Disudrin-ped adalah obat untuk meredakan gejala hidung tersumbat akibat flu, batuk pilek, reaksi alergi, sinusitis, atau bronkitis. Disudrin-ped tersedia dalam bentuk sirop dan drops, sehingga cocok untuk digunakan oleh anak-anak, asalkan sesuai petunjuk dokter atau anjuran pada kemasan.

Kandungan bahan aktif dalam Disudrin-ped, yaitu pseudoephedrine, bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan pembuluh darah di saluran hidung. Dengan begitu, keluhan hidung tersumbat bisa mereda dan napas kembali lega.

Disudrin-ped

Produk Disudrin-ped

Disudrin-ped terdiri dari dua macam sediaan, yaitu sirop dan drops. Berikut ini adalah rincian produknya:

Apa Itu Disudrin-ped

Bahan aktif Pseudoephedrine
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Dekongestan
Manfaat Meredakan hidung tersumbat akibat flu, batuk pilek, reaksi alergi, sinusitis, atau bronkitis
Digunakan oleh Anak-anak
Disudrin-ped untuk ibu hamil dan menyusui Disudrin-ped diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak
Bentuk obat Sirop dan cairan tetes oral (drops)

Peringatan sebelum Menggunakan Disudrin-ped

Meski bebas dijual, Disudrin-ped tidak boleh diberikan sembarangan. Sebelum memberikan obat ini kepada anak, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki anak Anda. Disudrin-ped tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang alergi pseudoephedrine.
  • Sampaikan kepada dokter apabila anak Anda memiliki alergi terhadap obat-obatan yang mengandung ephedrine atau phenylephrine.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Disudrin-ped jika anak Anda pernah atau sedang menderita diabetes, sulit buang air kecil akibat pembesaran prostat, penyakit jantung, aritmia, nyeri dada, hipertensi, penyakit ginjal, penyakit liver, glaukoma, atau hipertiroidisme.
  • Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Disudrin-ped jika anak Anda sedang menderita diabetes, penyakit liver, fenilketonuria, atau kecanduan alkohol. Disudrin-ped sediaan cair dapat mengandung alkohol, gula, dan aspartam, yang penggunaannya perlu dibatasi pada kondisi tersebut.
  • Jangan mengonsumsi Disudrin-ped jika anak Anda sedang menggunakan obat-obatan golongan inhibitor monoamine oksidase (MAOI) dalam 14 hari terakhir.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Disudrin-ped sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter mengenai penggunaan Disudrin-ped jika anak Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat tertentu, termasuk suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
  • Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius pada anak Anda setelah diberikan Disudrin-ped.

Dosis dan Aturan Pakai Disudrin-ped

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Disudrin-ped untuk mengatasi bersin-bersin dan hidung tersumbat:

Disudrin-ped sirop

  • Anak usia 6–12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak-anak usia 2–5 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak-anak <2 tahun: atas petunjuk dokter.

Disudrin-ped drops

  • Anak-anak usia 2–5 tahun: 0,8 ml, 3 kali sehari.
  • Anak-anak <2 tahun: atas petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Disudrin-ped dengan Benar 

Gunakanlah Disudrin-ped sesuai aturan pakai yang terdapat pada kemasan atau berdasarkan anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Pastikan untuk mengikuti cara menggunakan Disudrin-ped dengan benar di bawah ini agar mendapat hasil pengobatan maksimal:

  • Disudrin-ped dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. 
  • Kocok botol Disudrin-ped sebelum obat dikonsumsi. Bila ada, gunakan sendok atau alat takar yang tersedia dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Selama minum Disudrin-ped, pastikan anak tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, cokelat, atau soda. Konsumsi Disudrin-ped bersama makanan dan minuman berkafein dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping.
  • Disudrin-ped tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang. Obat ini hanya digunakan ketika terdapat gejala hidung tersumbat. Hentikan pemberian Disudrin-ped kepada anak bila gejala sudah hilang.
  • Hubungi dokter jika keluhan pada anak tidak membaik sama sekali meski sudah 3 hari diberikan Disudrin-ped, atau bila muncul demam, ruam, dan sakit kepala yang tidak kunjung reda. Guna memastikan kondisi dan mendapat penanganan yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter.
  • Simpan Disudrin-ped di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan Disudrin-ped yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Disudrin-ped Sirup tidak boleh digunakan lebih dari 30 hari setelah kemasan dibuka.

Interaksi Disudrin-ped dengan Obat Lain 

Pseudoephedrine yang terkandung dalam Disudrin-ped dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat-obat tertentu. Efek interaksi yang dapat terjadi adalah:

  • Penurunan efek antihipertensi dari metildopa, penghambat beta, seperti bisoprolol; dan penghambat alfa, seperti terazosin dan prazosin
  • Penurunan efektivitas pseudoephedrine jika digunakan dengan urinary acidifiers, seperti asam fosfat kalium
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika pseudoephedrine digunakan dengan urinary alkalinizers, seperti kalium sitrat
  • Peningkatan tekanan darah jika digunakan dengan antidepresan trisiklik atau agen simpatomimetik lain, seperti dekongestan, obat penurun selera makan, atau stimulan, seperti amfetamin
  • Peningkatan risiko terjadinya krisis hipertensi dan efek samping yang fatal jika digunakan bersama obat golongan MAOI, seperti isocarboxazid atau selegiline

Agar terhindar dari efek interaksi yang tidak diinginkan, mintalah saran dokter sebelum memberikan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun kepada anak Anda bersamaan dengan Disudrin-ped.

Efek Samping dan Bahaya Disudrin-ped

Karena kandungan pseudoephedrine di dalam Disudrin-ped, efek samping yang bisa terjadi akibat konsumsi Disudrin-ped antara lain:

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika keluhan yang disebutkan di atas tidak mereda atau justru memberat. Segera ke dokter jika anak Anda mengalami reaksi alergi obat, atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan (aritmia)
  • Demam
  • Tubuh gemetar (tremor)
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kulit memerah
  • Muncul bisul berisi nanah

Untuk respons yang cepat, Anda bisa melakukan chat online dengan dokter. Dokter dapat memberikan penanganan awal untuk meredakan efek samping. Jika diperlukan pertolongan medis secepatnya, dokter akan menyarankan Anda untuk ke IGD terdekat.