Tidak perlu cemas jika Anda mengeluarkan feses berwarna hijau karena itu tergolong normal. Meski demikian, jangan mengabaikan feses berwarna hijau yang disertai dengan gejala lainnya seperti diare atau sakit perut.

Feses yang normal umumnya berwarna cokelat muda sampai cokelat tua. Warna tersebut berasal dari sisa makanan, sel darah merah yang telah mati, dan bakteri di usus besar. Feses bisa berubah warna ketika makanan tidak berada cukup lama di saluran pencernaan Anda.

Feses Berwarna Hijau Ternyata Normal - Alodokter

Penyebab Feses Berwarna Hijau

Perubahan warna feses menjadi hijau termasuk hal yang umum terjadi. Hal ini bisa disebabkan hal yang normal seperti makanan atau minuman tertentu, hingga penyakit. Berikut penyebabnya:

Mengonsumsi makanan berwarna hijau

Selain diare, feses berwarna hijau juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi sayuran, buah, kacang, atau rempah berwarna hijau. Sayuran berdaun hijau kaya akan klorofil, yaitu pigmen hijau yang memberi warna pada tanaman. Selain itu, pewarna makanan sintetis yang berwarna hijau juga bisa memengaruhi warna feses menjadi hijau.

Mengonsumsi suplemen atau obat tertentu di bawah ini juga bisa membuat feses berwarna hijau:

  • Suplemen zat besi, meskipun lebih umum menyebabkan feses berwarna hitam.
  • Suplemen yang mengandung klorofil, seperti spirulina, ganggang hijau, dan klorofil.
  • Antibiotik.
  • Obat OAINS, seperti indomethacin.

Diare

Proses pencernaan makanan yang dikonsumsi menjadi feses membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Namun ketika diare, proses ini menjadi terganggu. Diare membuat perpindahan makanan di usus terjadi terlalu cepat, sehingga enzim-enzim pencernaan maupun bakteri di usus tidak dapat memecah pigmen empedu menjadi warna cokelat normal.

Umumnya, segera setelah diare berhenti atau mengurangi asupan sayur berwarna hijau, maka feses berwarna hijau akan kembali normal dalam beberapa hari. Namun, jika feses berwarna hijau terjadi berlarut-larut atau disertai dengan gejala lain seperti muntah, demam, sakit perut, dan keluar darah saat BAB, disarankan untuk segera pergi ke dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat.

Warna Feses yang Perlu diwaspadai

Berikut adalah beberapa warna feses yang perlu diperiksa lebih lanjut:

Feses hitam

Feses hitam bisa terjadi setelah mengonsumsi suplemen zat besi. Selain itu, feses berwarna hitam atau kemerahan yang dianggap berbahaya adalah jika disebabkan oleh perdarahan pada saluran cerna. Hal tersebut memerlukan pengobatan medis secepatnya.

Feses merah

Jika feses Anda berwarna merah, perhatikan tingkat kemerahannya. Tingkat warna merah dipengaruhi oleh seberapa cepat darah mengalir di usus. Semakin terang warna merah feses Anda, maka kondisi ini semakin perlu diwaspadai. Beberapa penyebabnya seperti wasir, polip, atau tumor usus besar.

Namun Anda tidak perlu langsung panik, selain karena penyakit, feses berwarna merah bisa juga disebabkan oleh makanan atau minuman berpigmen merah seperti buah naga, tomat, atau bit.

Feses putih

Feses berwarna putih merupakan gejala serius yang perlu diperiksakan ke dokter. Penyebabnya yakni karena terdapat sumbatan pada saluran empedu, sehingga cairan empedu tidak dapat disalurkan ke usus.

Penyebab sumbatan ini adalah radang saluran empedu, batu empedu, atau tumor yang menekan saluran empedu.

Perubahan warna feses tidak dapat menjadi satu-satunya tanda yang digunakan dokter untuk mendiagnosis pasien. Umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta memperhatikan riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pola makan.

Kemudian, feses dapat diperiksa untuk dilihat apakah ada darah, lemak, atau sel darah putih dan kuman penyebab infeksi di dalamnya. Jika perubahan warna feses dianggap berisiko, dokter dapat memeriksa beberapa organ penting di sistem pencernaan seperti pankreas, usus, lambung, hati, dan saluran empedu.

Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Agar feses normal dan saluran pencernaan sehat, diperlukan pola makan kaya serat, cukup minum air putih, dan olahraga teratur. Anda dapat mengonsumsi sereal atau roti dari gandum utuh, buah dan sayuran segar, serta kacang-kacangan.

Minumlah air yang cukup untuk memperlancar proses keluarnya feses secara teratur. Lakukan juga olahraga secara teratur guna meningkatkan proses metabolisme dan gerakan usus.

Pada umumnya, feses berwarna hijau tidak berbahaya. Meski demikian, jika terjadi berlarut-larut atau disertai dengan gejala lain, segeralah konsultasikan ke dokter.