Hyoscine butylbromide adalah jenis obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan kram pada perut, akibat otot kandung kemih atau usus yang tegang. Obat ini juga dapat membantu untuk mengurangi keluhan perut kembung serta nyeri perut pada penyakit irritable bowel syndrome (IBS) atau pada divertikulosis, yaitu terbentuknya kantung-kantung kecil di sepanjang saluran pencernaan, terutama pada usus besar.

Hysocine butylbromide bekerja dengan cara melemaskan otot-otot pada saluran cerna dan saluran kemih. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan suntik, yang umumnya diberikan melalui resep dokter.

alodokter-hyoscine butylbromide

Merek dagang: Buscopan, Buscopan Plus, Buscotica, Dormi, Gitas, Hyscopan, Hyorex, Sercopan, Scopma, Vellios

Tentang Hyoscine Butylbromide

Golongan Antispasmodik
Kategori Obat resep
Manfaat Melemaskan otot-otot pada saluran cerna dan saluran kemih
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Belum diketahui apakah hyoscine butylbromide dapat diserap ke dalam ASI atau tidak. Bagi ibu menyusui, disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Bentuk Tablet, suntik

Peringatan:

  • Konsultasikan lebih dahulu kepada dokter mengenai penggunaan hyoscine butylbromide untuk anak usia di bawah 12 tahun dan orang lanjut usia di atas 65 tahun.
  • Harap berhati-hati jika mengalami kondisi, seperti gangguan saluran pencernaan (misalnya diare, konstipasi, radang usus, gastroesophageal reflux disease/GERD), tekanan darah tinggi, pelemahan otot (myasthenia gravis), jantung berdebar, riwayat serangan jantung, gangguan prostat, sindrom Down, kerusakan saraf, atau glaukoma.
  • Hindari aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, misalnya menyetir kendaraan, karena obat ini dapat menyebabkan efek mengantuk.
  • Beri tahu dokter mengenai obat-obat lain yang sedang dikonsumsi, termasuk produk herba dan suplemen.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi hyoscine butylbromide, segera temui dokter.

Dosis Hyoscine Butylbromide

Bentuk obat Kondisi Dosis
Tablet  

 

 

Ketegangan otot saluran pencernaan atau saluran kemih

Dewasa:

20 mg, 4 kali sehari

Suntik Dewasa:

20 mg disuntikkan melalui jalur pembuluh darah (intravena) atau pada otot (intramuskular), yang diulangi tiap 30 menit jika dibutuhkan. Dosis maksimal 100 mg per hari.

Mengonsumsi Hyoscine Butylbromide dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang tertera pada kemasan obat, sebelum menggunakan hyoscine butylbromide.

Tablet hyoscine butylbromide bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan tablet dengan bantuan air minum.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi hyoscine butylbromide, disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat, jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan kemasan tablet di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Untuk hyoscine butylbromide bentuk suntik, pemberiannya harus dilakukan oleh dokter atau petugas medis.

Interaksi Obat

Konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaan hyoscine butylbromide bersama obat-obatan berikut ini untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan:

  • Meningkatkan efek samping obat, jika dikonsumsi dengan obat antidepresan trisiklik atau antikolinergik, seperti chlorpheniramine.
  • Meningkatkan efek mengantuk, jika digunakan dengan obat penenang atau alkohol.
  • Menurunkan efektivitas obat penghambat asetilkolinesterase, seperti donepezil, galantamine, rivastigmine, atau tacrine.

Efek Samping Hyoscine Butylbromide

Setiap obat umumnya memiliki efek samping. Berikut ini sejumlah efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi hyoscine butylbromide:

  • Mulut dan kulit kering
  • Produksi keringat berkurang
  • Jantung berdebar
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Tremor.

Hentikan pemakaian obat dan segera temui dokter jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah parah.