Si Kecil, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Bunda juga bisa berkonsultasi ke dokter gizi mengenai makanan atau minuman alternatif yang baik untuk dikonsumsi oleh anak yang mengalami intoleransi laktosa.