Diagnosis Dehidrasi

Dehidrasi memang merupakan kondisi tubuh yang dapat segera ditangani secara mandiri dan biasanya tidak memerlukan tindakan secara khusus. Namun jika diperlukan, dapat memeriksakan diri ke dokter, terutama jika mengalami dehidrasi disertai gejala, seperti:

  • Mengalami diare selama lebih dari 24 jam terus menerus.
  • Muncul tinja berdarah atau berwarna hitam pekat.
  • Mudah tersinggung, mengalami disorientasi dan rasa kantuk berat yang tidak biasa.
  • Tidak dapat mempertahankan asupan cairan yang cukup, misalnya muntah-muntah.

Dokter dapat mendiagnosis adanya dehidrasi pada seseorang melalui pemeriksaan fisik, seperti kondisi kulit, laju pernapasan, air mata, dan membran mukosa (contoh lapisan rongga mulut). Dokter juga akan melakukan pengukuran tekanan darah, dikarenakan penderita dehidrasi berisiko memiliki tekanan darah yang rendah. Jika diperlukan, dokter juga akan merekomendasikan pasien untuk menjalani tes darah (misalnya pemeriksaan kadar elektrolit dalam darah) dan tes urine.

Pengobatan Dehidrasi

Pengobatan utama untuk dehidrasi adalah dengan mengganti cairan dan mineral yang hilang dengan cara minum banyak air atau jus buah yang encer. Minuman manis bisa membantu menggantikan gula yang hilang, sedangkan camilan asin bisa menggantikan garam atau natrium yang hilang. Metode terbaik dalam mengobati dehidrasi tergantung kepada usia penderita dan tingkat keparahan dehidrasi, serta penyebabnya.

Oralit

Oralit adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi. Ketika Anda mengalami dehidrasi, tubuh akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Meminum oralit bisa mengembalikan keseimbangan kadar zat tersebut di dalam tubuh. Ada banyak produk oralit yang bisa dibeli secara bebas. Konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui lebih lanjut tentang oralit.

Mengobati dehidrasi pada bayi

Ibu dianjurkan untuk tetap melanjutkan memberikan ASI pada bayi ketika mereka mengalami diare, muntah-muntah, atau demam. Jika bayi minum susu formula, ganti dengan susu formula yang bebas laktosa hingga diarenya benar-benar berhenti. Laktosa sulit dicerna jika bayi mengalami diare, bahkan cenderung memperburuk kondisi diarenya. Tetap memberikan ASI serta ditambah dengan oralit akan menggantikan cairan, garam, dan gula yang hilang.

Dokter bisa memberikan saran pengobatan yang tepat jika bayi mengalami dehidrasi. Segera konsultasikan ke dokter jika muncul tanda-tanda dehidrasi pada bayi.

Mengobati dehidrasi pada anak-anak

Untuk penanganan dehidrasi pada anak-anak, pemberian air berlebihan justru bisa membuat kadar mineral dalam tubuh lebih menurun, dan akibatnya memperburuk kondisi tubuhnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memberikan larutan oralit kepada anak-anak. Bisa menggunakan sendok untuk menyuapi cairan kepada anak-anak yang mengalami muntah-muntah atau mengalami diare.

Mengobati dehidrasi pada atlet

Untuk dehidrasi yang terjadi akibat olahraga, minuman berenergi yang mengandung elektrolit dan gula adalah pilihan terbaik. Hindari segala jenis minuman bersoda.

Atlet juga berisiko terkena hiponatremia jika terlalu banyak minum air mineral pada waktu yang singkat. Hiponatremia bisa menimpa atlet karena natrium (garam) dalam darah banyak yang keluar melalui keringat, dan semakin encer saat air mineral dalam jumlah banyak masuk ke dalam tubuhnya.

Beberapa gejala hiponatremia adalah mual, muntah dan sakit kepala. Jika kondisi semakin parah, maka seseorang bisa mengalami pembengkakan otak yang menyebabkan kebingungan, kejang, koma, bahkan kematian.

Mengobati dehidrasi berat

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat harus segera ditangani oleh petugas medis di rumah sakit, dan kemungkinan, kondisi ini akan memerlukan rawat inap. Pasien bisa menerima gula, garam, dan cairan melalui infus. Infus merupakan cara yang cepat dan efektif dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat yang normal.