Crohn’s disease adalah peradangan pada lapisan dinding sistem pencernaan. Peradangan ini bisa terjadi mulai dari mulut hingga anus, tetapi lebih sering terjadi di bagian usus halus dan usus besar (kolon).

Crohn’s disease atau penyakit Crohn merupakan penyakit yang terjadi dalam jangka panjang (kronis). Penyakit Crohn merupakan salah satu jenis penyakit radang usus selain kolitis ulseratif.

Crohn's diseases-Alodokter

Crohn’s disease dapat menyebabkan nyeri di perut dan diare parah. Peradangannya juga dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Penyebab Crohn’s Disease

Penyebab pasti penyakit Crohn hingga kini belum diketahui. Akan tetapi, kombinasi faktor genetik, gangguan pada sistem kekebalan tubuh, dan pengaruh lingkungan diduga memicu terjadinya kondisi ini.

Ketiga faktor tersebut diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit Crohn pada orang-orang dengan kondisi di bawah ini:

  • Berusia kurang dari 30 tahun
  • Merokok
  • Memiliki keluarga yang menderita penyakit Crohn
  • Mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi
  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, naproxen, atau natrium diklofenak

Gejala Crohn’s Disease

Gejala penyakit Crohn tergantung pada bagian sistem pencernaan yang terserang, luas peradangan, dan tingkat keparahannya. Gejala awal penyakit ini biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau dewasa awal, kemudian berkembang seiring waktu.

Gejala penyakit ini bisa hilang dan timbul. Masa ketika gejala penyakit Crohn menghilang selama beberapa waktu dikenal sebagai periode remisi. Setelah periode remisi berlalu, gejala penyakit Crohn dapat kambuh kembali atau disebut juga dengan periode flare-up. Karena penyakit Crohn merupakan penyakit yang berkepanjangan, kedua periode tersebut dapat terus terjadi secara berulang.

Berikut ini adalah gejala-gejala umum yang muncul akibat penyakit Crohn:

Selain gejala-gejala tersebut, penyakit Crohn juga dapat menimbulkan peradangan di bagian tubuh lain, seperti mata, kulit, sendi, hati, dan saluran empedu.

Pada anak-anak, peradangan di sistem pencernaannya, terlebih yang terjadi secara berulang, dapat menghambat penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya. Akibatnya, proses tumbuh kembangnya menjadi terganggu.

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala di atas, terutama jika:

  • Diare tidak kunjung sembuh meski telah mengonsumsi obat diare
  • Demam berlangsung lebih dari 2 hari
  • Sakit perut tidak kunjung membaik
  • Diare yang berlangsung lebih dari 7 hari

Selain beberapa gejala yang perlu diwaspadai tersebut, Anda juga dianjurkan untuk memeriksakan anak ke dokter jika ia mengalami gangguan pada perkembangan dan pertumbuhannya.

Diagnosis Crohn’s Disease

Sebagai langkah awal, dokter akan memeriksa pola gejala yang dialami oleh pasien untuk mengetahui penyebab timbulnya gejala tersebut. Dokter juga akan memeriksa berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya penyakit Crohn, misalnya pola makan, riwayat penyakit dan konsumsi obat-obatan, serta riwayat kesehatan keluarga.

Pemeriksaan fisik seperti denyut nadi, suhu tubuh, tekanan darah, dan pemeriksaan pada area perut juga akan dilakukan oleh dokter. Selain pemeriksaan tersebut, dokter kemungkinan akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis penyakit Crohn, di antaranya:

  • Tes darah, untuk mendeteksi infeksi atau anemia dan menentukan seberapa parah peradangan di dalam tubuh
  • Pemeriksaan feses, untuk mendeteksi darah di tinja dan mencari tahu apakah gejala disebabkan oleh kondisi lain, seperti cacingan
  • Pemindaian dengan CTE (computerised tomography enterography/enteroclysis) atau MRE (computerised tomography enterography/enteroclysis), untuk melihat secara lebih rinci kondisi usus halus dan jaringan di sekitarnya
  • Kolonoskopi, untuk mengetahui seberapa parah dan luas peradangan di dalam usus besar
  • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan saluran pencernaan, untuk mendeteksi perubahan sel-sel di dinding saluran cerna.

Pengobatan Crohn’s Disease

Pengobatan penyakit Crohn bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah terjadinya komplikasi, serta memperpanjang periode remisi. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang bisa diberikan oleh dokter:

Obat-obatan

Jenis obat-obatan yang dapat diresepkan oleh dokter meliputi:

Penambahan nutrisi

Penambahan nutrisi umumnya dilakukan melalui selang makan atau melalui infus. Tujuannya adalah agar asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh bisa terpenuhi, sekaligus mengurangi kerja dari saluran pencernaan sehingga peradangan dapat berkurang. Nutrisi yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

Operasi

Operasi merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi penyakit Crohn. Prosedur ini dilakukan bila berbagai pengobatan lain telah dilakukan dan tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Operasi dilakukan dengan mengangkat bagian saluran pencernaan yang rusak, lalu menyambungkan bagian yang masih sehat. Selain itu, operasi juga dapat digunakan untuk menutup fistula, atau mengalirkan nanah di saluran cerna yang muncul akibat infeksi.

Meski bagian saluran pencernaan yang rusak telah diangkat, penyakit Crohn masih dapat kambuh kembali. Kambuhnya penyakit Crohn umumnya terjadi pada jaringan sambung yang dibuat setelah pengangkatan. Oleh sebab itu, dokter akan tetap memberikan obat untuk memperkecil kemungkinan kambuh.

Komplikasi Crohn’s Disease

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit Crohn:

Pencegahan Crohn’s Disease

Penyakit Crohn tidak bisa dicegah. Namun, pada orang yang telah menderita penyakit ini, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah kekambuhan (flare-up), yaitu:

  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang
  • Berhenti merokok
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengelola stres dengan baik

Sponsored by Takeda Indonesia