Dasnib adalah obat untuk menangani kanker darah jenis leukemia mieloid kronis dan leukemia limfoblastik akut. Obat ini diperuntukkan bagi pasien yang baru didiagnosis menderita kondisi tersebut atau yang tidak membaik setelah menjalani kemoterapi dengan obat lain.
Dasnib merupakan obat antikanker dengan kandungan aktif dasatinib. Obat ini bekerja dengan cara menghambat protein yang digunakan sel kanker untuk memperbanyak diri. Dengan mekanisme tersebut, pertumbuhan dan penyebaran kanker bisa dihambat.

Dasnib hanya digunakan untuk pasien dengan leukemia mieloid kronis atau leukemia limfoblastik akut yang memiliki kromosom Philadelphia. Sebelum memulai terapi, dokter akan memastikan kondisi pasien melalui pemeriksaan terlebih dahulu.
Produk Dasnib
Dasnib tersedia dalam 6 varian, yaitu:
- Dasnib 20 mg tablet, yang mengandung 20 mg dasatinib per tablet.
- Dasnib 50 mg tablet, dengan kandungan 50 mg dasatinib tiap tablet.
- Dasnib 70 mg tablet, yang mengandung 70 mg dasatinib per tablet.
- Dasnib 80 mg tablet, dengan kandungan 80 mg dasatinib tiap tablet.
- Dasnib 100 mg tablet, yang mengandung 100 mg dasatinib per tablet.
- Dasnib 140 mg tablet, dengan kandungan 140 mg dasatinib tiap tablet.
Apa Itu Dasnib
| Bahan aktif | Dasatinib |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antikanker jenis penghambat protein kinase |
| Manfaat | Menangani kanker darah jenis chronic myeloid leukemia (CML) dan acute lymphoblastic leukemia (ALL) |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Dasnib untuk ibu hamil | Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi kondisi yang mengancam nyawa. |
| Dasnib untuk ibu menyusui | Jangan menyusui selama menggunakan Dasnib hingga 2 minggu setelah dosis terakhir. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Mengonsumsi Dasnib
Dasnib tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan kanker darah dengan Dasnib, yaitu:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Dasnib tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, perdarahan saluran cerna, intoleransi laktosa, penyakit paru-paru, penyakit jantung, hipokalemia, atau hipomagnesemia.
- Beri tahu dokter jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat gangguan irama jantung (aritmia), kelainan pada hasil EKG, atau henti jantung mendadak pada usia muda.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah terkena anemia, neutropenia, atau trombositopenia. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan jumlah darah sebelum pemberian obat ini.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami gangguan sistem imun atau kondisi yang menyebabkan imunodefisiensi. Informasikan juga ke dokter jika Anda sedang atau baru-baru ini menderita penyakit infeksi.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil atau mungkin sedang hamil baik sebelum maupun selama mengonsumsi Dasnib. Obat ini tidak boleh digunakan selama kehamilan. Dokter akan memastikan Anda tidak hamil sebelum meresepkan Dasnib.
- Gunakan alat kontrasepsi yang efektif selama menggunakan Dasnib hingga 30 hari setelah selesai pengobatan. Jika terjadi kehamilan, obat ini dapat membahayakan janin.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang dalam masa menyusui. Ibu tidak boleh menyusui selama menggunakan Dasnib sampai 2 minggu setelah selesai pengobatan.
- Konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang berencana hamil atau menjalani program kehamilan setelah selesai terapi dengan Dasnib. Obat ini bisa menurunkan kesuburan pada pria maupun wanita.
- Informasikan kepada dokter mengenai semua obat yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Jangan menjalani vaksinasi dengan vaksin apa pun selama menggunakan Dasnib kecuali atas persetujuan dokter. Hindari kontak erat dengan orang yang baru saja menerima vaksin hidup, seperti vaksin polio.
- Hindari kontak erat dengan penderita penyakit infeksi yang mudah menular, seperti flu atau campak, selama menjalani pengobatan dengan Dasnib. Penggunaan obat ini bisa meningkatkan risiko Anda tertular penyakit tersebut. Temui dokter jika timbul gejala infeksi, seperti demam dan menggigil.
- Jangan mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Dasnib. Obat ini dapat menimbulkan efek samping berupa pusing, kantuk, atau penglihatan buram.
- Hindari aktivitas yang meningkatkan risiko terjadinya memar atau perdarahan, misalnya olahraga yang melibatkan adu fisik, selama menggunakan Dasnib. Berhati-hati pula ketika menggunakan benda tajam.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Dasnib jika direncanakan menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah minum Dasnib.
Dosis dan Aturan Pakai Dasnib
Berikut ini adalah dosis Dasnib untuk orang dewasa berdasarkan jenis kanker darah yang akan diobati:
- Kondisi: Pasien baru terdiagnosis chronic myeloid leukemia (CML)
Dosisnya adalah 100 mg, 1 kali sehari, diminum pada pagi atau malam hari. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 140 mg, 1 kali sehari, jika kondisi pasien belum membaik.
- Kondisi: Pasien CML yang tidak bisa ditangani dengan obat lain, seperti imatinib
Dosisnya 140 mg, 1 kali sehari. Jika kondisi pasien belum membaik, dosis bisa ditambah menjadi 180 mg, 1 kali sehari.
- Kondisi: Pasien acute lymphoblastic leukemia (ALL) yang tidak bisa ditangani dengan obat lain
Dosisnya adalah 140 mg, 1 kali sehari. Dosis bisa ditambah menjadi 180 mg, 1 kali sehari, jika respons yang diharapkan belum tercapai.
Cara Menggunakan Dasnib dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah petunjuk pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Dasnib. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar hasil pengobatan maksimal, perhatikan cara menggunakan Dasnib dengan benar berikut ini:
- Konsumsilah Dasnib 1 kali sehari sesuai dosis yang diberikan dokter. Obat ini bisa diminum sebelum atau setelah makan. Anda bisa mengonsumsinya pada pagi maupun malam hari.
- Telan tablet Dasnib secara utuh dengan bantuan air putih tanpa dibelah, dikunyah, atau digerus terlebih dahulu.
- Jangan minum tablet Dasnib yang sudah terbelah atau hancur. Pakailah sarung tangan karet saat membuang obat yang sudah hancur. Jangan sampai obat mengenai mata, kulit, hidung, atau mulut. Cuci dengan sabun dan air mengalir jika bagian tersebut terkena obat yang hancur.
- Jika Anda sedang menjalani terapi dengan antasida, minumlah obat tersebut 2 jam sebelum atau sesudah mengonsumsi Dasnib.
- Konsumsilah Dasnib secara rutin sesuai anjuran dokter. Jika Anda lupa, minumlah obat ini pada jadwal berikutnya tanpa menggandakan dosis.
- Lakukan kontrol rutin sesuai jadwal dan arahan dari dokter. Anda perlu menjalani tes darah secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan agar pengobatan berjalan dengan baik dan bisa dilanjutkan, serta untuk mendeteksi kemungkinan munculnya efek samping.
- Simpan tablet Dasnib dalam wadah tertutup di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Dasnib dengan Obat Lain
Dasnib dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat-obatan tertentu. Efek interaksi yang terjadi bisa berupa:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan dan trombositopenia jika digunakan bersama obat antikoagulan, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), atau obat antiplatelet
- Penurunan efektivitas Dasnib dalam pengobatan kanker darah jika digunakan dengan carbamazepine, dexamethasone, phenytoin, phenobarbital, atau rifampicin
- Penurunan penyerapan Dasnib jika digunakan dalam waktu yang bersamaan atau berdekatan dengan antasida
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Dasnib jika digunakan bersama atazanavir, clarithromycin, erythromycin, itraconazole, ketoconazole, ritonavir, atau voriconazole
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat cisapride, ciclosporin, pimozide, quinidine, simvastatin, sirolimus, tacrolimus, atau obat dari golongan ergot alkaloid, seperti ergotamine
Selama menggunakan Dasnib, hindari konsumsi seledri dan buah dari tanaman sitrun, seperti jeruk, jeruk bali, dan grapefruit, khususnya dalam bentuk jus. Makanan tersebut dapat berinteraksi dengan dasatinib dan meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
Agar terhindar dari interaksi yang tidak diinginkan, pastikan untuk memberi tahu dokter jika hendak menggunakan obat lain selama menjalani terapi dengan Dasnib.
Efek Samping dan Bahaya Dasnib
Efek samping yang bisa timbul setelah minum Dasnib meliputi:
- Sakit kepala
- Nyeri otot, nyeri sendi, nyeri tulang
- Lelah atau tidak berenergi
- Kesemutan, panas, atau nyeri di tangan maupun kaki
- Mual atau muntah
- Ruam ringan pada kulit
- Sakit perut
- Diare atau justru sembelit
Sampaikan kepada dokter jika efek samping tersebut sangat mengganggu atau tidak membaik. Segera cari pertolongan medis jika setelah mengonsumsi obat ini Anda mengalami reaksi alergi atau muncul efek samping serius di bawah ini:
- Gejala stroke, seperti sakit kepala yang berat, jantung berdebar, lunglai sebelah badan, kesemutan di wajah, kesulitan berjalan, atau gangguan penglihatan
- Gejala hipertensi pulmonal, seperti pusing berat seperti akan pingsan, nyeri dada, sesak napas, kulit dan bibir berwarna kebiruan, atau bengkak di tungkai maupun kaki
- Gejala penyakit infeksi, seperti demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, atau sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
- Gangguan fungsi liver, yang gejalanya berupa muntah terus-menerus, nyeri perut yang berat, perut bengkak, urine berwarna gelap, atau penyakit kuning
- Gangguan fungsi ginjal, yang gejalanya meliputi nyeri saat buang air kecil, urine keruh, urine yang keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali, atau kencing berdarah
- Serangan jantung, yang gejalanya antara lain sesak napas, nyeri dada yang menjalar ke bahu, lengan, leher, dan punggung
- Mudah memar, atau muncul bintik ungu maupun kemerahan di bawah kulit
- Muntah darah atau dengan ampas seperti bubuk kopi
- BAB berdarah atau tinja berwarna hitam
- Denyut jantung lambat, terlalu cepat, atau tidak beraturan
- Lemah otot atau kram otot yang berat, serta nyeri pinggang atau panggul
- Pembesaran payudara pada pria maupun wanita
- Kulit melepuh dan mengelupas