Komplikasi Dehidrasi

Dehidrasi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan timbulnya komplikasi pada tubuh Anda. Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat dehidrasi yang tidak ditangani, yaitu:

  • Kejang yang muncul akibat gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh, terutama natrium dan kalium.
  • Permasalahan pada ginjal dan saluran kemih, terutama jika dehidrasi yang dialami terjadi berulang kali. Dehidrasi dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, bahkan gagal ginjal.
  • Cedera akibat suhu tinggi (heat injury). Jika sedang melakukan aktivitas fisik berat, namun tidak menjaga asupan cairan tubuh, dapat mengalami dehidrasi yang memicu terjadinya heat injury. Gejala heat injury yang tergolong ringan bisa berupa kram. Sedangkan gejala beratnya bisa berupa kelelahan dan heat stroke.
  • Syok hipovolemik. Ini merupakan komplikasi akibat dehidrasi paling serius, dan bahkan berpotensi membahayakan jiwa Anda. Kekurangan cairan dapat menyebabkan volume darah di dalam tubuh menjadi berkurang, sehingga tekanan darah dan kadar oksigen menjadi menurun.

Pencegahan Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi, minumlah banyak cairan dan mengonsumsi makanan yang kadar airnya tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. Contohnya adalah:

  • Selada
  • Bayam
  • Wortel
  • Semangka
  • Strawberi
  • Apel
  • Anggur
  • Jeruk
  • Pir
  • Nanas

Saat berolahraga, jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum. Dengan minum secara teratur, kadar normal cairan dan mineral dalam tubuh bisa dipertahankan. Jika sedang berolahraga, perlu minum air lebih banyak dari biasanya.

Jumlah keringat yang dikeluarkan tiap orang dapat berbeda-beda. Oleh karena itu, cukup sulit untuk menentukan rekomendasi yang tepat mengenai berapa banyak cairan yang harus diminum. Secara rata-rata, untuk orang dewasa, sebaiknya minum dua hingga tiga liter air setiap harinya. Sedangkan untuk anak-anak, semua tergantung kepada umur, ukuran tubuh, dan aktivitas yang dilakukan. Kesimpulannya, semakin banyak keringat yang dikeluarkan, semakin tinggi asupan air yang dibutuhkan tubuh.

Tetapi jika minum banyak cairan hingga melebihi yang bisa diproses oleh tubuh, efeknya malah bisa mengurangi kadar garam atau natrium dalam darah. Ini bisa menyebabkan hiponatremia, sehingga jika merasa kembung berhentilah minum. Perlu diingat bahwa kekurangan garam atau sodium di dalam tubuh bisa berakibat fatal.

Berikut ini adalah contoh kondisi yang membutuhkan perhatian khusus terkait pentingnya kebutuhan cairan:

  • Jika ada anak atau orang terdekat sedang sakit, terutama mengalami demam, diare, atau muntah-muntah, kemungkinan besar dia akan terkena dehidrasi. Sangat penting untuk menggantikan cairan tubuh secepatnya.
  • Bagi yang gemar berolahraga, minumlah air sebelum memulai olahraga berat. Warna urine yang jernih menandakan telah cukup minum air.
  • Jika tinggal di daerah panas dan lembap, minumlah banyak air untuk menurunkan panas tubuh. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol ketika suhu sedang panas, karena kandungan alkohol akan meningkatkan jumlah air yang hilang.