Feminax adalah sebuah merek obat yang dapat dikonsumsi untuk meredakan nyeri haid dan kram perut. Obat ini mengandung paracetamol 500 mg sebagai pereda nyeri dan ekstrak hiosiami 19 mg yang dipercaya dapat mengurangi rasa sakit pada waktu haid, juga mengatasi kram perut dengan memberikan efek relaksasi pada otot organ dalam dan saluran pencernaan. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitas dari ekstrak hiosiami. Feminax dijual secara bebas dalam kemasan berisi 4 tablet minum.

Woman having stomach ache.

Feminax Obat Apa?

Bahan aktif Paracetamol 500 mg

Ekstrak hiosiami 19 mg

Golongan Analgetik dan antipiretik
Kategori Obat bebas
Manfaat
  • Meredakan nyeri haid (dismenorea)
  • Meredakan kram perut
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Kandungan ekstrak hiosiami dalam Feminax dapat diserap ke dalam ASI dan menyebabkan bayi keracunan. Hindari mengonsumsi obat ini jika Anda sedang menyusui.

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak ≥ 10 tahun
Bentuk obat Tablet minum

Peringatan:

  • Sebelum mengonsumsi Feminax, informasikan kepada dokter atau petugas apotek bila Anda memiliki alergi terhadap paracetamol, ekstrak hiosiami, atau obat-obatan lainnya.
  • Informasikan juga kepada dokter apabila Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat, vitamin atau produk herba tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter bila Anda sedang menderita atau memiliki riwayat penyakit liver, penyakit ginjal, gangguan jantung (misalnya aritmia dan gagal jantung), sindrom Down, gangguan saluran pencernaan (misalnya GERD, infeksi, hernia hiatus, tukak lambung, kolitis ulseratif, atau megakolon), malnutrisi, defisiensi enzim G6PD, atau glaukoma.
  • Waspada dalam menggunakan obat ini jika Anda sedang mengalami konstipasi, demam, atau sulit berkemih. Harap berhati-hati juga jika Anda memiliki kecanduan alkohol.
  • Kandungan ekstrak hiosiami yang terdapat dalam Feminax dapat menyebabkan pusing dan gangguan penglihatan. Hindari membawa kendaraan atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi obat ini.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah Anda mengonsumsi Feminax, segera temui dokter.

Dosis Feminax

Dosis Feminax bagi orang dewasa adalah 1-2 tablet tiga kali sehari. Obat ini tidak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 10 tahun. Jika ingin memberikan obat ini untuk anak usia 10-18 tahun, dosis disesuaikan dengan berat badan. Untuk berat badan kurang dari 25 kg diberikan ½ tablet tiga kali sehari, 25-35 kg diberikan ¾ tablet tiga kali sehari, dan di atas 35 kg diberikan 1 tablet tiga kali sehari.

Mengonsumsi Feminax Dengan Benar

Sampai saat ini, penelitian terhadap ekstrak hiosiami dianggap belum cukup untuk menentukan rentang dosis yang tepat untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi Feminax sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Sebaiknya Feminax dikonsumsi saat nyeri atau saat gejala mulai terasa, agar efek obat bekerja lebih cepat. Jangan menunggu sampai gejala memburuk. Jika ragu, tanyakan kepada dokter.

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan tablet Feminax secara langsung dengan bantuan air putih. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet terlebih dahulu, agar tidak memengaruhi efek obat.

Jika kondisi tidak membaik setelah mengonsumsi Feminax, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Interaksi Feminax Dengan Obat Lain

Hindari mengonsumsi Feminax dengan obat antikolinergik (misalnya atropin dan scopolamine), antihistamin, atau antidepresan, untuk menghindari risiko efek samping berupa kulit kering, pusing, hipotensi, aritmia, dan masalah serius lainnya.

Obat antikejang (carbamazepine, phenytoin, barbiturates) dan colestyramine mungkin dapat menurunkan efektivitas Feminax.

Metoclopramide dan domperidone dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping Feminax. Sebaliknya, Feminax dapat meningkatkan risiko munculnya efek samping chloramphenicol. Pemberian Feminax bersama dengan warfarin juga dapat meningkatkan risiko perdarahan.       

Efek Samping Feminax

Beberapa efek samping berikut ini mungkin dapat terjadi setelah mengonsumsi Feminax:

  • Pusing.
  • Mulut kering.
  • Konstipasi.
  • Sulit tidur.
  • Demam.
  • Kulit memerah dan hangat.
  • Produksi keringat menurun.
  • Penurunan jumlah sel darah.
  • Gangguan fungsi hati.

Segera temui dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik, atau jika Anda mengalami efek samping berupa:

  • Reaksi alergi.
  • Perubahan perilaku, misalnya gelisah atau linglung.
  • Gangguan mental, misalnya berhalusinasi atau mengalami delirium.
  • Gangguan penglihatan.
  • Denyut jantung meningkat atau tidak beraturan.
  • Sulit berkemih.
  • Muntah.
  • Disfagia.
  • Bicara pelo.
  • Hipotensi.
  • Kulit dan mata menguning.

Efek samping tersebut sangat jarang terjadi, namun memerlukan penanganan segera jika Anda mengalaminya guna menghindari komplikasi lebih lanjut yang dapat membahayakan, seperti keracunan hingga kematian.