Dumolid bermanfaat untuk insomnia berat. Obat ini hanya digunakan untuk terapi jangka pendek dan hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh digunakan sembarangan karena dapat menyebabkan ketergantungan.

Dumolid bekerja dengan cara menekan sel saraf otak dalam pengiriman sinyal. Hal ini menyebabkan aktivitas otak menjadi menurun, sehingga tercipta efek tenang yang membantu penderita insomnia untuk tidur.

Dumolid - alodokter_compress

Perlu diketahui, Dumolid hanya membantu penderita insomnia untuk tidur, tetapi tidak bisa menyembuhkan penyebab yang mendasari terjadinya insomnia. Tiap tablet Dumolid mengandung 5 mg nitrazepam. Di Indonesia, nitrazepam termasuk ke dalam psikotropika golongan 4, sehingga penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Apa Itu Dumolid

Bahan Aktif Nitrazepam
Golongan Benzodiazepine
Kategori Obat resep
Manfaat Membantu mengatasi insomnia berat
Dikonsumsi oleh Dewasa
Dumolid untuk ibu hamil dan menyusui Kategori N: Belum dikategorikan.

Dumolid tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Ibu hamil atau ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami insomnia yang mengganggu atau merasa perlu mengonsumsi Dumolid.

Bentuk obat Tablet salut selaput

 Peringatan Sebelum Mengonsumsi Dumolid

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Dumolid, yaitu:

  • Jangan mengonsumsi Dumolid jika Anda alergi terhadap nitrazepam atau obat golongan benzodiazepine lainnya. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki sleep apnea, fobia yang sedang aktif, psikosis, sulit bernapas, myasthenia gravis, gagal hati, atau porfiria akut. Dumolid tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita depresi, gangguan kepribadian, epilepsi, penyakit liver, penyakit jantung dan paru-paru, arteriosklerosis, penyakit ginjal, atau hipoalbuminemia.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita kecanduan alkohol atau ketergantungan NAPZA.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama mengonsumsi Dumolid, karena alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Hindari berkendara dan melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan jika Anda masih merasakan kantuk atau tidak bisa bereaksi cepat setelah mengonsumsi Dumolid, meskipun Anda sudah tidur.
  • Beri tahu dokter jika efektivitas Dumolid berkurang bila dibandingkan dengan saat awal konsumsi, meskipun dosis tidak diturunkan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk mengantisipasi terjadinya interaksi obat.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi Dumolid ketika Anda direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau terjadi overdosis saat menggunakan Dumolid.

Dosis dan Aturan Pakai Dumolid

Dokter akan memberikan dosis Dumolid sesuai dengan usia dan kondisi pasien. Berikut ini adalah dosis umum Dumolid berdasarkan usia pasien:

  • Dewasa: 5 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 10 mg, 1 kali sehari, jika diperlukan. Durasi pengobatan maksimal 4 minggu.
  • Lansia: 2,5 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 5 mg, 1 kali sehari, jika diperlukan. Dosis maksimal 5 mg.

Cara Mengonsumsi Dumolid dengan Benar

Dumolid dapat mengakibatkan ketergantungan, terutama jika diberikan dalam dosis tinggi dan jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, ikuti anjuran dokter dan petunjuk penggunaan pada kemasan dalam mengonsumsi Dumolid. Dokter biasanya akan memberikan Dumolid dari dosis terendah dan menentukan batas lama penggunaannya.

Konsumsi Dumolid bersama segelas air sebelum tidur di malam hari. Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini di pagi atau siang hari karena dapat mengganggu aktivitas dan mengacaukan pola tidur. Hal ini dapat berakibat insomnia semakin sulit diatasi.

Jangan menghentikan konsumsi Dumolid tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, karena obat ini bisa menimbulkan gejala putus obat, seperti sulit tidur, depresi, cemas, mudah marah, sakit kepala, keringat dingin, dan diare.

Ikuti jadwal kontrol yang ditentukan dokter selama mengonsumsi Dumolid. Hal ini penting agar dokter dapat memantau perkembangan Anda setelah mengonsumsi Dumolid dan mengatur pemberian dosis selanjutnya, sesuai dengan kondisi Anda.

Simpan Dumolid di tempat bersuhu ruangan serta terhindar dari sinar matahari langsung dan suhu lembap.

Interaksi Dumolid dengan Obat Lain

Mengingat Dumolid mengandung nitrazepam, interaksi yang bisa terjadi jika obat ini digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya kantuk yang dalam, gangguan fungsi napas, atau koma jika digunakan bersamaan dengan obat golongan opioid
  • Peningkatan efek penurunan fungsi otak jika digunakan dengan obat penenang, antipsikotik, antidepresan, antikonvulsan, atau antihistamin
  • Penurunan kadar dan efektivitas nitrazepam jika digunakan dengan rifampicin
  • Peningkatan efek kantuk nitrazepam jika digunakan dengan tizanidine atau baclofen
  • Peningkatran risiko terjadinya efek samping nitrazepam jika digunakan dengan cimetidine atau obat golongan barbiturat

Efek Samping dan Bahaya Dumolid

Berikut ini adalah efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Dumolid:

  • Kantuk di keesokan harinya
  • Kesulitan berkonsentrasi atau berpikir
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi gerakan
  • Rasa lelah meskipun sudah tidur
  • Emosi menjadi datar
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kelemahan otot
  • Penglihatan ganda

Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung reda atau justru bertambah parah. Segera temui dokter jika Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Sulit buang air kecil
  • Detak jantung tidak teratur
  • Berbicara cadel atau tidak jelas
  • Kebingungan (terutama pada lansia)
  • Depresi
  • Perubahan perilaku
  • Mudah tersinggung
  • Penyakit kuning
  • Berpikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri