Untuk mendeteksi adanya tendensi seseorang untuk menjadi psikopat dibutuhkan serangkaian pemeriksaan psikologis, salah satunya tes psikopat oleh ahli kejiwaan. Faktor apa saja yang menentukan seseorang menjadi psikopat? Simak penjelasannya berikut ini.

Psikopat merupakan orang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial yang ditandai dengan perilaku-perilaku tertentu. Gangguan kepribadian antisosial dapat dimulai sejak masa kanak-kanak, kemudian berlanjut pada masa remaja hingga dewasa.

Dengan Tes Psikopat, Faktor-faktor Ini Akan Terungkap - Alodokter

Untuk menentukan apakah seseorang dapat disebut psikopat atau tidak, hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan medis kejiwaan dan psikotes, oleh psikolog atau psikiater. Salah satu psikotes untuk mendeteksi psikopat ini disebut Psychopathy Checklist–Revised (PCL-R). Instrumen ini dapat menentukan ciri-ciri kepribadian, perilaku, sekaligus parameter psikologis lain, seperti kecenderungan untuk melanggar hukum dan norma masyarakat.

Ada beberapa faktor yang dijadikan tolak ukur dalam penilaian tes psikopat:

  • Kadar empati
    Psikopat diketahui berhati dingin atau tidak peduli dengan perasaan orang lain. Diduga, hal ini disebabkan oleh kelainan aktivitas listrik pada bagian otak yang mengontrol emosi. Meski demikian, dalam kehidupan sehari-harinya, seorang psikopat bisa saja berpura-pura menunjukkan empati untuk maksud dan tujuan Tes psikopat ini dapat digunakan untuk menilai apakah seseorang memiliki kemampuan empati yang baik atau tidak.
  • Reaksi emosi
    Psikopat atau penderita gangguan kepribadian antisosial lain, memiliki tingkat emosi sosial yang rendah, contohnya adalah rasa malu atau rasa bersalah. Bahkan, psikopat juga dikenal tidak memiliki atau minim rasa takut. Sebuah studi menunjukkan, jika seorang psikopat ditempatkan pada situasi yang menakutkan, ia tidak mengalami ketakutan yang biasa dialami oleh kebanyakan orang.
    Selain itu, menurut penelitian, otak psikopat cenderung berbeda dengan otak yang normal. Perbedaan ini dapat mengganggu fungsi dasar tubuh, sehingga psikopat tidak memiliki kemampuan untuk merasakan apa yang orang lain rasakan, misalnya kesusahan atau kesedihan orang lain. Reaksi seorang psikopat cenderung sangat berlawanan dengan reaksi yang umum. Mereka cenderung lebih tenang dan dingin dalam menghadapi apa pun, termasuk kematian.
  • Tanggung jawab
    Pada psikopat, tampak perilaku yang selalu menyalahkan orang lain dan tidak merasa bertanggung jawab, meskipun hal tersebut sudah terbukti sebagai kesalahannya. Jika terpaksa, ada kemungkinan ia akan mengakui kesalahan, namun tanpa disertai rasa bersalah atau malu.
  • Kejujuran
    Dengan tes psikopat, kecenderungan seseorang untuk berbohong atau berbicara jujur dapat ditentukan. Psikopat diketahui terbiasa memanfaatkan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri.
    Psikopat dapat berbohong dengan wajah tak bersalah. Berbohong tampak bukan suatu beban bagi psikopat. Tindakan berbohong ini juga dilakukan dengan tujuan memanipulasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diinginkannya.
  • Rasa percaya diri
    Psikopat biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Dirinya meyakini bahwa dia lebih pintar atau hebat dibanding yang sebenarnya.
  • Rentang perhatian
    Umumnya psikopat memiliki rentang perhatian yang pendek atau tingkat perhatian yang rendah terhadap orang lain dan hal-hal di sekitarnya, akibat sikap impulsif yang dimilikinya.

Psikopat dianggap sebagai salah satu gangguan kepribadian antisosial yang cukup berat. Sebagian psikopat bahkan dapat melakukan pelanggaran hukum atau tindak kejahatan. Berkonsultasilah pada psikolog atau psikiater tentang tes psikopat, jika Anda menemukan seseorang dengan ciri kepribadian psikopat yang mungkin membahayakan orang lain.