Calcium D Redoxon (CDR) bermanfaat untuk menjaga agar tulang tetap kuat dengan memenuhi kebutuhan kalsium penggunanya. Suplemen yang dijual secara bebas ini mengandung kalsium, vitamin B6, vitamin C, dan vitamin D.

CDR adalah vitamin tulang yang juga dapat digunakan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan asupan kalsium yang lebih banyak dari biasanya. Kebutuhan kalsium yang lebih banyak pada ibu hamil berfungsi untuk mencegah komplikasi kehamilan dan membantu tumbuh kembang janin.

Calcium D Redoxon (CDR)
Meski dijual secara bebas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi CDR, terlebih bagi ibu hamil dan menyusui.

Jenis dan Kandungan Calcium D Redoxon (CDR)

Ada dua jenis produk CDR yang tersedia di Indonesia, yaitu CDR dan CDR Fortos, dengan komposisi yang berbeda.

CDR

Ada dua varian rasa CDR, rasa jeruk dan fruit punch.

1 tablet larut air CDR mengandung:

CDR Fortos

1 tablet larut air CDR Fortos mengandung:

  • Kalsium 600 mg
  • Kalsium karbonat 1.500 mg
  • Vitamin D 400 IU

CDR diperuntukkan bagi wanita dan pria di bawah 40 tahun, sementara CDR Fortos dengan kandungan kalsium lebih besar diperuntukkan bagi orang di atas usia 40 tahun.

Apa Itu Calcium D Redoxon (CDR)?

Komposisi Kalsium, kalsium karbonat, dan vitamin D.
Golongan Obat bebas
Kategori Suplemen kalsium
Manfaat Suplemen untuk menjaga kesehatan tulang
Dikonsumsi oleh Dewasa
Kategori kehamilan dan menyusui Bila ingin mengonsumsi CDR saat hamil atau menyusui, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai manfaat dan risikonya.
Bentuk obat Tablet larut (effervescent).

 Peringatan Sebelum Mengonsumsi Calcium D Redoxon (CDR):

  • Jika menderita fenilketonuria atau memiliki kadar fenilalanin yang tinggi di dalam tubuh, jangan menggunakan suplemen yang mengandung pemanis buatan (aspartam dan acesulfame).
  • Hindari mengonsumsi suplemen kalsium jika menderita hiperkalsemia.
  • Harap berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen kalsium, jika menderita batu saluran kemih, penyakit ginjal, jantung, kanker, gangguan kelenjar paratiroid, atau stroke.
  • Seseorang yang memiliki kadar asam lambung yang rendah (achlorhydria) perlu mengonsumsi suplemen kalsium ini saat makan untuk penyerapan kalsium yang lebih baik.
  • Ibu hamil disarankan untuk mendapatkan asupan kalsium dari makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Suplemen kalsium hanya digunakan sebagai pelengkap kebutuhan kalsium jika kebutuhan kalsium dari makanan sehari-hari belum memenuhi.
  • Harap berhati-hati bila sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan obat herbal. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terlebih lagi ketika Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis dan Aturan Minum Calcium D Redoxon (CDR)

Dosis CDR dan CDR Fortos adalah 1 tablet per hari. Khusus bagi penderita achlorhydria, suplemen ini lebih baik dikonsumsi saat sedang makan.

Kebutuhan kalsium harian berdasarkan AKG

Setiap orang memiliki kebutuhan kalsium yang berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, kebutuhan gizi, dan kondisi kesehatan. Di bawah ini adalah jumlah kalsium yang dibutuhkan per hari berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG):

Usia Kebutuhan kalsium harian dalam miligram (mg)
Ibu hamil dan menyusui 1.200 mg-1.400 mg
Wanita 51 tahun ke atas 1.200 mg
Wanita berusia 19-50 tahun 1.000 mg
Pria berusia 71 tahun ke atas 1.200 mg
Pria berusia  19-70 tahun 1.000 mg

Batas asupan maksimal kalsium

Di bawah ini adalah asupan kalsium maksimal harian yang boleh dikonsumsi:

Usia Batas asupan maksimal per hari
Ibu hamil usia 18 tahun ke bawah 3.000 mg
Ibu hamil 19 tahun ke atas 2.500 mg
Ibu menyusui 2.500 mg
Pria berusia 51- 71 tahun ke atas 2.000 mg
Pria berusia 19-50 tahun 2.500 mg
Wanita 51 tahun ke atas 2.000 mg
Wanita berusia 19-50 tahun 2.500 mg

Batas asupan maksimal kalsium di atas tidak berlaku bagi penderita penyakit tertentu.

Cara Mengonsumsi Calcium D Redoxon (CDR) dengan Benar

Gunakan CDR sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat atau anjuran dokter. CDR dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Simpan CDR dalam suhu ruangan, di tempat kering yang tidak terkena sinar matahari langsung. Jauhkan CDR dari jangkauan anak-anak.

Suplemen kalsium serta vitamin dan mineral dikonsumsi untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan, terutama jika seseorang menderita kondisi yang mengakibatkan asupan vitamin dan mineral dari makanan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.

Seseorang dapat memenuhi asupan kalsium hariannya dengan mengonsumsi makanan dan minuman berkalsium tinggi. Jenis makanan dan minuman kaya kalsium contohnya keju, yoghurt, dan susu. Kalsium juga dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kangkung, serta kacang kedelai dan gandum.

Akan tetapi, ada beberapa kelompok orang yang membutuhkan suplemen kalsium, di antaranya:

  • Vegetarian.
  • Penderita intoleransi laktosa yang perlu menghindari konsumsi produk susu.
  • Penderita gangguan pencernaan atau usus yang membuat penurunan penyerapan kalsium, seperti irritable bowel syndrome atau penyakit celiac.
  • Penderita osteoporosis.
  • Orang yang sering mengonsumsi banyak garam, sehingga tubuh mengeluarkan lebih banyak kalsium.
  • Pasien yang menjalani pengobatan dengan kortikosteroid jangka panjang.

Selain itu, ibu hamil juga perlu untuk mengonsumsi suplemen kalsium, terutama pada trimester ketiga masa kehamilan. Karena pada masa itu, tulang janin sedang berkembang dengan pesat dan membutuhkan lebih banyak kalsium.

Jika asupan kalsium ibu hamil kurang dalam memenuhi kebutuhan kalsium janin, maka janin akan mengambil kalsium dari tulang ibunya. Hal ini dapat meningkatkan risiko ibu mengalami osteoporosis di masa depan dan terkena komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia.

Interaksi Calcium D Redoxon (CDR) dengan Obat Lainnya

Ada beberapa interaksi yang dapat timbul jika suplemen kalsium dengan obat tertentu. Interaksi itu berupa penurunan efektivitas obat levothyroxine, rosuvastatin, aspirin, dan suplemen zat besi.

Efek Samping dan Bahaya Calcium D Redoxon (CDR)

Suplemen kalsium cenderung aman bila digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan atau anjuran dokter. Namun, tetap ada beberapa efek samping yang dapat terjadi jika suplemen dikonsumsi melebihi batas asupan maksimal. Efek samping yang dapat timbul akibat suplemen kalsium, meliputi:

Segera kunjungi IGD bila timbul reaksi alergi obat yang menyebabkan muncul ruam kulit yang terasa gatal, wajah bengkak, hingga kesulitan berbicara dan sesak napas.