Pernahkah Anda mendengar tanaman fenugreek? Mungkin kebanyakan dari Anda kurang familiar dengan jenis tanaman satu ini. Meski nama tanaman ini terdengar asing, tapi Anda jangan meremehkan manfaat fenugreek. Fenugreek dipercaya mampu mengobati beberapa kondisi medis tertentu, salah satunya adalah diabetes.

Sama seperti tanaman lain, fenugreek atau kelabat sering digunakan sebagai bumbu penyedap makanan, khususnya di kawasan Timur Tengah, India, dan Mesir. Selain dimanfaatkan sebagai bumbu, tanaman bernama latin Trigonella foenum-graecum ini juga kerap dipakai dalam pengobatan. Biasanya, bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah bijinya yang berwarna cokelat. Manfaat fenugreek bagi kesehatan tubuh bisa diambil dari kandungan nutrisi di dalamnya yaitu karbohidrat, serat, protein, dan lemak. Fenugreek juga mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin B, folat, zat besi, mangan, kalium, natrum, zinc, kalsium, dan magnesium.

Manfaat Fenugreek Untuk Pengobatan Diabetes - Alodokter

Fenugreek dan Diabetes

Selama berabad-abad lalu, biji fenugreek telah dipercaya dan digunakan untuk mengatasi diabetes. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang telah dicampur dengan biji fenugreek diduga mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Pada penelitian lain, diabetes tipe 2 dapat dikontrol jika mengonsumsi 10 gram biji fenugreek yang telah direndam dalam air panas per hari. Ada pula studi lain mengemukakan bahwa menyantap makanan yang terbuat dari tepung fenugreek bisa membantu mengurangi resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2. Manfaat fenugreek juga terlihat dapat membantu mencegah diabetes karena efeknya yang dapat mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh.

Tidak ada yang tahu pasti, bagaimana biji fenugreek dapat bekerja menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Namun, fenugreek diduga mengandung serat dan senyawa kimia lainnya yang mampu memperlambat laju pencernaan, penyerapan karbohidrat, serta gula. Tidak hanya itu, fenugreek dipercaya dapat memperbaiki metabolisme gula dalam tubuh dan meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi.

Selain diabetes, fenugreek tampak bermanfaat mengurangi lemak di tubuh dan mengobati berbagai penyakit lain, seperti kolesterol tinggi, serta dapat membantu memperbaiki metabolisme tubuh. Fenugreek juga kerap digunakan sebagai suplemen herbal untuk memperbanyak produksi ASI.

Sedangkan klaim manfaat fenugreek untuk kondisi gangguan pencernaan seperti sembelit dan nyeri ulu hati, encok, pengerasan arteri (aterosklerosis), demam, libido rendah pada pria, kebotakan, asam urat, dan kanker masih memerlukan bukti dan penelitian lebih lanjut.

Efek Samping Fenugreek

Meskipun alami, fenugreek yang dikonsumsi sebagai suplemen herbal dapat menyebabkan efek samping berupa perut kembung, sakit perut, diare, urine menjadi berbau, batuk, mengi, hingga pembengkakan pada wajah. Supelemen fenugreek juga tidak boleh digunakan oleh pasien penyakit ginjal dan hati. Suplemen fenugreek juga tidak disarankan untuk dikonsumsi jika Anda sedang menjalani pengobatan untuk diabetes.

Bagi Anda yang sedang hamil, disarankan agar tidak mengonsumsi tanaman fenugreek ataupun suplemennya. Hal ini dikarenakan fenugreek berisiko menyebabkan kontraksi rahim dan gangguan janin. Dan jika Anda mengonsumsi fenugreek untuk merangsang produksi air susu (ASI), disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu, mengingat manfaat fenugreek untuk memperbanyak ASI masih belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Jika Anda penasaran dengan manfaat fenugreek dan ingin mencobanya untuk mengobati diabetes, disarankan untuk membicarakannya terlebih dahulu ke dokter guna memastikan keamanan penggunaan fenugreek untuk kondisi Anda dan interaksinya dengan obat-obatan yang Anda konsumsi, serta untuk menghindari efek samping yang berbahaya.