Ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil perlu dikenali sejak awal. Soalnya, kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin. Dengan mengenali ciri-ciri nya, Bumil bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter guna mencegah komplikasi serius selama kehamilan.
Kadar gula darah tinggi selama hamil atau yang dikenal sebagai diabetes gestasional adalah kondisi ketika kadar gula dalam darah melebihi batas normal selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya tidak pernah didiagnosis menderita diabetes sebelumnya.
Kadar gula darah tinggi pada ibu hamil terjadi karena perubahan hormon selama kehamilan yang membuat tubuh Bumil lebih sulit menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, kadar gula darahnya bisa meningkat. Nah, kondisi ini umumnya terdeteksi pada trimester kedua kehamilan melalui pemeriksaan gula darah rutin.
Jika tidak segera ditangani, kadar gula darah yang tinggi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, bayi lahir besar atau cacat, persalinan prematur, dan gangguan pernapasan pada bayi.
Oleh karena itu, penting bagi Bumil untuk mengenali ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai
Berikut ini adalah ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil yang perlu diwaspadai:
1. Sering merasa haus berlebihan
Salah satu ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil adalah sering merasa sangat haus, bahkan setelah banyak minum. Hal ini terjadi karena saat gula darah tinggi, tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urin.
Nah, proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga Bumil merasa sangat haus dan ingin terus minum untuk menggantikan cairan yang hilang.
2. Sering buang air kecil
Ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil berikutnya adalah sering buang air kecil. Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, ginjal akan bekerja ekstra untuk mengeluarkan gula tersebut lewat urin. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat, terutama di malam hari.
3. Lemas atau mudah lelah
Ibu hamil yang mengalami gula darah tinggi biasanya merasa mudah lemas dan kehabisan tenaga. Kondisi ini terjadi karena gula darah tinggi menyebabkan sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula dengan baik, sehingga energi yang dihasilkan juga jadi menurun.
Inilah sebabnya rasa letih dan lemas menjadi salah satu ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil.
4. Penglihatan kabur
Ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil juga bisa berupa penglihatan yang tiba-tiba menjadi buram atau kabur. Kondisi ini terjadi karena kadar gula yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata, sehingga penglihatan jadi terganggu.
Namun, tidak perlu khawatir ya, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan bisa membaik jika kadar gula darah kembali normal.
5. Luka sulit sembuh
Jika ibu hamil memiliki gula darah tinggi, proses penyembuhan luka di kulit akan berjalan lebih lambat. Gula darah yang terus-menerus tinggi bisa mengganggu aliran darah ke area luka, sehingga tubuh kesulitan memperbaiki jaringan yang rusak. Inilah salah satu ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil yang juga perlu diwaspadai.
6. Berat badan turun tanpa sebab
Meskipun makan seperti biasa, beberapa Bumil dengan gula darah tinggi justru mengalami penurunan berat badan. Hal ini terjadi terjadi karena tubuh tidak bisa memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi, sehingga mulai membakar lemak dan otot untuk mendapatkan tenaga. Akibatnya, berat badan turun tanpa alasan yang jelas.
7. Kulit di area lipatan menggelap
Kulit di area lipatan yang menggelap sering kali menjadi ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil yang jarang disadari. Kondisi ini biasanya disebut dengan acanthosis nigricans, yaitu perubahan warna dan tekstur kulit yang biasanya muncul di area leher, ketiak, selangkangan, atau di bawah payudara.
Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi saat tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif. Akibatnya, kadar insulin dalam darah meningkat sebagai upaya tubuh untuk menstabilkan gula darah.
Nah, kelebihan insulin ini merangsang pertumbuhan sel kulit dan produksi pigmen melanin di area tertentu, sehingga kulit tampak lebih gelap dari biasanya.
8. Kesemutan di tangan atau kaki
Jika kadar gula darah tinggi dibiarkan dalam waktu lama, hal ini bisa merusak saraf tepi, yaitu saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh.
Ketika kadar gula darah tinggi tidak terkontrol, kelebihan glukosa di dalam darah dapat merusak dinding pembuluh darah kecil yang berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi ke saraf.
Akibatnya, saraf menjadi kurang mendapatkan asupan yang dibutuhkan untuk bekerja dengan baik, sehingga timbul sensasi kesemutan, rasa terbakar, atau bahkan mati rasa di ujung jari tangan dan kaki.
Nah, jika gula darah tinggi pada ibu hamil terus dibiarkan, kerusakan saraf bisa semakin parah dan menimbulkan ketidaknyamanan yang lebih berat.
9. Infeksi jamur di vagina
Infeksi jamur di vagina bisa menjadi ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil. Ini karena kadar gula yang tinggi di darah dan urine menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur, terutama Candida, untuk berkembang biak. Jamur ini memanfaatkan gula sebagai “makanan”, sehingga mudah menimbulkan infeksi berulang.
Pada ibu hamil, perubahan hormon juga membuat area vagina lebih lembap dan rentan terhadap infeksi. Jadi, jika ibu hamil sering mengalami gatal, keputihan putih tebal, atau rasa perih, ini bisa menjadi tanda bahwa gula darahnya mungkin sedang tinggi.
Begini Cara Mengendalikan Kadar Gula Darah pada Ibu Hamil
Perlu diketahui, tidak semua ibu hamil mengalami seluruh ciri-ciri gula darah tinggi tersebut. Namun, jika merasakan salah satu atau beberapa ciri-ciri tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter ya, untuk mendapatkan penanganan yang sesuai guna mencegah komplikasi pada Bumil maupun Si Kecil.
Selain pemeriksaan dan pengobatan dari dokter, Bumil juga bisa membantu menjaga kestabilan gula darah dengan menerapkan cara-cara berikut ini:
- Menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang mengandung erat, vitamin, dan mineral yang cukup, seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh.
- Makan dengan porsi lebih kecil, misalnya 5–6 kali sehari.
- Membatasi makanan yang tinggi gula dan garam serta makanan berminyak
- Berolahraga secara rutin, seperti berjalan kaki, yoga, dan senam hamil.
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih sekitar 8–10 gelas setiap hari.
- Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan bermeditasi, mendengarkan musik, atau sekedar jalan-jalan di taman
- Beristirahat yang cukup
- Mengukur gula darah secara berkala
Namun, jika perubahan gaya hidup belum cukup mengontrol gula darah, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun kadar gula darah atau suntikan insulin. Perlu diingat ya, penggunaan obat-obatan ini harus sesuai dengan petunjuk dokter agar aman untuk ibu hamil dan janin. Jangan lupa juga untuk memeriksakan kehamilan secara rutin ke dokter ya, Bumil.
Mengetahui ciri-ciri gula darah tinggi pada ibu hamil sangat penting agar kondisi ini bisa segera dikenali dan ditangani dengan tepat. Dengan begitu, Bumil bisa terhindar dari komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, preeklamsia, ataupun ukuran bayi terlalu besar.
Jika Anda mengalami ciri-ciri seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ya. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter, untuk memperoleh penanganan yang cepat guna menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
