Darah nifas kembali merah setelah 30 hari bisa membuat banyak ibu merasa khawatir, terutama jika warna darah tampak segar atau jumlahnya semakin banyak. Pasalnya, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Karena itu, memahami penyebabnya sangat penting agar kesehatan ibu tetap terjaga.
Darah nifas umumnya akan semakin berkurang dan warnanya berubah seiring waktu, dari merah segar menjadi kecokelatan, kekuningan, lalu putih hingga akhirnya berhenti.

Namun, pada beberapa kasus, darah nifas bisa kembali keluar berwarna merah setelah 30 hari. Hal ini tentu membuat ibu menjadi khawatir dan bertanya-tanya, apakah itu bagian dari proses pemulihan atau tanda adanya masalah pada rahim atau saluran reproduksi.
Penyebab Darah Nifas Kembali Merah Setelah 30 Hari
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan darah nifas kembali merah setelah 30 hari. Berikut beberapa di antaranya:
1. Aktivitas fisik berlebihan
Meski sudah 30 hari, otot-otot panggul, rahim, dan saluran lahir masih dalam masa pemulihan. Nah, jika di waktu ini ibu sudah mulai beraktivitas berat, seperti mengangkat barang, membersihkan rumah, atau berjalan jauh, rahim yang belum benar-benar pulih bisa ‘tertekan’ sehingga memicu keluarnya darah nifas kembali.
Biasanya, darah akan terlihat merah seperti darah segar. Namun, Anda nggak perlu khawatir karena volume darah biasanya tidak terlalu banyak dan darah akan berhenti cukup dengan Anda beristirahat.
2. Sisa jaringan plasenta di rahim
Setelah 30 hari melahirkan, darah nifas umumnya semakin sedikit dan warnanya tidak lagi merah karena jaringan plasenta di rahim mulai berkurang. Namun, pada sebagian ibu, bisa saja masih ada banyak jaringan plasenta yang tertinggal.
Nah, sisa jaringan ini dapat menyebabkan rahim terus berkontraksi dan mengeluarkan darah berwarna merah, kadang-kadang disertai gumpalan kecil. Jika tidak segera dibersihkan atau dikeluarkan, sisa jaringan tersebut bisa memicu perdarahan berkepanjangan atau bahkan infeksi.
3. Menstruasi pertama setelah melahirkan
Penyebab kenapa darah nifas kembali merah setelah 30 hari, mungkin karena ibu sedang menstruasi. Pasalnya, setelah masa nifas selesai, tubuh ibu akan kembali mengalami menstruasi.
Nah, darah haid yang keluar ini umumnya tampak segar dan mirip dengan darah nifas, sehingga kadang membuat ibu bingung membedakan keduanya. Namun, biasanya darah menstruasi muncul tanpa gejala lain dan volumenya tidak sebanyak perdarahan nifas.
4. Luka pada jalan lahir
Saat proses persalinan, area antara vagina dan anus (perineum) bisa saja robek atau harus dijahit. Nah, jika terkena gesekan atau tekanan berlebih akibat aktivitas fisik berlebih, luka atau jahitan yang belum benar-benar sembuh dapat terbuka kembali. Efeknya, darah nifas kembali merah setelah 30 hari.
Keluarnya darah berwarna merah segar dari luka atau jahitan perineum biasanya juga disertai munculnya rasa nyeri di area tersebut.
5. Infeksi rahim
Infeksi pada dinding rahim, yang disebut endometritis, juga dapat menyebabkan darah nifas kembali merah setelah 30 hari. Kondisi ini biasanya terjadi akibat masuknya bakteri dari vagina ke rahim.
Tanda-tanda infeksi biasanya tidak hanya berupa keluarnya darah merah segar dari vagina, tetapi juga disertai keluhan lain, seperti demam, nyeri perut bagian bawah, keputihan yang berbau tidak sedap, dan tubuh terasa sangat lemas. Kondisi ini perlu diperhatikan karena bisa berbahaya jika tidak segera ditangani oleh dokter.
6. Gangguan pembekuan darah
Beberapa ibu mungkin memiliki masalah pada proses pembekuan darah, baik karena kondisi bawaan maupun akibat penyakit tertentu. Nah, gangguan ini membuat darah menjadi lebih sulit berhenti, sehingga ibu bisa mengalami perdarahan lebih lama atau kembali keluar darah merah setelah masa nifas.
Hal yang Perlu Dilakukan saat Darah Nifas Kembali Merah Setelah 30 Hari
Jika Anda mengalami darah nifas yang kembali berwarna merah setelah 30 hari, berikut beberapa langkah yang sebaiknya dilakukan:
- Istirahat yang cukup dan kurangi melakukan aktivitas berat.
- Hindari penggunaan tampon atau menstrual cup karena bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi dan infeksi. Sebaliknya, gunakanlah pembalut.
- Ganti pembalut secara teratur area kewanitaan tetap bersih dan tidak lembap.
- Hindari membersihkan vagina dengan cairan pembersih vagina tanpa anjuran dokter karena bahan kimia di dalamnya bisa mengiritasi vagina dan memperparah keluhan.
- Pantau volume dan warna darah, serta amati apakah muncul gejala lain. Bila perlu catatlah semua perubahan yang terjadi pada tubuh Anda selama darah nifas kembali merah setelah 30 hari.
Pada sebagian ibu, darah nifas yang kembali merah setelah 30 hari bisa tergolong normal, terutama jika jumlahnya sedikit, tidak ada keluhan lain, dan darah kembali berkurang setelah istirahat.
Namun, jika volume darah bertambah banyak, keluar darah segar terus-menerus, atau disertai keluhan berat, seperti demam, nyeri hebat, atau bau tidak sedap di area kewanitaan, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.