Selain pembalut biasa (pads) dan tampon, saat ini terdapat produk lain yang semakin banyak diminati yaitu menstrual cup. Produk yang juga dikenal sebagai cangkir menstruasi ini diketahui memiliki banyak kelebihan, meski ada pula kekurangannya. Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai menstrual cup.

Menstrual cup adalah produk pengganti pembalut yang berbentuk corong dan terbuat dari karet atau silikon. Berbeda dengan pads atau tampon, menstrual cup hanya berfungsi menampung darah menstruasi, bukan menyerapnya.

Yuk, Ketahui Lebih Jauh tentang Menstrual Cup sebagai Pengganti Pembalut - Alodokter

Berbagai Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Menstrual Cup

Sebelum menggunakan produk baru, kamu perlu mengetahui kelebihan dan kerugian dari produk tersebut, termasuk untuk menstrual cup. Ada beberapa keuntungan menggunakan menstrual cup, yaitu:

1. Tahan lama

Menstrual cup merupakan produk pengganti pembalut yang ramah lingkungan, karena dapat dipakai kembali setelah dicuci. Daya tahannya pun cukup lama, yaitu 6 bulan hingga 10 tahun, tergantung jenis dan perawatannya.

2. Kapasitas besar

Menstrual cup dapat menampung darah hingga sekitar 40 ml. Daya tampung ini lebih besar dibandingkan metode lain, misalnya tampon yang hanya dapat menyerap darah sekitar 7 ml. Itulah sebabnya, menstrual cup dapat dipakai lebih lama, yaitu sekitar 6-12 jam.

3. Tidak menimbulkan bau

Menstrual cup membuat darah haid tidak terpapar udara, sehingga kamu tidak perlu takut dengan bau darah haid, yang mungkin akan muncul saat menggunakan pembalut atau tampon.

4. Menjaga pH dan bakteri baik di vagina

Menstrual cup tidak mengganggu keseimbangan pH dan bakteri di vagina, karena hanya menampung darah. Hal ini berbeda dengan penggunaan tampon yang dapat menyerap darah haid juga cairan di vagina, sehingga akan mengganggu pH dan bakteri di vagina.

5. Lebih aman

Menstrual cup hanya menampung darah dan tidak menyerapnya. Hal ini akan menurunkan risiko terjadinya infeksi bakteri. Selain itu, produk ini juga lebih tidak berisiko menyebabkan lecet atau ruam, yang terkadang muncul saat menggunakan pembalut (pads).

Meski begitu, menstrual cup juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

1. Sulit digunakan

Proses memasukkan dan mengeluarkan menstrual cup bisa jadi sulit dan tak nyaman, terutama saat pemakaian pertama atau pada wanita yang belum pernah berhubungan intim.

2. Lebih berantakan

Proses mencabut menstrual cup bisa membuat darah haid terciprat dan tercecer, bila tidak dilakukan dengan hati-hati.

3. Perlu menemukan ukuran yang cocok

Menstrual cup tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga kamu mungkin perlu mencoba beberapa ukuran terlebih dulu sebelum menemukan yang paling cocok. Hal ini bahkan bisa menjadi lebih sulit bila kamu memiliki kondisi tertentu, seperti rahim yang miring atau turun, serta fibroid.

4. Kemungkinan menimbulkan alergi

Beberapa jenis menstrual cup terbuat dari lateks, sehingga orang yang alergi terhadap bahan ini perlu berhati-hati dan lebih teliti saat membeli produk. Jika kamu memiliki alergi terhadap lateks, pilihlah menstrual cup yang terbuat dari silikon.

5. Butuh perawatan ekstra

Menstrual cup harus selalu dicuci bersih setelah digunakan. Selain itu, pembalut ini juga perlu disterilisasi (direbus di air mendidih) setiap bulan. Tanpa perawatan yang telaten, penggunaan pembalut ini justru akan meningkatkan risiko terjadinya sejumlah gangguan kesehatan, seperti iritasi dan infeksi pada vagina.

Panduan Menggunakan Menstrual Cup

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memilih ukuran menstrual cup yang pas. Menstrual cup ukuran kecil biasanya digunakan untuk wanita berusia kurang dari 30 tahun atau belum pernah melahirkan normal. Sedangkan menstrual cup berukuran besar, biasanya untuk wanita berusia lebih dari 30 tahun, pernah melahirkan normal, atau biasa mengalami perdarahan menstruasi yang banyak.

Berikut ini adalah langkah-langkah menggunakan menstrual cup:

  • Lumasi bibir corong menstrual cup dengan air atau pelumas berbahan air, agar lebih mudah dimasukkan
  • Jepit atau lipat corong menstrual cup menjadi dua dengan salah satu tangan.
  • Masukkan corong ini (dalam keadaan terlipat dan menghadap atas) ke dalam vagina secara perlahan. Setelah dimasukkan, corong otomatis akan terbuka kembali dan terpasang pada posisinya, yaitu beberapa cm di dalam saluran leher rahimmu.
  • Masukkan kembali jarimu sedikit ke dalam vagina dan putar bagian bawah corong untuk memasang segel kedap udara, sehingga darah menstruasi tidak bocor.

Bila menstrual cup terpasang dengan benar, kamu seharusnya tidak akan merasa ada benda mengganjal atau tidak nyaman. Kamu dapat beraktivitas dengan bebas, termasuk berolahraga, tanpa takut alat ini terlepas dan jatuh ke luar.

Apabila menstrual cup sudah penuh, cabut alat tersebut dengan cara berikut:

  • Letakkan telunjuk dan jempol ke dalam vagina dan tarik tangkai menstrual cup perlahan sampai kamu bisa mencapai bagian dasar corong atau mangkuk.
  • Cubit atau jepit bagian dasar corong tersebut untuk melepaskan segel kedap udara dan tarik corong ke luar.
  • Setelah dikeluarkan dari vagina, buang darah haid yang telah tertampung ke toilet.

Menstrual cup bisa menjadi alternatif pembalut saat haid, yang dinilai aman secara medis. Walau begitu, tetap pastikan produk yang akan kamu gunakan terjamin mutunya, misalnya dengan mengecek izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) pada kemasan. Bila saat memakai alat ini kamu merasa tidak nyaman atau mengalami keluhan lain, segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.