Exocid adalah obat untuk mengatasi kenaikan asam lambung, yang ditandai dengan nyeri ulu hati, mual, muntah, mulut pahit atau asam, perut bergas, hingga batuk kronis. Obat ini biasanya diresepkan dokter untuk mengatasi penyakit GERD dan esofagitis. 

Exocid merupakan kelompok obat pompa proton dengan kandungan esomeprazole. Obat ini bekerja dengan cara menekan aktivitas pompa proton di lambung dalam memproduksi asam. Berkat cara kerja tersebut, produksi asam lambung menjadi berkurang sehingga gejala asam lambung naik mereda. 

Exocid

Exocid umumnya diresepkan kepada pasien GERD dan esofagitis. Namun, obat ini juga kerap diresepkan untuk membantu mencegah perdarahan atau iritasi lambung pada kasus tukak lambung atau ulkus duodenum akut setelah endoskopi. Exocid tersedia dalam bentuk serbuk injeksi. 

Apa Itu Exocid  

Bahan aktif Esomeprazole 40 mg
Golongan  Obat resep
Kategori  Penghambat pompa proton (PPI)
Manfaat Mengatasi gastroesophageal reflux disease (GERD) dan esofagitis 
Menurunkan risiko perdarahan atau iritasi pada pasien tukak lambung atau duodenum akut setelah menjalani endoskopi
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia  ≥1 tahun
Exocid untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Esomeprazole dalam Exocid diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia dan kelainan kongenital pada janin. Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini selama kehamilan. 
Exocid untuk ibu menyusui Esomeprazole dalam Exocid dapat menurunkan produksi ASI, tetapi belum ada informasi mengenai keamanan obat ini terhadap efek samping pada bayi yang menyusu.
Ibu menyusui harus menggunakan obat ini atas saran dokter dan perlu digunakan dalam pengawasan dokter. 
Bentuk obat Serbuk injeksi

Peringatan sebelum Menggunakan Exocid

Efektivitas Exocid akan maksimal jika digunakan secara tepat sehingga risiko terjadinya efek samping pun dapat diminimalkan. Hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Exocid adalah:

  • Sampaikan kepada dokter perihal riwayat alergi yang Anda miliki. Orang yang alergi dengan kandungan esomeprazole serta pantoprazole, omeprazole, lansoprazole, atau pun rabeprazole tidak boleh menggunakan obat ini. 
  • Informasikan kepada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit lupus, penyakit hati yang parah, gangguan ginjal, atau osteoporosis. 
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda juga mengalami mual, muntah-muntah, disfagia atau sulit menelan, diare parah, atau berat badan turun. 
  • Diskusikan dengan dokter apabila Anda pernah atau sedang kekurangan asupan mineral atau vitamin tertentu, seperti kalsium, kalium, magnesium, atau vitamin B12. 
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai efektivitas dan efek samping dari pemberian Exocid jika yang memperoleh pengobatan ini adalah lansia berusia 70 tahun ke atas.
  • Informasikan kepada dokter mengenai penggunaan obat ini pada ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan. 
  • Beri tahu dokter mengenai obat, suplemen, atau produk herbal tertentu yang sedang atau akan dipakai bersama dengan Exocid. Tujuannya untuk mencegah terjadinya interaksi obat. 
  • Pastikan untuk tidak mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mendapatkan pengobatan Exocid. Obat ini dapat menyebabkan sakit kepala.
  • Segera hubungi dokter ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Exocid.

Dosis dan Aturan Pakai Exocid

Obat ini diberikan dalam bentuk suntik atau infus dan penggunaanya biasanya dibatasi hingga 10 hari. Ketika kondisi pasien sudah membaik dan pasien dapat menggunakan esomeprazole dalam bentuk tablet, pemberian Exocid akan dihentikan. 

Dosis Exocid yang disuntik atau diberikan melalui infus akan disesuaikan dengan kondisi dan usia pasien. Berikut adalah dosis umumnya: 

Kondisi: Penyakit GERD dan esofagitis erosif

  • Dewasa dan anak usia 12–18 tahun: 20–40 mg, 1 kali sehari, melalui suntik perlahan atau infus
  • Anak usia 1–11 tahun: 10–20 mg, 1 kali sehari

Kondisi: Pengobatan tukak lambung karena OAINS

  • Dewasa: 20 mg, 1 kali sehari, melalui suntik perlahan atau infus

Kondisi: perdarahan lambung dan ulkus duodenum setelah endoskopi

  • Dewasa: 80 mg untuk dosis awal melalui infus yang habis dalam 30 menit, lalu dilanjutkan infus kontinyu 8 mg/jam selama 3 hari (72 jam). Selanjutnya, pemberian esomeprazole diganti per oral dengan dosis 40 mg 1 kali sehari selama 4 minggu

Cara Menggunakan Exocid yang Benar

Exocid diberikan lewat suntikan atau infus sehingga pemberiannya harus dilakukan oleh tenaga medis atau dokter. Untuk memaksimalkan berkurangnya produksi asam lambung, pemberian obat ini juga harus diimbangi dengan perubahan pola hidup. 

Berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan efektivitas Exocid dalam menurunkan produksi asam lambung: 

  • Hentikan konsumsi minuman beralkohol dan merokok selama menjalani pengobatan dengan Exocid. Kedua hal tersebut dapat membuat produksi asam lambung meningkat. 
  • Biasakan untuk makan dalam porsi kecil tetapi sering dan jangan langsung berbaring setelah makan. Makan malam terakhir disarankan paling lambat 3 jam sebelum tidur.
  • Jangan mengonsumsi makanan asam, pedas, atau yang mengandung kafein selama menggunakan obat ini. Untuk memastikan makanan apa saja yang perlu dihindari, konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter.

Pastikan untuk mengikuti semua saran dokter dan rutin melakukan kontrol selama menjalani pengobatan dengan Exocid agar keluhan asam lambung naik tertangani dengan baik. 

Interaksi Exocid dengan Obat Lain

Sama seperti obat lain, Exocid dapat memicu terjadinya interaksi obat ketika digunakan bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu tanpa seizin dokter. Berikut adalah efek interaksi Exocid: 

  • Peningkatan kadar atau efek samping Exocid, ketika dipakai dengan bersama voriconazole atau triclabendazole
  • Penurunan efektivitas atau kadar Exocid, saat digunakan bersama rifampicin
  • Peningkatan kadar atau risiko terjadinya efek samping phenytoin, diazepam, imipramine, atau saquinavir
  • Penurunan efektivitas atazanavir, rilpivirine, atau nelfinavir dalam mengatasi infeksi virus HIV/AIDS
  • Peningkatan risiko terjadinya hipomagnesemia (kekurangan magnesium, ketika dipakai bersama digoxin atau obat diuretik 
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan, bila digunakan bersama warfarin
  • Penurunan penyerapan itraconazole, ketoconazole, erlotinib, dasatinib, asam mikofenolat, dan clopidogrel

Interaksi obat bisa dicegah dengan selalu mengonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai obat, suplemen, atau produk herbal apa pun yang akan digunakan bersama dengan Exocid. 

Efek Samping dan Bahaya Exocid

Layaknya obat dengan kandungan esomeprazole, Exocid juga dapat memicu efek samping, seperti

  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Perut bergas
  • Mual 
  • Diare 
  • Sembelit
  • merah , gatal, nyeri, atau bengkak di dekat tempat obat disuntikkan
  • Sulit mempertahankan atau mencapai ereksi jika yang memperoleh pengobatan ini adalah pria

Efek samping Exocid tersebut bersifat sementara. Artinya, akan mereda seiring berjalannya waktu. Namun, ketika makin parah, tidak juga hilang, atau terasa begitu mengganggu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Agar mudah, lakukan konsultasi secara daring. 

Segera hubungi dokter ketika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Demam
  • Pusing parah
  • Kulit melepuh, mengelupas, atau berdarah
  • Sulit bernapas atau menelan
  • Detak jantung cepat, tidak teratur, atau jantung berdebar-debar
  • Kejang otot
  • Daire parah
  • Nyeri sendi
  • Sering atau jarang buang air kecil dari biasanya
  • Sakit perut parah
  • Kelelahan parah 
  • Tremor
  • Kejang
  • Hilang nafsu makan
  • Kencing berdarah