Dehidrasi yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari gangguan fungsi organ hingga kondisi yang mengancam jiwa. Risiko komplikasi akan meningkat pada bayi, lansia, serta orang dengan penyakit kronis atau yang mengalami dehidrasi berat.

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, menurunkan volume darah, serta memengaruhi fungsi organ vital, seperti ginjal dan otak.

Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat dehidrasi:

1. Gangguan pada ginjal dan saluran kemih

Dehidrasi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga batu kandung kemih. Kekurangan cairan membuat urine menjadi lebih pekat sehingga mempermudah terbentuknya kristal atau batu.

Jika berlangsung lama atau berulang, dehidrasi juga dapat menurunkan aliran darah ke ginjal dan berujung pada gangguan fungsi ginjal, termasuk gagal ginjal akut.

2. Hipertermia

Dehidrasi dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur suhu. Kondisi ini berisiko menyebabkan hipertermia, terutama saat seseorang beraktivitas di lingkungan yang panas.

Pada kasus yang lebih berat, hipertermia dapat berkembang menjadi heatstroke, yaitu kondisi darurat medis yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh secara drastis, kebingungan, hingga penurunan kesadaran.

3. Kejang akibat gangguan elektrolit

Keseimbangan elektrolit, seperti natrium dan kalium, sangat penting untuk fungsi saraf dan otot. Dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang memicu gangguan pada sistem saraf.

Akibatnya, penderita dapat mengalami kejang, kelemahan otot, atau gangguan kesadaran, terutama pada dehidrasi yang berat.

4. Syok hipovolemik

Syok hipovolemik merupakan komplikasi paling serius dari dehidrasi. Kondisi ini terjadi ketika volume cairan dan darah dalam tubuh menurun secara signifikan sehingga tekanan darah turun dan aliran oksigen ke organ vital terganggu.

Gejalanya dapat berupa denyut nadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun, kulit dingin dan pucat, serta penurunan kesadaran. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang memerlukan penanganan medis segera.

5. Gangguan fungsi organ lain

Pada dehidrasi berat, berkurangnya aliran darah dapat memengaruhi berbagai organ, seperti otak, jantung, dan hati. Kondisi ini dapat menyebabkan kebingungan, penurunan kesadaran, hingga kegagalan organ bila tidak segera ditangani.