Saat awal kehamilan, banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya tengah hamil. Sebab tak jarang, ciri-ciri orang hamil yang muncul memiliki kesamaan dengan gejala saat seorang wanita akan memasuki masa menstruasi atau gejala sindrom pramenstruasi (premenstrual syndrome/PMS).   

Menstruasi yang terhenti bisa menjadi tanda awal kehamilan. Namun terdapat ciri-ciri orang hamil lainnya yang juga dapat Anda jadikan petunjuk bahwa mungkin saja Anda sedang mengandung.

 Ciri-Ciri Orang Hamil dengan Tanda Menstruasi, Hampir Serupa Tapi Tidak Sama - Alodokter

Cara Membedakan Ciri-ciri Orang Hamil dengan Gejala PMS

Meski ciri-ciri orang hamil kadang hampir serupa dengan tanda menjelang menstruasi, namun ada perbedaan yang muncul dan bisa dirasakan. Berikut di antaranya:

  • Nyeri payudara

Saat sedang PMS, payudara dapat terasa nyeri, yang disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron dalam tubuh. Keluhan nyeri payudara juga merupakan salah satu ciri-ciri orang hamil. Namun, pada masa PMS, rasa nyeri yang muncul akan hilang setelah menstruasi berlangsung. Sementara pada wanita hamil, rasa nyeri payudara dapat terus berlanjut. Rasa nyeri payudara biasanya diikuti dengan perubahan pada payudara yang terlihat lebih berisi, lebih besar serta lebih sensitif saat disentuh. Selain itu, tampak perubahan warna puting dan sekitarnya menjadi lebih gelap.

  • Perubahan suasana hati

Saat PMS umumnya wanita mengalami perubahan suasana hati, demikian juga saat hamil. Hanya saja, perubahan suasana hati yang terjadi pada saat PMS akan hilang saat menstruasi datang. Sedangkan perubahan suasana hati pada wanita hamil cenderung akan terjadi sepanjang kehamilan. Perubahan suasana hati yang terjadi pada wanita hamil terjadi karena adanya perubahan hormonal. Itu sebabnya, wanita hamil cenderung lebih emosional dalam menghadapi sesuatu.

  • Peningkatan nafsu makan dan ngidam

Ciri-ciri orang hamil yang umum terjadi adalah adanya peningkatan nafsu makan dan ngidam atau menginginkan  makanan tertentu. Meski saat PMS hal ini juga mungkin terjadi, namun peningkatan nafsu makan dan ngidam lebih jelas terjadi saat hamil dibanding saat PMS. Pada wanita hamil dapat juga terjadi perubahan jenis makanan yang disukai. Karena indera penciuman yang menjadi lebih sensitif terhadap bau atau aroma makanan tertentu, wanita hamil mungkin akan menolak makanan yang biasa disukainya.

  • Kelelahan

Jika Anda merasa kelelahan menjelang PMS, ini juga akan dirasakan pada masa awal kehamilan. Namun ada perbedaan di antara keduanya. Rasa lelah yang muncul pada saat PMS biasanya akan hilang begitu menstruasi telah berlangsung. Sementara, pada wanita hamil, kelelahan dapat muncul sejak hamil trimester pertama dan bisa bertahan selama kehamilan berlangsung. Rasa lelah yang terjadi ini karena adanya peningkatan kadar hormon progesteron saat kehamilan.

  • Kram perut

Selain dirasakan saat PMS, kram perut mungkin juga akan dialami wanita pada awal kehamilan. Bedanya, kram perut yang terjadi saat PMS, atau biasa disebut nyeri haid, terjadi karena kontraksi rahim untuk mengeluarkan jaringan dan darah, akan berkurang seiring berjalannya menstruasi. Sementara kram perut saat hamil disebabkan karena rahim yang terus berkembang, sehingga otot yang menopang rahim menjadi meregang. Jika Anda merasakan kram pada perut bagian bawah dan punggung bagian bawah, bisa jadi kram perut yang muncul merupakan pertanda Anda sedang hamil.

Selain tanda kehamilan yang hampir serupa dengan gejala PMS, terdapat ciri-ciri orang hamil yang umumnya tidak dirasakan saat PMS, yaitu mual dan muntah. Kondisi ini memang menjadi tanda umum kehamilan. Biasanya, keluhan mual dan muntah akan muncul pada awal kehamilan (4-7 minggu) dan terjadi pada pagi hari. Namun tak menutup kemungkinan dapat dialami juga pada siang ataupun malam hari. Keluhan ini umumnya akan menghilang setelah usia kehamilan memasuki 12 minggu, namun ada pula yang tetap merasakannya sepanjang kehamilan.

Memang, tidak semua orang mengalami tanda-tanda serupa saat hamil. Namun jika ciri-ciri orang hamil tersebut Anda alami, lakukanlah tes kehamilan untuk memastikan apakah Anda positif hamil atau tidak, sebab mendiagnosis kehamilan tidak cukup hanya dari gejala saja. Tes kehamilan dianjurkan terutama bila Anda telah mengalami keterlambatan menstruasi lebih dari 1 minggu. Jika dari hasil tes kehamilan menunjukkan bahwa Anda positif hamil, maka penting untuk memeriksakan kondisi kehamilan dan janin ke dokter kandungan atau bidan.